Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

19 Articles

RIBA (Bagian 3) – Apa yang kau Banggakan?

Kita telah membahas dalil larangan riba yang sebelumnya didahului dengan bentuk-bentuk riba, tentu Anda, pembaca, sudah semakin paham apa itu riba beserta dalil larangannnya. Berikutnya tulisan ini berusaha untuk menjadi pengingat diri bahwa bisa jadi kita masih terlibat riba dan bahkan kita masih berencana bertransaksi dengan riba. 

Ini adalah untuk Anda, seorang praktisi keuangan muslim, yang Anda tentu yakin bahwa Allah adalah yang Anda sembah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah utusan Allah dan orang yang Anda tiru dalam kehidupan sehari-hari, dan juga Anda yakin bahwa Al Quran yang berisi perintah dan larangan serta pedoman hidup umat muslim adalah ayat-ayat Allah, maka sudah sepatutnya kita masuk kedalam Islam secara kaaffah. Yaitu masuk secara sempurna, tidak sebagian maupun tidak setengah-setengah.

Bagi Anda, praktisi keuangan syariah, Islam adalah bagai satu-satunya kendaraan yang berada dijalan yang benar dan menuju ke tujuan yang benar dan ketika Anda hendak naik kedalamnya naiklah dengan seluruh tubuh Anda, seluruhnya, tidak sebagian, tidak pula setengah-setengah. Maka sudah saatnya pula Anda meninggalkan riba yang dilarang dalam Islam.

Dalam aktivitas Anda sehari-hari sebagai praktisi keuangan syariah, tidak dipungkiri Anda berada dalam lingkungan yang sangat bersemangat dalam mencari penghidupan dunia. Itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita tenggelam didalam urusan dunia ini.

Tidak jarang kita dimotivasi dengan harta yang berkilauan, mobil mewah, rumah mewah, dan liburan mewah. Hati-hati lah saudaraku, kita yang kemudian jauh dari Allah akan terperosok memaksakan diri untuk memerolehnya dengan cepat menggunakan cara-cara yang terlarang yaitu membuat transaksi ribawi.

Membeli mobil dengan cara riba,

Membeli rumah dengan cara riba,

Liburan dengan berutang riba,

Tidakkah kita tahu bahwa Allah dan RasulNya sudah pernah mengingatkan tentang larangan riba?

Allah telah menyiapkan siksa yang pedih untuk kita yang masih bertransaksi ribawi?

Allah akan menghancurkan harta kita?

Allah dan RasulNya akan memerangi kita?

Dosa riba yang paling ringan sama dengan menikahi ibu kandungnya sendiri?

Dan riba sebesar 1 dirham saja buruknya lebih dahsyat dari 36 wanita pezina? (1 Dirham = Rp 65.339,- | sumber: http://www.salmadinar.com/update-harga/)

Ketika Anda menaiki mobil dengan cicilan ribawi, tidakkah Anda terbayang wajah ibu Anda, tidak kah Anda meyakini Al Qur’an dan Hadits bahwa Anda sedang MENIKAHI IBU ANDA SENDIRI?

Berapakah riba yang Anda bayarkan untuk rumah Anda? Hitunglah itu senilai berapa dirham? Kalikan dengan 36 wanita pezina. Seberapa burukkah rumah Anda itu?

Saudaraku, maka dari itu, tenangkan lah hatimu, bersabarlah agar Anda bisa memperolehnya tanpa riba. Dan Anda sebagai praktisi keuangan Islami, bukankah Anda terus mempromosikan bahwa sistim keuangan ini adalah bebas gharar, maisir, dan riba? Lalu mengapa Anda masih melakukan riba?

Sekali lagi mari tinggalkan ini dan bersabarlah agar terhindar dari kebencian Allah. Tidakkah Anda merasa susah ketika Anda dibenci atasan Anda, kawan dekat Anda, atau orang yang Anda cintai? Maka tidak ada perasaan yang lebih susah dari pada dibenci Allah, Tuhan semesta alam yang menciptakan kita semua.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(QS. As Saff ; 2-3)

LALU APA YANG DAPAT KAU BANGGAKAN DENGAN INI SEMUA?

Maka bersabarlah dan belilah barang-barang kebutuhan Anda secara tunai atau paling tidak bukan dengan cara transaksi ribawi.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

PETANI YANG MENYUBURKAN LADANG ORANG LAIN

Setiap hari mencari rejeki, kita bagaikan petani yang menggarap sawah dan ladang masing-masing. Dan setiap hari juga kita sering melihat para petani ini sibuk dengan ladangnya sendiri-sendiri. Pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam. Menggarap, menanam, menyiram dan memupuk, dan tak jarang kita menjaga dari hal yang merusak tanaman dan ladang kita.

Bercita-cita mendapatkan hasil panen yang bagus, seringkali kita terlena menganggap ini lah hal yang paling penting kita lakukan setiap hari agar hasilnya nanti sempurna. Kita hanya memikirkan ladang dan diri sendiri. Tak hanya hama yang kita anggap mengganggu, bahkan beberapa kali, Tuhan yang menciptakan musim kemarau pun dianggap telah mengganggu hasil pekerjaan kita.

Ditengah keegoisan kita, ada seorang petani yang hasil ladangnya berlimpah dengan kualitas nomer satu. Berbeda dengan hasil ladang petani lain dengan lokasi yang tidak berdekatan. Penasaran akan hal itu, seorang mahasiswa calon insinyur petanian bertanya pada petani ini. Mengapa ladangnya dan ladang-ladang disekitarnya memiliki panen melimpah dengan kualitas nomer satu.

Petani ini menjawab, “Saya membagi bibit unggul yang saya miliki pada petani-petani yang berdekatan serta memberi mereka pupuk yang terbaik. Saya juga mengairi ladang-ladang mereka. Saya ikut membantu mengusir hama dari ladang mereka.”

Petani ini melanjutkan, “Mas calon Insinyur, dengan cara seperti ini lah ladang saya menghasilkan panen terbaik. Perhatikanlah, jika saya tidak memberi bibit yang unggul pada petani disekitar dan bibit mereka jelek, maka angin akan menerbangkan serbuk sari bibit jelek tadi ke ladang saya. Perkawinan serbuk sari yang kualitasnya jelek itu akan berpengaruh buruk pada tanaman saya.”

“Jika saya tidak mengaliri ladang mereka, tanah mereka menjadi tidak subur, unsur hara dalam tanah pun rusak. Maka hal itu juga akan berpengaruh pada tanah ladang saya yang ada disekitarnya.”

“Jika saya tidak membantu mereka menghalau hama, maka bisa jadi ladang mereka menjadi sarang hama dan menular ke ladang saya. Itulah yang saya lakukan. Sederhana, tidak ada yang istimewa namun Tuhan memberikan hasil yang istimewa pada ladang saya dan petani disekitar.”

Mahasiswa ini menyimpulkan bahwa ketika berbuat baik pada orang lain, faktanya adalah orang tersebut sedang berbuat baik pada diri sendiri.

Membantu orang lain, ternyata itu adalah bantuan untuk diri sendiri. Memberikan modal pada orang lain juga berarti bahwa kita sedang berusaha mensejahterakan diri sendiri.

Ilmu ladang ini sangat berguna dalam kehidupan karena sesungguhnya kitapun sedang berladang untuk kehidupan kita. Ilmu TABUR dan TUAI saja belum cukup. Kita juga masih harus MENYUBURKAN ladang orang lain untuk kesuburan ladang kita sendiri.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

UANG MEMANG PENTING TAPI BUKAN SEGALANYA

Sahabat, apakah Anda tahu apa alasan Anda melakukan pekerjaan setiap hari? Uang? Mengapa? Tidak ada yang lain? Sering kali kita terjebak dalam asumsi yang sepertinya benar tapi berbahaya menyesatkan.

Dengarkanlah ungkapan ini, “Uang Memang Bukan Segalanya, tetapi Segalanya Butuh Uang.” Entah siapa yang pertama kali menciptakan kalimat penuh daya hipnotis ini. Kalimat pertama yang langsung direspon oleh pikiran Anda bahwa itu adalah sebuah kebenaran yang dengan cepat disusul oleh kalimat yang mengarahkan pikiran Anda pada arah yang berbeda. Saking cepatnya, pikiran Anda tidak sempat menyaring pesan dibalik kalimat itu.

Lihatlah kejadian ini, dalam sebuah seminar wirausaha seorang pemuda menghampiri seorang pengusaha muda. Dengan canggung pemuda ini memulai percakapan,

Selamat pagi, Pak. Senang bisa bertemu Anda dan saya sangat ingin menjadi kaya raya seperti Bapak.” Bilang pemuda ini.

Pengusaha ini bertanya, “Sebagai seorang pemuda, berapa kekayaan yang Anda inginkan saat ini?

Bagi saya, Satu Miliar Rupiah sangatlah hebat, Pak.” Jawab pemuda ini.

Mas, maukah Anda mendapatkan Satu Miliar Rupiah dari saya tapi Anda harus menukarnya dengan kedua mata Anda? Maukah Anda menukarnya dengan kedua lengan Anda? Maukah Anda menukarnya dengan kedua kaki Anda? Dengan jantung Anda? Dengan Hati Anda? Dengan otak Anda?” Kata pengusaha muda ini sambil tersenyum dan kemudian melanjutkan, “Anda sudah sangat kaya dan kekayaan Anda melekat pada diri Anda, Mas.

Di tempat lain, sebut saja Ali, seorang manajer di sebuah perusahaan terkemuka yang selalu berangkat ke kantor setengah enam pagi hari dan baru pulang biasanya jam sembilan malam, bahkan tidak jarang ia sampai rumah jam sebelas malam.

Malam ini Ani anaknya yang masih berumur tujuh tahun sengaja menunggu Ali, ayahnya, pulang dari kantor yang sekitar jam sebelas malam baru sampai rumah saat itu.

“Ani, kenapa kamu belum tidur, Nak?” Tanya Ali sambil melempar senyum pada anaknya.

Aku sengaja nunggu Papa karena ada yang mau aku tanyakan, Pa.” Jawab anak perempuan yang lucu ini dengan kepolosannya.

Kamu mau tanya apa?” Tanya Ali lagi.

Berapa gaji Papa sebulan, Pa?” Lanjut Ani.

Sambil membereskan pakaian ganti karena Ali segera ingin mandi, Ali menjawab, “Kamu hitung sendiri ya, Papa sehari dibayar Rp. 700.000 dan Papa bekerja rata-rata selama sepuluh jam sehari dan bekerja selama 24 hari sebulan.

Oh, berarti Papa digaji Rp. 70.000 sejam ya? Boleh aku pinjam uang Lima Ribu rupiah aja, Pa?” Minta Ani.

Ani! Kamu mau apa sih, malam-malam begini tanya gaji terus pinjam uang segala. Papa capek besok harus bekerja lagi. Sudah, kamu tidur sana!” Sergah Ali dengan keras.

Dengan wajah sedih, Ani menundukkan kepala tidak berani menatap Papanya, berbalik badan dan berjalan dengan lemas menuju kamarnya.

Ali merasa bersalah karena berbicara keras pada anaknya yang lucu itu, tak lama kemudian ia menyusul kekamar Anaknya. Terlihat Ani sedang duduk sedang memegang celengannya.

Maafkan Papa sudah bicara keras sama kamu, Nak. Kalau kamu mau beli mainan, besok Papa belikan ya, tidak perlu meminjam uang segala. Saat ini sudah malam, kita tunggu sampai besok ya.” Jelas Ali kepada Ani

Ani gak mau beli mainan, Pa. Ani Cuma mau main sama Papa setengah jam saja. Karena kata Mama waktu Papa sangat berharga. Ani sudah hitung gaji Papa dan Tabungan Ani cuma Rp. 30.000, untuk meminta waktu Papa setengah jam membutuhkan Rp. 35.000, makanya Ani mau pinjam Lima ribu supaya bisa main sama Papa.” Jawab Ani sambil menangis.

Napas Ali menjadi sesak dengan mata berkaca-kaca, sama seperti sesaknya napas saya dan mata yang mulai berair ketika menulis kembali sebuah cerita yang pernah saya baca dari sebuah buku ini.

Sahabat, uang memang penting, tapi bukan segalanya. Seorang filusuf Cina, Konfusius, memiliki tiga pertanyaan dahsyat bagi saya sampai saat ini. Jika ingin sukses, jawablah tiga pertanyaann ini, 

  1. Apakah Anda sadar bahwa ada orang-orang yang mencintai dan mendukung Anda untuk menjadi sukses?
  1. Apakah Anda memiliki orang-orang yang Anda cintai?
  1. Apakah Anda tahu apa yang Anda lakukan esok untuk mencapai kesuksesan itu?

Jika Anda bisa menjawab semua pertanyaan dengan YA, Anda adalah orang yang bahagia. Kebahagiaan bukan uang dan uang tidak secara sederhana langsung membuat Anda bahagia. Di meja kerja, saya menempelkan selembar uang Seratus Ribu Rupiah yang mengundang pertanyaan beberapa kawan saya. Bukan bermaksud sombong, tetapi saya sedang mengajarkan pada pikiran saya bahwa;

UANG adalah sekedar kertas dan tetaplah selembar kertas dan terus akan begitu. Uang itu tidak akan berguna sebelum aku membelanjakannya untuk sesuatu yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar. Yang aku cari bukanlah uang, tetapi manfaat yang bernilai dari uang tersebut yang akan membawa kebahagiaan bagi ku dan orang-orang sekitar. aku membuka pikiran ku untuk menerima keberlimpahan yang akan tersalurkan pada orang-orang disekeliling ku. Menjadi Gardu Rejeki yang tidak pernah menghamba pada Uang. Kebahagiaan adalah bukan tentang uang dan kekayaan yang sebenarnya adalah jika aku tahu cara menghasilkan uang, membelanjakannya, menyimpan, dan mengembangkannya, serta menikmatinya. Aku menikmati hidupku karena ada orang-orang yang mencintaiku dan aku cintai, dan aku menikmati apa yang aku kerjakan.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

SAKIT KEPALA? BERSUJUDLAH

Bagi orang kota, sakit kepala mungkin sudah biasa. Karena biasa, itu malah mengganggu. Sebentar-sebentar seseorang bisa mengalami sakit kepala. Dari mulai sekala ringan, lalu sedang, bahkan hingga yang sangat menyakitkan.

Menurut penelitian, 75% penyakit yang diderita orang kota adalah psikosomatis. Artinya ada 25% yang memang sakit kepala karena gangguan fisiologis.

Walaupun berbeda, kedua penyebab diatas memiliki dampak yang sama. Memang sering kali ketika sakit kepala karena gangguan fisiologis dapat sembuh dengan beristirahat atau jika intesitasnya agak berat, seseorang dapat minum obat anti sakit kepala. Namun sakit kepala karena psikis akan terus berlanjut walau sudah istirahat dan minum obat.

Apakah ada obatnya? Ada, Emotional Therapy seperti hipnoterapi dan sejenisnya. Anda yang tidak memiliki kenalan terapis atau letak klinik yang jauh dari rumah Anda malah membuat Anda repot, salah-salah malah membuat Anda makin sakit kepala.

Yang sederhana, obatnya ada dirumah Anda, dalam diri Anda, bahkan lebih dekat dari urat nadi Anda. Yaitu Allah.

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16]. 

Masih ingat pembahasan kita sebelumnya bahwa penelitian menemukan titik Tuhan yang terletak dalam otak kita? Nah, itu Artinya Allah benar-benar lebih dekat dari urat leher kita.

Saat sholat, nikmatilah aktifitas sujud Anda, karena hanya dalam kondisi tersebut seluruh pembuluh darah yang terkecilpun dapat teraliri darah. Hanya dalam kondisi tersebut artinya tidak dapat terjadi saat kita berdiri, duduk, atau tidur, hanya saat sujud. Gerakan sujud ini bahkan sekarang sudah sangat populer masuk dalam gerakan yoga.

“Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih”

“Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung dan dengan puji-Nya”

Sambil membaca dan meresapi maknanya, Anda menikmati aliran darah yang mengalir keseluruh pembuluh darah di otak Anda. Darah membawa oksigen dan nutrisi akan menyegarkan seluruh bagian otak. Kenyamanan akan segera Anda rasakan. Nikmatnya Sujud.

Bersujudlah karena kita hanyalah butiran debu dialam semesta.

Bersujudlah karena Allah yang menggenggam hidup kita.

Bersujudlah karena kita memang membutuhkannya.

Bangaimana dengan Anda yang tidak melaksanakan Sholat, ambilah gerakan sujud tanpa bermaksud mencederai keyakinan Anda dan berikan pikiran Anda sugesti-sugesti positif (yang saya bahas dalam tulisan-tulisan sebelumnya) yang akan menyembuhkan sakit kepala Anda.

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

Seri Psikologi Organisasi: BELAJAR BERORGANISASI DARI KEHIDUPAN KELUARGA

Hampir setiap orang paham bahwa definisi organisasi adalah kumpulan beberapa orang yang memiliki kesamaan-kesamaan dan karena kesamaan tersebut mereka sengaja menghimpun dirinya dalam satu wadah. Sudah sewajarnya, yang namanya kumpulan mesti memiliki struktur, paling tidak sedikitnya ada dua tingkatan dalam struktur tersebut, yaitu ada pemimpin dan ada pengikut.
 
Saya secara awam memandang organisasi ini dalam dua bentuk yaitu informal dan formal. Anda tentu sudah tahu bahwa organisasi pecinta hobi tertentu merupakan salah satunya. Sama-sama naik Suzuki Ertiga, kemudia mereka membentuk kumpulan Ertiga Club, misalnya. Sama-sama pecinta pesawat mainan, kemudian mereka juga membentuk perkumpulannya. Dalam organisasi macam ini, seseorang dapat dengan mudah dating dan pergi, berbeda halnya dengan organisasi yang formal. Pernikahan merupakan salah satu organisasi formal. Organisasi ini dalam pengukuhannya bukan hanya disaksikan oleh orang yang berkepentingan tapi juga banyak pihak. Ada nya pencatatan pengukuhan dan saksi-saksi menambah formalitas lembaga perkawinan. Dalam organisasi ini tidak mudah bagi seseorang untuk datang dan pergi, banyak aturan yang membatasi. Organisasi formal lainnya adalah yang terdapat di dalam kehidupan kantor. Struktur dalam kantor merupakan organisasi yang formal juga.
 
Tantangan dalam organisasi formal adalah Interpersonal Conflict atau konflik antar pribadi. Ketika terjadi konflik ini seseorang tidak akan dengan mudah meninggalkan organisasi ini. Seorang istri yang berkonflik dengan suaminya tidak dapat dengan mudah meninggalkan lembaga ini. Untuk bercerai, mereka harus melalui prosedur yang tidak sederhana. Dan terkadang ada pertimbangan manfaat jika harus berpisah, sebagai contoh kerena keberadaan anak ditengah-tengah keluarga yang berkonflik dan sering kali pada akhirnya si istri memaksakan diri untuk tetap bersama. Jika ini terjadi, organisasi atau lembaga rasanya adalah tempat terburuk didunia.
 
Konflik sering kali disebabkan karena hal sederhana, walaupun tentu ada kalanya hal-hal besar menyebabkan konflik. Seperti contoh;
 
Seorang istri baru saja selesai menghadiri seminar manajemen keluarga yang didalamnya diajarkan manajemen konflik. Dalam manajemen konflik itu diajarkan untuk menginventarisir hal-hal positif dan negative dari masing-masing pasangan. Si istri berkata, “Pah, ini ada formulir, ayuk kita isi. Tolong tulisin hal-hal positif dari Mamah dan hal-hal negatifnya menurut Papah. Nanti Mamah juga akan menuliskannya tentang Papah.”
 
Si Papah menerima lembaran formulir sambil senyum-senyum.
 
Si Mamah mulai menulis sedangkan si Papah memerhatikan istrinya sambil senyum-senyum.
 
“Ayo Pah tulis, kok malah senyum-senyum.” sergah istrinya yang kemudian melanjutkan menulis dengan semangat. Dari gayanya terlihat, sepertinya daftar dosa dan pahala suaminya sangat panjang.
 
Sudah beberapa menit berlalu, si istri masih menulis dan hampir menyelesaikan daftar tersebut dan si suami mulai menulis sambil tersenyum dan tak sampai satu menit ia telah selesai.
 
“Udah nulisnya, Pah?”
 
“Sudah, Mah.”
 

“Ya udah, siapa dulu yang mau bacain daftarnya, Pah?”

“Silakan Mamah duluan.”

 
Kemudian istrinya mulai membacakan hal-hal positif mengenai suaminya dan tak berapa lama hal itu selesai dan ia lanjut membaca hal-hal negatifnya. Rupanya pembacaan hal-hal negative berdurasi lebih panjang dari hal-hal positifnya. Ini menandakan suami memiliki lebih banyak hal negative ketimbang positif di mata istrinya.
 
“Nih yah, Pah. Papah sering kali gak mengerti perasaan aku, saat aku maunya apa tapi malah jadi bikin marah.”
 
“Papah juga sering kurang percaya diri kalo disekitar teman-teman kantor ku dan itu bikin aku malu, Pah.”
 
“Trus, Pah. Maaf yah Pah. Penghasilan kita hamper sama dan bahkan beberapa kali penghasilan Mamah lebih besar dari penghasilan Papah. Teman-Teman ku di kantor, penghasilan suaminya lebih tinggi dari istrinya, Pah.”
 
Dan masih banyak lagi daftar keluhan si istri sampai agak beberapa lama kemudian ia berhasil menyelesaikan daftar keluhannya dan tersadar suaminya dari tadi hanya senyum-senyum mendengarkan daftar “dosa-dosa suami” dibacakan
 
“Kok Papah senyum, senyum, sekarang giliran Papah yang baca tentang Mamah supaya kita bias mengetahui apa yang harus kita perbaiki..”
 
“Baik, Mah. Ini kertasnya.”
 
Si istri menerima kertas tersebut dalam kondisi terlipat seraya bingung dalam pikirannya kenapa kertas tersebut tidak dibacakan tapi malah diberikan, dan ia juga penasaran apa yang ditulis suaminya dalam waktu yang sangat singkat padahal dia sendiri menghabiskan waktu yang lama untuk menuliskan daftar tentang suaminya. Lalu ia mulai membuka kertas tersebut terbacalah apa yang dituliskan suaminya.
 
“BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
 
ALLAH TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA BENTUK DAN ALLAH TELAH MENCIPTAKAN KAMU SEBAGAI ISTRI TERBAIK UNTUKKU.
 
BUKANLAH AKU YANG HARUS MENUNTUTMU MENJADI ISTRI YANG TERBAIK TETAPI AKULAH YANG HARUS BERUSAHA UNTUK MENJADI SUAMI TERBAIK UNTUK KAMU.
 
SEMOGA ALLAH MERIDHOI.” Demikian isi kertas tersebut
 
Tangan istrinya gemetar setelah membaca, matanya mulai mengucurkan air mata, dalam pikirannya kacau. Ia yang selama ini merasa lebih tahu dengan mengikuti seminar ini dan itu, yang mengajarkan cara-cara menjadi baik tetapi yang ada hal-hal tersebuthanya mengajarkannya untuk membuat tuntutan untuk kepentingannya sendiri. Ia malu-se malu malunya karenanya.
 
“Maafkan Mamah, Pah. Mamah lupa diri karena Mamah merasa tahu semuanya dan ternyata Mamah lupa bahwa Mamah belum pernah berusaha untuk menjadi istri Papah yang baik.”
 
Ini lah yang sering terjadi dalam rumah tangga, ke alpaan pikiran kita untuk berpikir dan merasa mengapa kita menikahinya. Membanding-bandingkan dengan orang lain malah bukan membuat dirinya bijaksana namun membuatnya lebih banyak menuntut.
 
Sebagian besar perselingkuhan di kantor karena suami atau istri membandingkan pasangannya dengan teman sekantornya kemudian menuntut pasangannya untuk menjadi seperti perbandingan itu padahal dengan berfokus memikirkan bagaimana menjadi pasangan yang terbaik dari pada menuntut pasangannya menjadi yang terbaik. Bukankah menuntut diri sendiri lebih mudah dari pada menuntut orang lain?
 
Ini juga yang terjadi dalam konflik antar pribadi dikantor. Orang-orang tidak menyadari posisi dan perannya, setiap orang ingin mengatur dan yang muncul hanyalah tuntutan karena harapannya tidak terpenuhi. Pemimpin menuntut bawahannya tanpa memerhatikan apa yang seharusnya ia lakukan dan sebaliknya begitu juga bawahannya menuntut atasannya tanpa pernah berpikir bagaimana mereka menjadi pengikut terbaik.
 
 
 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(Ar Ruum : 21)
 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya