Yang Agen Asuransi Syariah Lakukan pada Nasabahnya (DAKWAH-NAFKAH-SEDEKAH)

Anda seorang praktisi keuangan syariah? Jika Ya, Anda adalah pendakwah. Ya benar, Anda adalah seorang pendakwah. Karena menurut ulama, syariah berarti Apa yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dari hukum-hukum yang telah dibawa oleh Nabi dari para nabi, baik yang terkait dengan keyakinan, ibadah muamalah, akhlaq dan aturan dalam kehidupan. 

Dalam keuangan syariah, atau secara spesifik adalah asuransi syariah, maka Anda sedang mengajak orang-orang untuk mengikuti Anda ke jalan syariah. Konsekuensinya, Anda pun harus sudah berada di jalan syariah.

“Tapi saya menjadi agen asuransi syariah karena tujuan bisnis dan untuk mendapatkan komisi, lalu bagaimana?”  

Amalan (aktivitas/perbuatan) seseorang akan bergantung pada niatnya dan Anda akan mendapat apa yang Anda niatkan. Seperti yang sudah Rasulullah sabdakan;

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

(Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.)

Ibnu Al Jauzi memiliki konsep menarik bahwa jika dunia dan akhirat dikumpulkan, maka ikutilah akhirat dan dunia akan mengikuti. Tetapi jika Anda mengejar dunia, Anda akan kelelahan dan tidak mendapatkan akhirat.

Seperti ketika Anda kehausan dan Anda meminum segelas air putih, maka haus pun hilang. Keperluan dunia pun terpenuhi. Namun nilainya akan berbeda ketika sebelum minum Anda mengucapkan Bismillah, maka aktivitas minum tersebut menjadi ibadah untuk mencapai akhirat Anda dan dunia pun mengikuti yaitu dengan hilangnya rasa haus.

Ingat, hanya mengejar dunia, sama dengan Anda akan kembali haus dan mencari minum dan haus lagi dan mencari minum lagi dan selanjutnya demikian seperti itu tidak ada habisnya sampai Anda diwafatkan oleh Allah lalu kemudian Anda sadar bahwa Anda belum berbuat apa-apa untuk akhirat Anda, saat itu kesadaran kita sudah tidak berguna. Tetapi dengan meniatkan aktivitas Anda sebagai ibadah dengan membaca Bismillah ketika memulainya, Anda sedang berusaha mengumpulkan apa yang Anda perlukan di akhirat nanti.

Mari kita sepakati bahwa menjadi agen asuransi syariah ini adalah jalan dakwah dan ketika kita sudah sepakat, maka apakah yang kemudian membuat Anda dan saya bersemangat untuk menjalani pekerjaan ini?

 

1.  Dakwah adalah sunnah para nabi.

“Katakanlah (Muhammad)Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf:108)

Dan kita yang berdakwah, kita sedang meniru jalan para nabi. Anda bisa merasakan, paling tidak, sedikit dari yang dulu para nabi lakukan. Dulu, para nabi mengajak kaumnya dan umat manusia untuk bertauhid, hanya mengesakan Allah dan tiada tuhan selain Dia, kini kita hanya mengambil sedikit perannya saja yaitu mengajak orang-orang yang beriman untuk istiqamah (konsisten) menjalankan kehidupan sesuai syariah. Dalam ini adalah untuk memiliki instrumen keuangan yang sesuai syariah sementara diluar sana kita dikepung sistem keuangan ribawi dan yang bertentangan dengan syariah.

 

2. Dakwah adalah pekerjaan paling bergengsi.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat:33)

Siapakah yang lebih baik perkataannya? Mario Teguh? Tung Desem Waringin? Andrie Wongso? Atau, Andrie Setiawan (hehehe)? Tentu Anda ingat bahwa tiga orang pertama diatas dibayar mahal untuk bicara. Dan siapakah yang perkataannya yang lebih baik? ANDA! Ketika Anda menyeru kepada Allah, mengerjakan perbuatan baik dan mengatakan bahwa Anda adalah termasuk orang-orang yang beriman. Jika Mario Teguh dan lainnya itu memiliki gengsi dari pekerjaannya, maka pekerjaan Anda jauh lebih bergengsi karena Allah langsung yang akan membayar perbuatan Anda.

 

3. Dakwah memberikan multi bonus untuk Anda.

“Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Jika Anda mengajak orang lain kepada kebaikan dan orang tersebut melaksanakan kebaikan yang Anda sarankan, maka selain Anda mendapatkan pahala dakwah, Anda juga mendapatkan pahala kebaikan yang dilakukan orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Ini yang biasa kita sebut overriding, kan? Berapa overriding yang perusahaan Anda bayar? Allah membayar 100% dari pahala orang yang mengikuti ajakan kebaikan Anda tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Belum lagi jika orang tersebut mengajak orang lain, maka Anda akan mendapat pahala multi dan begitu seterusnya. Karenanya, dakwah jangan sampai hanya terjadi pada nasabah kita tetapi juga kita mendorongnya untuk mendakwahkannya pada orang lainnya.

 

4. Dakwah membuat Anda beruntung (lepas dari kerugian)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al Ashr:1-3

Dalam membawa asuransi syariah, Anda juga menasihati calon nasabah Anda tentang syariah dan tentu menasihatinya dengan cara yang sabar. Akkah akan melepaskan kerugian dari diri Anda.

 

5. Dakwah Anda di backing  oleh Allah.

 “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”  QS. Muhammad:10

Siapa yang tidak bahagia jika backing (pelindung) kita adalah Allah, Tuhan alam semesta. Bahkan terkadang, di backing tentara saja sudah membuat kita merasa aman dan bangga, apalagi ini, tidak tanggung-tanggung yang mem backing Anda adalah Allah.

 

6. Bayaran dakwah terus mengalir walaupun kita telah wafat.

“Barangsiapa yang mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan.” (HR Thabrani)

 Ini mirip seperti royalti yang penghasilan akan tetap mengalir walau Anda sudah meninggal dunia, bedanya adalah bayaran ini bukan mengalir ke ahli waris melainkan kepada Anda sendiri.

 

Ini lah mengapa saya memilih untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia dan ingin fokus ke dalam pelayanan keuangan/asuransi syariah karena saya menyadari betapa nilainya sangat besar. Saya bukan hanya mendapatkan penghasilan untuk menafkahi istri dan anak-anak tetapi saya juga dapat mengumpulkan pahala-pahala yang Allah dan RasulNya janjikan dari jalan dakwah. Dan Anda tahu, niat ini akan memberi keberkahan pada diri Anda untuk selalu merasa bersyukur dan cukup.

Beberapa dari mereka yang masih terikat dalam urusan dunia saja meragukan bahwa kita akan tetap terus produktif ketika sudah merasa cukup. Mari saya beritahu Anda. Merasa cukup itu bagi diri Anda sendiri, sedangkan mengejar pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal di hari nanti tentu akan terus kita cari. Kita tidak tahu perbuatan (amalan) yang mana yang Allah akan terima, yang kita tahu kita hanya harus berusaha.

Yang kedua, ketika Anda sudah cukup dengan biaya hidup Rp. 50 juta, misalnya. Dan saat ini Anda berpenghasilan Rp. 60 juta, maka kemanakah kelebihan penghasilan Anda sebesar Rp. 10 juta akan Anda belanjakan? Tentu akan Anda salurkan untuk kebaikan, ya, Anda sedekahkan. Apakah itu cukup? Tidak. Anda akan cari lebih banyak untuk memberikan lebih banyak sedekah. Jika kini penghasilan Anda Rp. 70 juta, tentu Anda akan sedekahkan Rp. 20 juta. Apakah sudah cukup? Belum. Penghasilan Anda meningkat lagi menjadi Rp. 80 juta, kemana kelebihan sebesar Rp. 30 juta akan Anda salurkan? Tentu sedekah lagi. Dan seterusnya dan seterusnya, inilah yang dinamakan merasa cukup atau Qana’ah. 

Anda merasa cukup atas nafkah yang Anda gunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan, dan kelebihannya Anda salurkan untuk kebaikan orang-orang.

Bahkan jika saat ini Anda berpenghasilan Rp. 200 juta dan merasa cukup dengan pemenuhan kebutuhan menggunakan dana sebesar Rp. 50 juta, tentu saat ini sebagian besar penghasilan Anda akan Anda sedekahkan. Apakah ini mustahil? Tidak, bagi Anda yang meyakini bahwa Anda saat ini ada di jalan dakwah. Berbeda halnya jika syariah hanya kita jadikan sarana untuk mencari dunia. Walaupun kita menebarkan syariah tetapi kita tetap terjangkiti penyakit cinta dunia dan takut mati, dunia bukan berada dalam genggaman tetapi sudah dimasukkan kedalam hati sehingga sulit sekali ketika kita harus berpisah dengan dunia ini, padahal sebagai praktisi asuransi syariah, pekerjaan kita berdekatan dengan kematian

Terakhir menutup tulisan ini, saya mengingatkan diri sendiri khususnya dan juga Anda semua para pembaca bahkan Anda para nasabah atau calon nasabah asuransi syariah, 

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Makna hayatan thoyyibah menurut para ulama pakar tafsir adalah dianugerahi rezeki yang halal, diberi sifat qana’ah (merasa cukup), beriman kepada Allah dengan melakukan ketaatan pada-Nya, kebahagiaan, kehidupan di surga. (rumaysho.com)

 

bacaan tambahan:

– https://rumaysho.com/10831-doa-malaikat-untuk-yang-mencari-nafkah-dan-rajin-sedekah.html

– https://rumaysho.com/2262-6-keutamaan-mencari-nafkah-bagi-suami.html

– https://muslim.or.id/6057-keutamaan-dakwah-ilallah.html

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

2 thoughts on “Yang Agen Asuransi Syariah Lakukan pada Nasabahnya (DAKWAH-NAFKAH-SEDEKAH)

  1. Alhamdulillah…
    Setelah membaca artikel ini..saya semakin mantap utk menjalankannya.

    Menjadi bagian dan pelaku syariat sekaligus mensyiarkannya.

    Semoga Sunlife financial Syariah semakin maju….dan terdepan dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia…..
    Aamiiin. Ya Robbql aalamiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *