KETIKA SAKIT, PERGI KE MONTIR?

Ketika sedang sakit, kemanakah Anda akan mengikhtiarkan kesembuhan? Ke seorang dokter atau ke seorang montir?

Saya yakin, hampir semua dari Anda akan menjawab “ke seorang dokter.” Dan ketika mobil Anda bermasalah, tentu Anda akan pergi ke montir, bukan ke dokter. Dan sebagian besar Anda lebih menginginkan mendapat penanganan dari spesialis dan ahli walau Anda perlu mengeluarkan biaya lebih mahal.

Inilah yang disebut keadilan, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan menyerahkan urusan pada ahlinya.

Begitu pula dengan asuransi syariah. Memang pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan, mengampanyekan keuangan inklusif dan saya menyetujui hal ini bahwa keuangan syariah dapat dimanfaatkan oleh siapapun.

Namun yang harus masyarakat perhatikan adalah, para praktisinya haruslah orang yang memiliki integritas dan kredibilitas. Kami mengkampanyekan, praktisi keuangan syariah haruslah ekslusif. Tidak semua orang bisa dan layak menjadi agen asuransi syariah.

Padahal dia sudah memiliki sertifikat dari asosiasi asuransi syariah? Sertifikat menunjukkan ia memiliki otoritas dan itu legal secara hukum namun ia belum tentu memiliki hak untuk melayani nasabah.

Banyak nasabah syariah saat ini yang menginginkan agennya memiliki dan menunjukkan nilai-nilai syariah.

Nasabah tidak suka melihat agen syariah yang masih membuka auratnya.

Nasabah mempertimbangkan konsistensi antara ilmu yang dibawa dan produk yang ditawarkan sesuai dengan kesehariannya.

Ketika rokok menjadi haram, ia akan memerhatikan apakah agennya merokok.

Ketika riba haram, ia juga tidak akan percaya pada agen yang masih membayar dan memakan hasil riba. Mobilnya dicicil dengan riba, rumahnya diangsur dengan riba, bahkan untuk menjamu makan saja agen tersebut menggunakan kartu kredit.

Ketika kejelasan dan pemahaman kaidah dan prinsip keuangan syariah dibutuhkan, calon nasabah tidak akan memercayai agen yang tidak mampu menjelaskan konsep dan prinsip syariah.

Ketika konsistensi antara omongan dan perbuatan dibutuhkan, nasabah tidak akan percaya pada agen yang tidak percaya pada syariat Islam. Dia mengatakan bahwa syariah itu bagus tetapi dia tidak meyakini ketentuan syariah yang lainnya selain muamalah asuransi syariah.

Ini mengapa tulisan ini menasihati diri saya sendiri dan Anda sebagai agen asuransi syariah dan juga Anda sebagai calon nasabah asuransi syariah.

JIKA Anda ingin memasarkan asuransi syariah, Anda harus memercayai syariah dan hidup Anda mencerminkan keyakinan Anda ini.

JIKA Anda ingin menjadi nasabah asuransi syariah, maka carilah agen asuransi yang mengakui bahwa dia meyakini syariah ini benar selain menguntungkan dan bermanfaat dan penjelasan serta perilakunya mencerminkan pemahaman dan keyakinannya.

APAKAH Anda akan memercayai suatu urusan pada orang yang tidak meyakini kebenaran atas urusan yang Anda percayakan?

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *