RIBA (Bagian 3) – Apa yang kau Banggakan?

Kita telah membahas dalil larangan riba yang sebelumnya didahului dengan bentuk-bentuk riba, tentu Anda, pembaca, sudah semakin paham apa itu riba beserta dalil larangannnya. Berikutnya tulisan ini berusaha untuk menjadi pengingat diri bahwa bisa jadi kita masih terlibat riba dan bahkan kita masih berencana bertransaksi dengan riba. 

Ini adalah untuk Anda, seorang praktisi keuangan muslim, yang Anda tentu yakin bahwa Allah adalah yang Anda sembah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah utusan Allah dan orang yang Anda tiru dalam kehidupan sehari-hari, dan juga Anda yakin bahwa Al Quran yang berisi perintah dan larangan serta pedoman hidup umat muslim adalah ayat-ayat Allah, maka sudah sepatutnya kita masuk kedalam Islam secara kaaffah. Yaitu masuk secara sempurna, tidak sebagian maupun tidak setengah-setengah.

Bagi Anda, praktisi keuangan syariah, Islam adalah bagai satu-satunya kendaraan yang berada dijalan yang benar dan menuju ke tujuan yang benar dan ketika Anda hendak naik kedalamnya naiklah dengan seluruh tubuh Anda, seluruhnya, tidak sebagian, tidak pula setengah-setengah. Maka sudah saatnya pula Anda meninggalkan riba yang dilarang dalam Islam.

Dalam aktivitas Anda sehari-hari sebagai praktisi keuangan syariah, tidak dipungkiri Anda berada dalam lingkungan yang sangat bersemangat dalam mencari penghidupan dunia. Itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita tenggelam didalam urusan dunia ini.

Tidak jarang kita dimotivasi dengan harta yang berkilauan, mobil mewah, rumah mewah, dan liburan mewah. Hati-hati lah saudaraku, kita yang kemudian jauh dari Allah akan terperosok memaksakan diri untuk memerolehnya dengan cepat menggunakan cara-cara yang terlarang yaitu membuat transaksi ribawi.

Membeli mobil dengan cara riba,

Membeli rumah dengan cara riba,

Liburan dengan berutang riba,

Tidakkah kita tahu bahwa Allah dan RasulNya sudah pernah mengingatkan tentang larangan riba?

Allah telah menyiapkan siksa yang pedih untuk kita yang masih bertransaksi ribawi?

Allah akan menghancurkan harta kita?

Allah dan RasulNya akan memerangi kita?

Dosa riba yang paling ringan sama dengan menikahi ibu kandungnya sendiri?

Dan riba sebesar 1 dirham saja buruknya lebih dahsyat dari 36 wanita pezina? (1 Dirham = Rp 65.339,- | sumber: http://www.salmadinar.com/update-harga/)

Ketika Anda menaiki mobil dengan cicilan ribawi, tidakkah Anda terbayang wajah ibu Anda, tidak kah Anda meyakini Al Qur’an dan Hadits bahwa Anda sedang MENIKAHI IBU ANDA SENDIRI?

Berapakah riba yang Anda bayarkan untuk rumah Anda? Hitunglah itu senilai berapa dirham? Kalikan dengan 36 wanita pezina. Seberapa burukkah rumah Anda itu?

Saudaraku, maka dari itu, tenangkan lah hatimu, bersabarlah agar Anda bisa memperolehnya tanpa riba. Dan Anda sebagai praktisi keuangan Islami, bukankah Anda terus mempromosikan bahwa sistim keuangan ini adalah bebas gharar, maisir, dan riba? Lalu mengapa Anda masih melakukan riba?

Sekali lagi mari tinggalkan ini dan bersabarlah agar terhindar dari kebencian Allah. Tidakkah Anda merasa susah ketika Anda dibenci atasan Anda, kawan dekat Anda, atau orang yang Anda cintai? Maka tidak ada perasaan yang lebih susah dari pada dibenci Allah, Tuhan semesta alam yang menciptakan kita semua.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(QS. As Saff ; 2-3)

LALU APA YANG DAPAT KAU BANGGAKAN DENGAN INI SEMUA?

Maka bersabarlah dan belilah barang-barang kebutuhan Anda secara tunai atau paling tidak bukan dengan cara transaksi ribawi.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *