BAGAIMANA CARA MEMOTIVASI AGEN ASURANSI JIWA SYARIAH

KENALI PRINSIP-PRINSIPNYA

Sudah lebih dari dua dekade, semangat berekonomi syariah di Indonesia semakin meningkat. Semakin banyak masyarakat Muslim yang mencari tahu tentang eksistensi dan esensi ekonomi syariah. Banyak kini yang sudah memutuskan untuk keluar dari riba dan sebagian besar lainnya sedang berjuang serta berusaha keras untuk keluar darinya.

Pun demikian, para praktisi juga bersungguh-sungguh untuk menegakkan tiang-tiang ekonomi syariah karena 20 tahun adalah waktu yang cukup lama namun sepertinya perjuangan belum boleh usai, nyatanya kontribusi keuangan syariah masih 5.3% (republika.co.id) terhadap ekonomi nasional di akhir tahun 2016.

Mari kita tengok terlebih dahulu persoalan yang masih ada saat ini. Kita tidak membahas tentang permasalah sistemik karena hal tersebut harus diperbaiki melalui sistem. Yang kita bahasa adalah persoalan individu yang harapannya ketika setiap individu praktisi keuangan syariah bangkit semangatnya dan benar akidahnya maka tegaknya ekonomi syariah di Indonesia adalah bukan lagi sekedar wacana.

MOTIVASI berasal dari kata MOTIVATION yang berarti, secara bebas saya mendefinisikannya dengan, MOTIVE for ACTION. Yaitu sebab musabab mengapa seseorang melakukan sesuatu.

 

Dalam sebuah kajian, Maslow mengelompokkan motive dalam sebuah hirarki. Yang paling bawah adalah motif paling dasar, semua orang membutuhkan hal ini. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan badaniyah seperti makan, minum, mandi, tempat tinggal, pakaian, istirahat, dan lainnya yang dibutuhkan badan kita. 

Dan kebutuhan tertinggi adalah menurut Maslow yaitu mengaktualisasikan diri. Kebutuhan orang untuk menerapkan ilmu dan pengetahuannya untuk menentukan cara hidupnya. Penjelasan terbaru, dalam kebutuhan ini termasuk kebutuhan spiritual. Dalam konteks seorang Muslim yaitu menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

 

PRINSIP MOTIVASI ISLAM

Prinsip atau pilar atau rukun motivasi Islami tentu bukan hanya sekedar nama dan bukan pula sekedar menambahkan kata Islami atau syariah pada prinsip-prinsip motivasi yang telah ada, walaupun bisa saja beberapa prinsip yang ada saat ini sejalan dengan yang Islam miliki.

Merujuk pada kehidupan salafusshaleh (orang-orang shaleh dalam tiga abad pertama setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah), tentu kita semua mahfum (faham) bahwa mereka selalu bersemangat melakukan semua aktivitas karena berharap surga. Mereka juga bergerak melakukan kebaikan karena takut akan siksa neraka.

Anda juga demikian, bukan? Jika Anda tidak seperti itu, maka tulisan ini bukanlah untuk Anda. Silakan tutup halaman ini namun terlebih dahulu share pada yang bisa memanfaatkannya.

(Lihatlah gambar di atas bahwa tujuan kita adalah Jannah/surga.) 

Apakah tidak boleh kita mengharapkan kebaikan di dunia? Boleh. Itu mengapa setiap hari kita meminta pada Allah 

Karenanya kita selalu berharap mendapatkan kebaikan di dunia sebagai modal untuk kebaikan di akhirat. Bagaimana maksudnya ini? Sabar, saya akan ceritakan dalam paragraf berikutnya.

Pada paragraf sebelumnya muncul pertanyaan tentang bagaimana hubungan kebaikan dunia dengan kebaikan akhirat. Setiap muslim akan masuk surga karena rahmat Allah dan rahmatNya diberikan pada kita salah satunya adalah karena kita mengerjakan keshalehan dan menjauhi laranganNya.

Amalan shaleh tersebut juga merupakan tiang-tiang dari agama Islam. Perhatikanlah gambar di atas pada bagian AKTIVITAS.

Haji adalah amalan shaleh yang dikerjakan dengan membutuhkan dua hal disamping niat yang harus dilakukan. Pertama Harta dan kedua Tenaga (kesehatan). Bagaimana tidak, kita berharap kebaikan dunia yaitu dengan harta dan tenaga supaya kita bisa pergi haji, padahal haji mabrur ganjarannya adalah penghapusan dosa. Mintalah pada Allah kekayaan dan mintalah pada Allah kesehatan. Sudah bisa melihat hubungan antara kebaika dunia dengan kebaikan akhirat?

Berzakat dan bersedekah pun membutuhkan harta, semakin banyak hartanya, semakin banyak pula zakat dan sedekah yang dikeluarkan dan semakin banyak juga kaum lemah yang tertolong maka semakin banyak pula kebaikan Anda yang dihitung di sisi Allah.

Sering kali, orang tidak berpuasa dan sholat juga karena alasan tak punya harta. Karena beralasan tak berharta, maka ia bekerja keras di bulan Ramadhan dan meninggalkan puasanya dengan alasan pekerjaannya terlalu berat membutuhkan tenaga karenanya ia tak sanggup jika tak makan siang. Begitu pula karena alasan kekurangan harta, seseorang tidak melakukan sholat.

Lalu bagaimana dapat menegakkan 5 (lima) tiang Islam ketika yang tersisa hanya syahadatain. Dan ini pun terancam batal jika kemiskinannya menyebabkan tidak bersabar dan tetap bersyukur. Karena tidak bersyukur merupakan kekufuran.

Carilah harta, bukan untuk kesenangan dunia, tetapi ketenangan dalam menjalankan ibadah yang nantinya akan mendapatkan kesenangan di akhirat.

Setiap aktivitas disebabkan oleh satu atau beberapa motif dan aktivitas juga berlandaskan pada faktor-faktor mentalitas. Seseorang yang sudah berlatih beladiri tidak ada jaminan bahwa ia menyukai perkelahian walau dalam keadaan membeladiri, saya pernah mendengar dari seorang praktisi beladiri yang mengatakan bahwa orang yang sudah lama berlatih beladiri belum tentu menang melawan orang yang belum pernah berlatih beladiri namun pemberani alias nekat. Keberanian adalah kondisi mental dan didasarkan oleh keyakinan-keyakinan.

Seorang tentara yang menjaga keamanan negara harus memiliki mentalitas baik yang meyakinai bahwa membela negara adalah bagian dari perjuangan mulia dan tinggi.

Bagaimana mungkin, agen asuransi syariah tidak memiliki keyakinan yang baik padalah ia beriman pada Allah, Malaikat, KitabNya, RasuNya, Hari Pembalasan, serta KetentuanQadha dan Qadhar. Maka setiap aktivitas untuk menegakkan tiang-tiang Islam harus didasari dengan keyakinan terhadap rukun iman.

Jika sudah demikian maka tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Kekhawatiran tidak dapat rejeki, rejeki diambil orang, dan lain sebagainya karena kita sudah memiliki keyakinan yang baik.

Tapi…

Tapi, bagaimana caranya agar keyakinan ini tetap terjaga?

Seorang pekerja yang sedang diawasi majikannya akan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan selalu merasa diawasi adalah kunci untuk menjaga keyakinan ini.

Ihsan adalah kita merasa melihat Allah ketika beribadah dan jika kita tidak bisa melihat Allah, Allah tetap melihat kita. Apa-apa saja yang bersifat mubah yang kita kerjakan jika diniatkan karena Allah akan bernilai ibadah dan setiap ibadah yang dilandasi dengan ihsan akan dilakukan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *