Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

68 Articles

KEMATIAN ADALAH NASIHAT TERBAIK

Saya tidak butuh asuransi“. Begitu kata seseorang ketika ditawari asuransi. Kita sepakat bahwa yang dimaksud dengan asuransi di sini tentu adalah asuransi syariah dan kita sama-sama setuju bahwa asuransi syariah diperbolehkan berdasarkan fatwa para ulama.

Agen asuransi kadang akan melanjutkan dengan mengingatkan, “Pak, asuransi adalah bukan tentang kita yang akan mati, tetapi ini tentang orang-orang yang kita cintai untuk dapat melanjutkan hidupnya.” Memang prinsip dari asuransi adalah salah satunya memastikan keuangan keluarga tetap tersedia walaupun pencari nafkah meninggal dunia. Namun…

Namun… beberapa orang akan menjawab, “Allah yang akan memenuhi kebutuhan hamba-hambaNya.”

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Huud: 6).

Benar memang ayat tersebut adalah ayat Al Quran yang Mulia dan Allah Maha Benar dengan segala firmanNya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Allah ingin setiap hambaNya kembali padaNya dengan bekal pahala yang banyak.

Begini, pembaca yang baik. Katakan lah Anda sudah beramal kebaikan ketika Anda hidup, tidak mau kah Anda memiliki pahala kebaikan Anda yang terus mengalir saat Anda telah meninggal? Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkannya, akan kah Anda tinggalkan kesempatan itu?

Dengarkan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan;

Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apa yang kita tinggalkan bukan sekedar apa yang bisa membuat orang-orang yang kita cintai melanjutkan hidupnya. Bukan sekadar itu. Bukan sekedar apa yang bisa ditawarkan agen-agen asuransi konvensional. Tetapi juga bagaimana uang pertanggungan yang Anda tinggalkan untuk keluarga menjadi bernilai sedekah bagi Anda walau Anda sudah meninggalkan mereka.

Asuransi syariah adalah satu cara yang menjadikan Anda sebab mengalirnya pahala kebaikan dari apa yang Anda tinggalkan. Lalu, bukan kah hal ini baik bagi Anda?

Sungguh, Kematian Adalah Nasihat Terbaik.

 

 

BAGAIMANA CARA MEMOTIVASI AGEN ASURANSI JIWA SYARIAH

KENALI PRINSIP-PRINSIPNYA

Sudah lebih dari dua dekade, semangat berekonomi syariah di Indonesia semakin meningkat. Semakin banyak masyarakat Muslim yang mencari tahu tentang eksistensi dan esensi ekonomi syariah. Banyak kini yang sudah memutuskan untuk keluar dari riba dan sebagian besar lainnya sedang berjuang serta berusaha keras untuk keluar darinya.

Pun demikian, para praktisi juga bersungguh-sungguh untuk menegakkan tiang-tiang ekonomi syariah karena 20 tahun adalah waktu yang cukup lama namun sepertinya perjuangan belum boleh usai, nyatanya kontribusi keuangan syariah masih 5.3% (republika.co.id) terhadap ekonomi nasional di akhir tahun 2016.

Mari kita tengok terlebih dahulu persoalan yang masih ada saat ini. Kita tidak membahas tentang permasalah sistemik karena hal tersebut harus diperbaiki melalui sistem. Yang kita bahasa adalah persoalan individu yang harapannya ketika setiap individu praktisi keuangan syariah bangkit semangatnya dan benar akidahnya maka tegaknya ekonomi syariah di Indonesia adalah bukan lagi sekedar wacana.

MOTIVASI berasal dari kata MOTIVATION yang berarti, secara bebas saya mendefinisikannya dengan, MOTIVE for ACTION. Yaitu sebab musabab mengapa seseorang melakukan sesuatu.

 

Dalam sebuah kajian, Maslow mengelompokkan motive dalam sebuah hirarki. Yang paling bawah adalah motif paling dasar, semua orang membutuhkan hal ini. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan badaniyah seperti makan, minum, mandi, tempat tinggal, pakaian, istirahat, dan lainnya yang dibutuhkan badan kita. 

Dan kebutuhan tertinggi adalah menurut Maslow yaitu mengaktualisasikan diri. Kebutuhan orang untuk menerapkan ilmu dan pengetahuannya untuk menentukan cara hidupnya. Penjelasan terbaru, dalam kebutuhan ini termasuk kebutuhan spiritual. Dalam konteks seorang Muslim yaitu menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

 

PRINSIP MOTIVASI ISLAM

Prinsip atau pilar atau rukun motivasi Islami tentu bukan hanya sekedar nama dan bukan pula sekedar menambahkan kata Islami atau syariah pada prinsip-prinsip motivasi yang telah ada, walaupun bisa saja beberapa prinsip yang ada saat ini sejalan dengan yang Islam miliki.

Merujuk pada kehidupan salafusshaleh (orang-orang shaleh dalam tiga abad pertama setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah), tentu kita semua mahfum (faham) bahwa mereka selalu bersemangat melakukan semua aktivitas karena berharap surga. Mereka juga bergerak melakukan kebaikan karena takut akan siksa neraka.

Anda juga demikian, bukan? Jika Anda tidak seperti itu, maka tulisan ini bukanlah untuk Anda. Silakan tutup halaman ini namun terlebih dahulu share pada yang bisa memanfaatkannya.

(Lihatlah gambar di atas bahwa tujuan kita adalah Jannah/surga.) 

Apakah tidak boleh kita mengharapkan kebaikan di dunia? Boleh. Itu mengapa setiap hari kita meminta pada Allah 

Karenanya kita selalu berharap mendapatkan kebaikan di dunia sebagai modal untuk kebaikan di akhirat. Bagaimana maksudnya ini? Sabar, saya akan ceritakan dalam paragraf berikutnya.

Pada paragraf sebelumnya muncul pertanyaan tentang bagaimana hubungan kebaikan dunia dengan kebaikan akhirat. Setiap muslim akan masuk surga karena rahmat Allah dan rahmatNya diberikan pada kita salah satunya adalah karena kita mengerjakan keshalehan dan menjauhi laranganNya.

Amalan shaleh tersebut juga merupakan tiang-tiang dari agama Islam. Perhatikanlah gambar di atas pada bagian AKTIVITAS.

Haji adalah amalan shaleh yang dikerjakan dengan membutuhkan dua hal disamping niat yang harus dilakukan. Pertama Harta dan kedua Tenaga (kesehatan). Bagaimana tidak, kita berharap kebaikan dunia yaitu dengan harta dan tenaga supaya kita bisa pergi haji, padahal haji mabrur ganjarannya adalah penghapusan dosa. Mintalah pada Allah kekayaan dan mintalah pada Allah kesehatan. Sudah bisa melihat hubungan antara kebaika dunia dengan kebaikan akhirat?

Berzakat dan bersedekah pun membutuhkan harta, semakin banyak hartanya, semakin banyak pula zakat dan sedekah yang dikeluarkan dan semakin banyak juga kaum lemah yang tertolong maka semakin banyak pula kebaikan Anda yang dihitung di sisi Allah.

Sering kali, orang tidak berpuasa dan sholat juga karena alasan tak punya harta. Karena beralasan tak berharta, maka ia bekerja keras di bulan Ramadhan dan meninggalkan puasanya dengan alasan pekerjaannya terlalu berat membutuhkan tenaga karenanya ia tak sanggup jika tak makan siang. Begitu pula karena alasan kekurangan harta, seseorang tidak melakukan sholat.

Lalu bagaimana dapat menegakkan 5 (lima) tiang Islam ketika yang tersisa hanya syahadatain. Dan ini pun terancam batal jika kemiskinannya menyebabkan tidak bersabar dan tetap bersyukur. Karena tidak bersyukur merupakan kekufuran.

Carilah harta, bukan untuk kesenangan dunia, tetapi ketenangan dalam menjalankan ibadah yang nantinya akan mendapatkan kesenangan di akhirat.

Setiap aktivitas disebabkan oleh satu atau beberapa motif dan aktivitas juga berlandaskan pada faktor-faktor mentalitas. Seseorang yang sudah berlatih beladiri tidak ada jaminan bahwa ia menyukai perkelahian walau dalam keadaan membeladiri, saya pernah mendengar dari seorang praktisi beladiri yang mengatakan bahwa orang yang sudah lama berlatih beladiri belum tentu menang melawan orang yang belum pernah berlatih beladiri namun pemberani alias nekat. Keberanian adalah kondisi mental dan didasarkan oleh keyakinan-keyakinan.

Seorang tentara yang menjaga keamanan negara harus memiliki mentalitas baik yang meyakinai bahwa membela negara adalah bagian dari perjuangan mulia dan tinggi.

Bagaimana mungkin, agen asuransi syariah tidak memiliki keyakinan yang baik padalah ia beriman pada Allah, Malaikat, KitabNya, RasuNya, Hari Pembalasan, serta KetentuanQadha dan Qadhar. Maka setiap aktivitas untuk menegakkan tiang-tiang Islam harus didasari dengan keyakinan terhadap rukun iman.

Jika sudah demikian maka tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Kekhawatiran tidak dapat rejeki, rejeki diambil orang, dan lain sebagainya karena kita sudah memiliki keyakinan yang baik.

Tapi…

Tapi, bagaimana caranya agar keyakinan ini tetap terjaga?

Seorang pekerja yang sedang diawasi majikannya akan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan selalu merasa diawasi adalah kunci untuk menjaga keyakinan ini.

Ihsan adalah kita merasa melihat Allah ketika beribadah dan jika kita tidak bisa melihat Allah, Allah tetap melihat kita. Apa-apa saja yang bersifat mubah yang kita kerjakan jika diniatkan karena Allah akan bernilai ibadah dan setiap ibadah yang dilandasi dengan ihsan akan dilakukan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam

 

MUAMALAH SALAH SATU KUNCI SURGA

Orang beriman merindukan surga dan orang tak beriman takut meninggalkan dunia. Jika saja kita tahu bahwa dosa-dosa yang selama ini sudah diampuni dan kita bersih dari dosa, tentu kita akan berharap untuk segera berjumpa dengan Nya. Karena surga adalah isinya hanya kenikmatan dan tidak ada lagi kesulitan. Orang-orang yang tidak beriman takut mati karena merasa dunia adalah kenikmatan yang besar.

Sebelum masuk surga, kita harus melalui hari perhitungan. Perhitungan aktivitas kita selama di dunia. Ada dua yang akan di perhitungkan.

Perkara yang pertama kali dihisab adalah shalat. Sedangkan yang diputuskan pertama kali di antara manusia adalah (yang berkaitan dengan) darah.” (HR. An-Nasa’i no. 3991. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

dan penjelasan untuk hadits ini dari An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullahu yaitu;

Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Yang diputuskan pertama kali di antara manusia adalah (yang berkaitan dengan) darah’ menunjukkan pentingnya masalah darah. Sehingga hal itu merupakan perkara yang diputuskan pertama kali di antara manusia pada hari kiamat. Hal ini disebabkan karena agungnya masalah ini dan besarnya bahayanya.

Hadits ini tidaklah bertentangan dengan hadits terkenal di dalam As-Sunan, ‘Perkara yang pertama kali dihisab adalah shalat’, karena hadits yang ke dua ini berkaitan dengan urusan yang terjadi antara seorang hamba dan Allah Ta’ala. Adapun hadits ini berkaitan dengan urusan yang terjadi di antara sesama manusia.” (Al-MInhaaj Syarh Shahih Muslim, 1/167).

Betapa pentingnya urusan yang terjadi diantara sesama manusia yang bisa memasukkan kita kedalam surga atau sebaliknya menjerumuskan kedalam neraka.

Maka berhati-hatilah dalam urusan ini karena sering kali urusan ini terabaikan. Orang mengira bahwa agama hanyalah urusan antara hamba dengan Allah saja. Mereka tidak resah ketika mereka menyakiti saudaranya, mereka tidak gelisah ketika saudaranya hidup susah. Berhati-hatilah dalam urusan dunia.

Wallahu a’alam. 

 

 

HIDUP ADALAH PERJALANAN, KAU BISA PILIH DENGAN APA DAN SIAPA KAU BERJALAN

Tujuan umat Islam sangat lah jelas, yaitu mencapai surganya Allah. Layaknya mencapai tujuan, dunia ini hanyalah perjalanan.

Bayangkan bahwa Anda akan menuju, misalnya, Yogyakarta. Salah satu kota favorit saya. Anda bisa memilih apakah berjalan sendiri atau bersama teman. Anda juga bisa memilih menggunakan apa Anda menuju kesana, dengan pesawat, mobil, atau lainnya.

Seringkali, berjalan bersama teman akan mempermudah perjalanan kita atau terkadang malah menyulitkan. Mempermudah jika kita dan teman kita memiliki tujuan yang sama dan terlebih jika teman kita paham betul jalan menuju kesana, sehingga ketika kita hampir salah jalan, dia akan mengingatkan kita.

Seperti halnya perjalanan, hampir semua yang kita jumpai di jalan, kita akan biarkan dan tidak kita bawa. Karena kita tahu bahwa membawa barang-barang yang tidak diperlukan akan menyulitkan perjalanan. Risikonya kita tidak akan sampai ke tujuan. Kita hanya akan membawa perbekalan kita dan membawa barang yang kita jumpai dalam perjalanan hanya yang bermanfaat.

Ilustrasi diatas mencoba menjelaskan bahwa dalam perjalanan menuju surganya Allah, membutuhkan teman yang memiliki tujuan yang sama dan yang memiliki ilmu untuk menuju surga Nya. dengan demikian perjalanan kita akan lebih mudah.

Jika datang pada kita orang yang mengaku memiliki tujuan yang sama tetapi perilakunya tidak menunjukkan ilmu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu, dapat diartikan bahwa orang itu sedang berbohong atau orang itu adalah orang yang tidak memiliki ilmu (jahil).

Dan Anda dapat memilih cara yang sah untuk mencapai surga Nya Allah yaitu cara-cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Tulisan ini mengajak Anda, para pembaca untuk memilih teman yang baik dan cara yang sudah dicontohkan. Semoga hal ini dapat mengingatkan saya dan Anda semua agar langkah kita tidak teralihkan oleh urusan-urusan dunia yang tidak bermanfaat bahkan menyulitkan kita menuju surgaNya.

Wallahu a’lam. 

Wahai Agen Asuransi Syariah, Masih Kau Pakai Cara-Cara Konvensional?

 

Memerhatikan media sosial, saya berkawan dengan agen-agen asuransi jiwa syariah dan saya mendapatkan infografik ini dari orang-orang tersebut. Sepintas infografik ini menceritakan sesuai fakta tetapi, bagi saya, tanpa disadari hal ini merupakan pendangkalan akidah.

Apa yang terpikirkan oleh Anda ketika melihat dan membaca infografik ini? TAKUT PUNYA ANAK?

Ketika Anda merasa takut, jelaslah bahwa Anda sedang meragukan Allah. Bahkan binatang melatapun, Allah cukupkan rezekinya, apalagi dengan kita yang Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk.

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6)

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At Tin: 4)

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyukai umatnya dalam jumlah banyak,

“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik]

Tapi kan gambar-gambar itu bisa menjadi rambu supaya kita mempersiapkan diri untuk anak-anak kita nanti?!

 

Betul! Ayo kita hitung menurut apa yang dikatakan infografik tersebut.

Jika Anak Anda lahir tahun 2017 maka Anda harus mengeluarkan biaya membesarkan anak sebesar Rp. 3,05 M dan jika Anda menambah anak ditahun 2018, Anda harus mempersiapkan dana sebesar Rp. 3,17 M.

Untuk anak pertama, jika biaya hidup tahunan naik sebesar 5% (cek data inflasi http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/data/Default.aspx) selama 21 tahun, Maka tahun pertama Anda akan mengeluarkan biaya Rp. 85,4 juta dan bertambah 5% setiap tahunnya, artinya juga setiap bulan rata-rata Anda akan mengeluarkan biaya Rp 7,1 juta untuk anak pertama.

Untuk anak kedua, Anda harus mengeluarkan kira-kira Rp. 6,8 juta setiap bulan ditahun pertama jika Anda mulai mempersiapkannya sejak hari ini selama 22 tahun kedepan dan biaya ini meningkat sebesar 5% pertahun.

LIHAT jumlahnya, sebulan Anda harus mengeluarkan sekitar Rp. 14 juta. Trus, jika penghasilan Anda saat ini adalah UMR yang kira-kira Rp 3,6 juta apakah Anda bisa memiliki anak? Mikir! Gak mungkin kan? Lalu berapa penghasilan yang harus Anda miliki? Jika biaya kebutuhan Anak dialokasikan sebesar 14% dan biaya hidup lainnya sekitar 56%, serta biaya menabung, investasi, asuransi, bayar utang sebesar 30% maka penghasilan ideal untuk bisa memiliki 2 orang anak adalah Rp. 100 juta.

Ok, berapa lama lagi Anda memiliki penghasilan Rp. 100 juta jika menjalani pekerjaan yang ada dengan kenaikan penghasilan kira-kira 10%? 34.88 tahun dan saat itu Anda sudah melewati masa pensiun artinya sudah tidak berpenghasilan, dan itu juga berarti tidak mungkin Anda memiliki anak.

Tapi kan mereka bisa menjadi agen asuransi yang dalam 5 tahun penghasilan mereka bisa menjadi Rp. 100 juta.

Ayo, coba jujur! Berapa orang yang berpenghasilan Rp. 100 juta perbulan  di perusahaan asuransi tempat Anda bekerja? Banyak? Jangan tertipu dengan jumlahnya tetapi berapa persen dari total jumlah seluruh agen. Di sebuah perusahaan asuransi jiwa yang sangat besar di Indonesia yang katakan lah mungkin ada 1000 orang yang berpenghasilan Rp. 100 juta, tetapi dari jumlah keseluruhan 250.000 agen maka jumlahnya hanya 0,4%. Bagaimana jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia?  

Masihkan Anda mengatakan hal ini menjadi rambu untuk diperhatikan dalam mempersiapkan biaya hidup anak Anda? 

Sadarlah wahai agen asuransi syariah, jangan Anda takut-takuti nasabah Anda karena ini tidak halal bagi kita.

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (Shahih Sunan Abi Dawud)

Yang kedua, Anda sedang mengajak banyak orang untuk tidak meyakini bahwa Allah lah yang memberikan rezeki dan Allah lah yang mencukupkan rezeki kita.

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada ilah (sesembahan yang berhak) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS. Fathir: 3).

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah simpanannya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” (QS. Al Hijr: 21).

 

“Berhentilah menggunakan cara-cara konvensional padahal Anda adalah seorang agen asuransi syariah.”

1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya