Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

21 Articles

INVESTASI BUKAN (hanya) MATEMATIS, TETAPI (juga) PSIKOLOGIS

Dahulu, saya menganggap bahwa investasi adalah urusan bank dan juga lembaga keuangan lainnya yang saya tidak tahu apa itu. Investasi benar-benar alien bagi saya. Lalu saya mulai belajar tentang apa itu investasi. Diawal masa belajar, saya (seperti kebanyakan orang lainnya) menganggap bahwa investasi adalah benda matematis dimana semua isinya adalah perhitungan matematika. Seperti; berapa dana (modal) yang akan dinvestasikan, berapa tingkat pengembalian atau bunga yang diperoleh, jika dikalikan keduanya maka berapa yang akan saya dapatkan dalam beberapa tahun kedepan. Namun ternyata saya salah. Investasi bukanlah benda matematis, tetapi perihal psikologis.

Yang paling mudah untuk dilihat, beberapa diantaranya, adalah melonjaknya harga emas ditahun 2008 dan 2009 an, dimana orang tidak percaya kekuatan dolar Amerika dan mereka menukarkan dolar dengan emas sehingga permintaan akan emas meingkat tajam yang mengakibatkan harga emas melambung.

Kedua, adalah yang baru-baru saja terjadi, yaitu melonjaknya harga dolar Amerika. Persediaan dolar Amerika di Indonesia menipis karena isu tapering off Quantitative Easing. Quantitative Easing adalah kebijakan bank sentral suatu negara untuk “membanjiri” masyarakat dengan cash sehingga pasar akan bergairah karena mudah mendapatkan kredit karena kemampuan membayar yang tinggi dan tentunya akan menggerakkan roda perekonomian negara tersebut. Namun akhir-akhir ini pemerintah Amerika berencana mengontrol kembali jumlah uang tunai yang beredar. Hal ini ditanggapi oleh investor dengan menukarkan rupiahnya dengan dolar Amerika agar ketika kebijakan ini jadi dijalankan, mereka tidak kekurangan dolar. Perlahan lalu pasti, dolar menghilang dipasaran dan membuat Rupiah tertekan dan nilainya jatuh. Mengapa Rupiah jatuh dan bertekuk lutut dihadapan Dolar Amerika? Psikologis! Mereka lebih percaya dolar ketimbang Rupiah. Percaya atau tidaknya seseorang adalah bukan matematis melainkan psikologis. Ditambah lagi, orang-orang yang tidak mencintai negaranya sendiri, Indonesia Raya, ikut-ikutan memborong Dolar Amerika yang malah membuat nilai Rupiah makin menyusut.

Satu lagi, harga-harga saham yang sangat bergantung pada harapan atau ekspektasi investor. Saat investor percaya bahwa sebuah saham harganya akan naik dan kemudian orang-orang ikut memercayai hal tersebut, maka permintaan akan saham tersebut meningkat dan dengan demikian meningkatkan harga saham tersebut. Sebaliknya, orang-orang akan menjual sahamnya saat mereka tidak memercayai bahwa perusahaan tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang baik ditahun yang sama, maka setiap orang menjual saham perusahaan tersebut yang membuat persediaan saham perusahaan tersebut  berlimpah dipasar kemudian menuruhkan harga saham tersebut. Nyatanya, di tahun 2008 beberapa perusahaan dipercaya tidak akan memberikan keuntungan yang baik hingga sahamnya jatuh, namun tetap saja perusahaan tersebut dapat menciptakan untung besar diakhir tahun.

Melonjaknya harga emas, dolar, dan saham, sangat dipengaruhi oleh keputusan psikologis bukan matematis.

 

Hal serupa juga terjadi saat kita memutuskan apakah memulai investasi atau menundanya. Jika semua orang berpikir matematis, maka tidak akan ada orang yang menunda investasi. Mari kita lihat contoh dibawah ini;

Ali memutuskan untuk berinvestasi lebih awal untuk persiapan masa pensiunnya sedangkan Amir menundanya hingga beberapa tahun lagi. Ali, yang memulai lebih awal, hanya mengeluarkan dana Rp. 72 juta dan mendapatkan dana yang jauh lebih besar dari pada Amir yang mengeluarkan uang lebih besar, yaitu Rp 168 juta. Jelas bahwa Investasi Bukan (hanya) Matematis, Tetapi (juga) Psikologis.

Tool diatas dapat di download dalam format Ms Excel disini.

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

PETANI YANG MENYUBURKAN LADANG ORANG LAIN

Setiap hari mencari rejeki, kita bagaikan petani yang menggarap sawah dan ladang masing-masing. Dan setiap hari juga kita sering melihat para petani ini sibuk dengan ladangnya sendiri-sendiri. Pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam. Menggarap, menanam, menyiram dan memupuk, dan tak jarang kita menjaga dari hal yang merusak tanaman dan ladang kita.

Bercita-cita mendapatkan hasil panen yang bagus, seringkali kita terlena menganggap ini lah hal yang paling penting kita lakukan setiap hari agar hasilnya nanti sempurna. Kita hanya memikirkan ladang dan diri sendiri. Tak hanya hama yang kita anggap mengganggu, bahkan beberapa kali, Tuhan yang menciptakan musim kemarau pun dianggap telah mengganggu hasil pekerjaan kita.

Ditengah keegoisan kita, ada seorang petani yang hasil ladangnya berlimpah dengan kualitas nomer satu. Berbeda dengan hasil ladang petani lain dengan lokasi yang tidak berdekatan. Penasaran akan hal itu, seorang mahasiswa calon insinyur petanian bertanya pada petani ini. Mengapa ladangnya dan ladang-ladang disekitarnya memiliki panen melimpah dengan kualitas nomer satu.

Petani ini menjawab, “Saya membagi bibit unggul yang saya miliki pada petani-petani yang berdekatan serta memberi mereka pupuk yang terbaik. Saya juga mengairi ladang-ladang mereka. Saya ikut membantu mengusir hama dari ladang mereka.”

Petani ini melanjutkan, “Mas calon Insinyur, dengan cara seperti ini lah ladang saya menghasilkan panen terbaik. Perhatikanlah, jika saya tidak memberi bibit yang unggul pada petani disekitar dan bibit mereka jelek, maka angin akan menerbangkan serbuk sari bibit jelek tadi ke ladang saya. Perkawinan serbuk sari yang kualitasnya jelek itu akan berpengaruh buruk pada tanaman saya.”

“Jika saya tidak mengaliri ladang mereka, tanah mereka menjadi tidak subur, unsur hara dalam tanah pun rusak. Maka hal itu juga akan berpengaruh pada tanah ladang saya yang ada disekitarnya.”

“Jika saya tidak membantu mereka menghalau hama, maka bisa jadi ladang mereka menjadi sarang hama dan menular ke ladang saya. Itulah yang saya lakukan. Sederhana, tidak ada yang istimewa namun Tuhan memberikan hasil yang istimewa pada ladang saya dan petani disekitar.”

Mahasiswa ini menyimpulkan bahwa ketika berbuat baik pada orang lain, faktanya adalah orang tersebut sedang berbuat baik pada diri sendiri.

Membantu orang lain, ternyata itu adalah bantuan untuk diri sendiri. Memberikan modal pada orang lain juga berarti bahwa kita sedang berusaha mensejahterakan diri sendiri.

Ilmu ladang ini sangat berguna dalam kehidupan karena sesungguhnya kitapun sedang berladang untuk kehidupan kita. Ilmu TABUR dan TUAI saja belum cukup. Kita juga masih harus MENYUBURKAN ladang orang lain untuk kesuburan ladang kita sendiri.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

RIBA (Bagian 2) – Larangan Riba

Setelah mengetahui bentuk awal dari riba, kini saatnya kita mengetahui dalil-dalil pelarangan riba yang berasal dari Al Qur’an dan Al Hadits;

Ar Rum : 39

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)

An Nisaa : 161

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih

Ali Imran : 130 – 132

130 Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

131 Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

132 Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

Al Baqarah : 275 ,276, 278, 279,

275 Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya

276 Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa

278 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman

279 Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Dari Jabir ra.: “Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengutuk penerima dan pembayar bunga, orang yang mencatatnya, dan saksi mata dari transaksi tersebut dan mengatakan. ‘mereka semua sama(dalam dosa)’

[Muslim-Kitab al Musawat, Tirmidhi, Musnad Ahmad]

Dari Anas ibn Malik ra.: “Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Ketika salah satu di antara kalian memberikan pinjaman dan yang meminjam menawarkan makanan, janganlah kamu memakannya; dan jika yang meminjam menawarkan tumpangan pada hewannya, janganlah kamu menaikinya, kecuali mereka sebelumnya sudah terbiasa dengan saling bertukar bantuan.”

[Baihaqi, 1344 H, Kitab Al Buyu’]

Diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudri bahwa pada suatu ketika Bilal membawa barni (sejenis kurma berkualitas baik) ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan beliau bertanya kepadanya, “Dari mana engkau mendapatkannya?” Bilal menjawab, “Saya mem-punyai sejumlah kurma dari jenis yang rendah mutunya dan menukar-kannya dua sha’ untuk satu sha’ kurma jenis barni untuk dimakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam“, selepas itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus berkata, “Hati-hati! Hati-hati! Ini sesungguhnya riba, ini sesungguhnya riba. Jangan berbuat begini, tetapi jika kamu membeli (kurma yang mutunya lebih tinggi), juallah kurma yang mutunya rendah untuk mendapatkan uang dan kemudian gunakanlah uang tersebut untuk membeli kurma yang bermutu tinggi itu.”

[H.R. Bukhari no. 2145, kitab Al Wakalah]

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,”Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri.

[HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim]

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,”Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyat dari pada 36 wanita pezina.

[HR. Ahmad]

Seandainya kami tidak khawatir tulisan ini menjadi terlalu panjang, maka kami akan mencari dan menambahkan dalil-dalil tersebut kedalam tulisan ini. Semoga yang sedikit ini dapat menjadi referensi keilmuan tentang terlarangnya riba.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

RIBA (bagian 1)

Semakin sadar masyarakat akan kebutuhan sistim keuangan Islami, semakin banyak produk-produk keuangan Islami diserbu pada nasabah. Salah satu yang menjadi alasan masyarakat memilih produk keuangan Islami adalah agar terhindar dari riba.

Lalu apa itu riba?

“Riba berarti pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil atau bertentangan dengan prinsip transaksi secara Islam.”  (Modul Sertifikasi Keahlian Asuransi Syariah Tingkat Dasar Islamic Insurance Society).

Jadi, riba dapat terjadi didalam dua jalan, yaitu melalui utang (pinjam meminjam) dan pertukaran (jual beli).

Riba dalam mekanisme pinjam meminjam tentu Anda telah paham. Jika Bapak A meminjam uang pada Bapak B dan menjanjikan akan membayar lebih banyak saat pengembalian, maka tambahan tersebut adalah riba dari pinjaman atau disebut riba qardh.

Dan ketika Bapak A tidak mampu melunasi sesuai dengan tempo yang ditentukan kemudian dikenakan denda (tambahan uang) maka denda (tambahan) tersebut juga termasuk riba atau biasa disebut riba jahiliyyah.

Lalu bagaimana dengan riba yang terjadi dalam jual beli?

Riba ini terjadi atas barang-barang ribawi. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang termasuk barang ribawi adalah emas, perak, gandum, sya’ir, kurma, garam.

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

Misal, Bapak A ingin menukarkan emasnya dengan bapak B maka yang harus dilakukan adalah

  1. Penukaran emas harus diselesaikan secara tunai saat terjadi akad. Tidak boleh ditunda.
  2. Kuantitasnya harus sama. 1 gram ditukar dengan 1 gram, 5 gram dengan 5 gram, dan seterusnya.

Jika Bapak A menyerahkan 7 gram dan Bapak B menyerahkan 5 gram, maka 2 gram selisih yang diterima Bapak B adalah riba. Riba ini disebut riba fadhl

Jika Bapak B menyerahkan emas nya, misal, dua hari kemudian setelah akad maka tambahan hari tersebut adalah riba yang dikenal dengan sebutan riba nasi’ah.

Apakah jika Bapak A memiliki emas 22 karat dan Bapak B memiliki emas 24 karat tetap harus ditukarkan dalam berat yang sama?

Benar, karena persyaratan pertukaran barang sejenis menurut hadits diatas hanya adala dua yaitu TUNAI dan SAMA KUANTITASNYA.

Bagaimana jika yang ditukarkan berbeda, misal emas dengan perak?

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim no. 1587)

Dari hadits diatas, pertanyaan sudah terjawab yaitu boleh dengan kuantitas berbeda namun tetap dilakukan secara tunai atau kontan.

Penjelasan diatas tidak terdapat uang, apakah pertukaran uang dengan uang baik dengan tambahan jumlah ataupun dilakukan tidak tunai juga disebut riba?

Para ulama berpendapat bahwa uang memiliki illat karena fungsi yang sama dengan emas dan perak yaitu sebagai alat tukar. Maka pertukaran uang dengan uang juga harus mengikuti ketentuan diatas.

Kecuali, pertukaran mata uang yang berbeda jenisnya, misal Rupiah dengan Dolar maka kuantitas bisa berbeda dan tidak harus 1 Rupiah ditukar dengan 1 Dolar. Namun tetap harus dilakukan secara TUNAI.

Semoga bermanfaat dan insyaa Allah kita akan lanjutkan dalam tulisan berikutnya, apa bahayanya riba, apakah ada agama lain selain Islam yang mengharamkan riba? Dan bagaimana bentuk riba dalam asuransi jiwa, apakah hanya dalam hal simpanan dan investasi ribawi atau pada pokok prinsip dan operasionalnya?

Namun sebelum berpisah, ada baiknya Anda menjawab pertanyaan dibawah sebagai bahan evaluasi.

 

Mari kita uji pemahaman kita tentang riba.

  1. Bapak A meminjam uang Rp. 100.000,- pada Bapak B dan berjanji mengembalikannya dalam waktu 2 hari. Dalam perjanjian Bapak A harus mengembalikan dalam jumlah yang sama.

Apakah ada riba?

Jika ada, riba apa?

 

  1. Bapak A meminjam uang Rp. 100.000,- pada Bapak B dan berjanji mengembalikannya dalam waktu 2 hari. Dalam perjanjian Bapak A harus mengembalikan dengan menambahkan Rp. 10.000 atas utangnya.

Apakah ada riba?

Jika ada, riba apa?

 

  1. Bapak A menukarkan beras jenis rojo sepat dengan beras jenis ciomas milik Bapak B. Karena beras rojo sepat kualitasnya lebih baik dari beras ciomas, maka Bapak A menukar 1 karung rojo sepat dengan 2 karung ciomas milik Bapak B. Beras ditukar tunai saat akad.

Apakah ada riba?

Jika ada, riba apa?

Catatan: Ada pendapat mengatakan bahwa beras memiliki illat yang sama dengan gandum dan kurma yaitu sebagai bahan makanan pokok yang dapat ditakar dan disimpan.

 

  1. Bapak A menukarkan 1 karung beras rojo sepat dengan 2 karung tepung terigu milik Bapak B secara tunai pada saat akad.

Apakah ada riba?

Jika ada, riba apa?

 

  1. Bapak A bekerja sebagai seorang pengendara ojeg bagi Bapak B. Bapak B membayar ongkos ojegnya dari sebuah bank ribawi yang bernama Bank Global Sentral Riba.

Apakah ada riba dalam penghasilan Bapak A?

Jika ada, riba apa?

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

THE REASONS YOU NEED AS-SALAM TRAINING CONSULTANT

Banyak yang tidak tepat mengartikan tugas seorang konsultan. Sebagian memahami konsultan sama seperti seorang trainer, sebagian lainnya mengetahui konsultan adalah sebuah komplimentari atau tambahan saja dalam sebuah manajemen untuk mengembangkan bisnisnya dengan hanya memberikan nasihat-nasihat saja.

tujuan-konsultansi

Lebih dari itu, mari kita lihat apa yang As-Salam Training Consultant lakukan untuk kliennya.

As-Salam Training Consultant mengawal perusahaan Anda untuk bertumbuh. Banyak teori fase bisnis dan dapat disimpulkan menjadi

Hal ini sekaligus sebagai indikator mapping dimana perusahaan klien As-Salam Training Consultant berada. Seperti sebuah tahapan pertumbuhan seorang manusia, tiap-tiap tahap harus dilalui dengan baik dan lengkap

Perusahaan tidak disarankacorporate-growthn pada posisi Running jika Value, Channel, dan Who nya belum tepat dan jelas dan terlaksana. Perusahaan juga belum disarankan masuk dalam tahapan Growing jika belum memiliki Culture, System, dan People yang terbentuk baik. Lalu, apa maksud dari gambar diatas secara umum?

Dalam tahapan Starting sebuah perusahaan baru memulai membuat transaksi dan sebelum transaksi terlaksana barang atau jasa yang perusahaan Anda jual harus memiliki value. Bukan sekedar benefit tetapi nilai yang menentukan kenapa pelanggan membeli dari Anda bukan dari yang lain. Jika perusahaan Anda adalah perusahaan asuransi jiwa padahal banyak perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, mengapa nasabah membeli dari Anda bukan dari agen perusahaan yang lain.

Channel adalah cara menjual barang dan atau jasa Anda barang-barang yang digunakan untuk umum mungkin dapat Anda jual secara massal, namun barang yang harganya mahal harus Anda jual secara pribadi dan eksklusif hal ini sekaligus menentukan WHO, siapa target pelanggan Anda. Agen asuransi pemula diajarkan untuk menjual asuransi kepada siapa saja sehingga dampaknya premi yang didapat rata-rata tidak besar. Jika hal ini menjadi kebiasaan, saat ia sudah menjadi senior dalam profesinya, ia tetap akan mendapatkan premi rata-rata dan tidak meningkat. Mereka membutuhkan pelatihan dan perubahan konsep mental.

Pada tahapan Running, bisnis Anda seharusnya sudah berjalan walau Anda sedang berada jauh dari bisnis Anda. Banyak bisnis yang ketika ditinggal pemiliknya menjadi berantakan. Pemilik yang sibuk memiliki agenda kegiatan diluar perusahaan menjadi malapetaka untuk perusahaannya. It should have been “A business is running with or without you around.” Maka dalam tahapan ini sebuah perusahaan harus memiliki Culture, System, dan People yang baik. Dan fase ini lah, Anda memerlukan As-Salam Training Consultant, yang akan membantu membentuk (program) software perusahaan, SOP dan Controling Dashboard.

Tidak hanya sampai disitu, perusahaan Anda harus berkembang menjadi lebih besar. Secara alamiah seseorang bisa saja bertumbuh menjadi lebih tinggi, tetapi hal itu tidak terjadi pada perusahaan. Perusahaan harus dikawal untuk bertumbuh. Perusahaan Anda harus memiliki tim ahli riset yang menghitung untung dan rugi jika Anda harus membuka bisnis baru dan tim ahli yang memikirkan dari mana sumber pembiayaannya. Setelah proses ini selesai, barulah duplikasi sitem dilakukan pada bisnis baru Anda dengan harapan hasilnya serupa dengan bisnis Anda sebelumnya yang sudah mapan.

Ingat, bisnis haruslah berbasiskan data bukan berdasarkan rasa sehingga Anda tidak salah dalam membuat keputusan. Wallau a’lam.

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya