Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

68 Articles

N.I.A.T. – Panduan Pencapaian Visi Anda

“Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya…” (HR. Bukhari)

 

Hadits di atas sudah sangat populer sehingga hampir semua orang mampu melafalkannya bahkan dalam versi bahasa Arab nya dan gambar di bahwanya mempertegas bahwa niat itu penting dibuat sebelum melakukan aktivitas.

Beberapa orang datang pada kami dan menanyakan bagaimana cara mencapai visi yang kita miliki. Visi merupakan gambaran masa depan yang kita harapkan terjadi pada diri kita yang lahir dari kebutuhan akan hal tersebut yang biasanya akan terukur sesuai dengan kemampuan yang kita miliki baik yang kita sadari ataupun tidak.

Ada kutipan menarik yang menyatakan bahwa, “Apa yang dapat dibayangkan dapat menjadi kenyataan.” Dapat menjadi kenyataan berarti Anda harus mengusahaan itu terjadi. Tetapi banyak juga orang yang mengatakan, “Saya dapat membayangkannya tetapi tetap saja tidak dapat mencapainya.”

Maka kami katakan, “Jika usaha Anda sudah maksimal, maka itu kita sebut takdir. Ya sudah, terima saja dan gunakan takdir itu untuk menjemput takdir lain atau dalam bahasa kekinian Accept and Utilize.”

Tapi jika Anda rasakan bahwa usaha Anda belum maksimal maka bisa jadi NIAT Anda perlu diperbaiki. Wallahu a’lam.

N.I.A.T adalah serangkaian alat (goal setting tool) yang insyaa Allah dapat membantu dalam mencapai visi Anda. Idealnya kita membahas dan mempraktikkannya dalam sebuah workshop tapi apa daya kita terbatas ruang dan waktu maka mari kita bahas saja secara singkat.

N = Need

I = Impact

A = Act Enthusiastically

T = Total

Visi Anda adalah sesuatu yang Anda butuhkan terjadi. Bukan hanya keinginan, kebutuhan memiliki konsekuensi berbeda. Ketika Anda lapar, Anda memerlukan makanan dan ketika tidak mendapatkannya maka akan terjadi masalah pada diri Anda, ini adalah KEBUTUHAN (Need). Dan setelah makan hingga rasa lapar Anda hilang, Anda melihat ada makanan yang menggugah selera Anda, Anda ingin mencicipinya. Ketika berfokus pada rasa lapar maka kejadian kedua hanyalah sebuah KEINGINAN (want) bukan kebutuhan karena konsekuensinya berbeda ketika Anda tidak bisa mendapatkannya.

Visi Anda haruslah yang memiliki konsekuensi besar jika Anda tidak bisa mencapainya, misalnya.

N = Dalam satu tahun sejak hari ini, yaitu tanggal 2 bulan 6 tahun 2018, saya dan ibu saya berangkat berziarah ke masjidil Aqsa. Saya sangat menyayangi Ibu saya, dan Ibu saya telah meminta pada saya untuk pergi kesana, saya tidak tahu umur masing-masing jika harus menunggu lama.

Anda melihat ada masalah jika ini tidak terjadi? 

 

Silakan isi dengan N Anda sendiri,

N = _________________________________________________________________________

 

I = Impact, adalah dampak positif yang akan terjadi pada hidup Anda ketika hal yang menjadi visi Anda terjadi. Dalam sebuah kelas pelatihan tenaga pemasar Asuransi Jiwa, ada seorang laki-laki yang memiliki visi untuk memiliki mobil dalam satu tahun. Ia membutuhkan (Need) hal tersebut agar terhindar dari hinaan mertuanya. Anda tahu kan dimana masalahnya jika hal ini tidak tercapai? Dan ketika kami tanya apa dampaknya pada hidup Anda saat hal ini terjadi, ia menjawab, “Saya bisa membawa keluarga saya tanpa khawatir mereka kepanasan atau kehujanan dengan demikian saya dapat fokus pada pekerjaan saya dan harapannya akan lebih berhasil dari sebelumnya. Ini yang kita sebut sebagai IMPACT.

Silakan isi dengan I Anda sendiri,

I = __________________________________________________________________________

 

Act Enthusiastically merupakan aktivitas yang menjadi jalan tercapai visi kita. Kita bukanlah penghayal yang hanya bermimpi (dreamful) tetapi kita orang-orang yang memiliki visi. Bagaikan anak tangga untuk mencapai sebuah ketinggian, Act Enthusiatically adalah rangkaian aktivitas terencana yang dapat kita lakukan dengan senang hati lantaran tidak terlalu sulit dan tidak pula terlalu mudah. Misal;

 

A = Untuk mencapai visi saya, sebagai agen asuransi, saya hanya harus bertemu dengan 10 orang setiap hari untuk menjelaskan manfaat asuransi yang perusahaan kami miliki dan tidak selesai sebelum pertemuan dengan 10 orang ini terpenuhi.

Bagi agen ini, bertemu dengan 10 orang baru setiap hari merupakan tantangan yang tidak terlalu sulit dan tidak pula terlalu mudah. Mungkin bagi Anda, Anda dapat menambahkan jumlahnya untuk mencapai tingkatan menantang.

Silakan isi dengan A Anda sendiri,

A = __________________________________________________________________________

Total, dalam setiap usaha pastilah ada ujian. Hal ini Allah ciptakan agar Anda mengetahui apakah diri Anda adalah orang yang bersungguh akan visi Anda atau hanya orang yang bermain-main menghabiskan waktu dengannya. 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi (QS Al Ankabut:2)

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Al Mulk:2)

Yang Anda perlu lakukan adalah menghadapi ujian-ujian tersebut dan melaluinya. Dibutuhkan ketahanan dan kesabaran agar menjadi sebab pertolongan Allah.

Untuk dapat Total, Anda hanya harus mengetahui hal-hal yang biasanya menjadi ujian kesabaran Anda dalam usaha ini. Anda dapat bertanya pada orang yang lebih dahulu berpengalaman dalam usaha ini tentang apa-apa saja yang biasanya menjadi ujian mulai dari yang ringan hingga yang berat. Misal, berikut adalah daftar ujian bisnis Anda sebagai agen asuransi;

  1. Ban motor/mobil kempes saat menuju kerumah calon nasabah.
  2. Pulsa telpon habis padahal Anda harus membuat janji temu.
  3. Calon nasabah menolak bertemu.
  4. Orang-orang menghina pekerjaan Anda.
  5. Di kejar anjing saat prospek.
  6. dan lain sebagainya

Dari daftar di atas, Anda dapat menyiapkan solusi untuk mengantisipasi ketika hal-hal tersebut benar-benar terjadi sehingga Anda menjadi Total dalam menjalani pekerjaan Anda.

Orang-orang yang bekerja Total akan mengeluarkan keluhan yang minimal dan sebaliknya, orang-orang yang bekerja minimal maka mereka akan Total dalam mengeluarkan keluhan.

Silakan isi dengan T Anda sendiri, rincikan apa yang akan menjadi persoalan di kemudian hari dan persiapkan cara mengatasinya sebagai antisipasi.

T = __________________________________________________________________________

 

Inilah penjelasan singkat yang dapat kami bagikan dan semoga hal ini dapat segera Anda gunakan untuk mengetahui kekuatan N.I.A.T. yang Anda miliki.

Semoga Allah memudahkan urusan Anda, amiiin.

Menjadi Agen Syariah, Tapi Belum Kaya Juga?

 

Setiap orang memerlukan harta untuk menopang kehidupannya. Tidak dipungkiri, makanan harus dibeli, pakaian pun demikian, juga tempat tinggal membutuhkan dana untuk dibeli atau paling tidak sewa. Karenanya kita perlu bekerja untuk mendapatkan bagian dari rezeki ini, yaitu harta.

Pertanyaannya adalah apakah setiap orang butuh kaya?

Jika jawabannya YA, lanjut jawab pertanyaan berikutnya, untuk apa kekayaan itu?

Bagaimana cara mendapatkannya? Dengan cara halal saja atau halal dan haram semua disikat?

Untuk dibelanjakan kemana kekayaan Anda ini?

Lalu ketika Anda meninggal dan banyak harta yg diwariskan, apakah Anda tahu bahwa Anda juga harus mempertanggungjawabkan harta itu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah hanya untuk yang telah meyakini betul hukum Allah. Bagi mereka yang masih sering melanggar ketentuan Allah walau penampilannya menyerupai agen syariah maka mereka membutuhkan pertanyaan tambahan tentang keimanan sebelum pertanyaan-pertanyaan di atas.

Jika Anda menjawab sesuai dengan ketentuan syariat dan Anda meyakininya dalam hati, maka Anda membutuhkan kekayaan.

Orang-orang sholeh jika diberi harta (kekuasaan) maka dia akan bertambah kesholehannya sedangkan orang-orang jahat ketika diberi harta (kekuasaan) dia akan bertambah kejahatannya.

Lalu bagaimana, jika Anda dengan kesholehan Anda dan Allah belum mengamanahkan kekayaan pada Anda?

Sabarlah, karena orang-orang sholeh atan tetap sholeh dengan ada atau tidak adanya harta. Hal ini berbeda dibandingkan orang-orang yang tertipu dunia, mereka akan merasa susah ketika tidak ada harta dan mereka akan tetap susah ketika padahal sudah diberi kekayaan, mereka akan dipusingkan dengan mencari cara bagaimana caranya agar semakin kaya, kalau memungkinkan dialah satu-satunya orang terkaya didunia dan mereka akan dibuat sulit dengan bagaimana melindungi dan mempertahankan kekayaannya seolah mereka akan hidup kekal di dunia.

 

BAGAIMANA ORANG-ORANG SHOLEH MENGELOLA HARTANYA?

Qana’ah —> Adl —> Zuhud 

Qana’ah adalah merasa cukup, dengan demikian kita bisa terhindar dari jebakan dunia. Ketika mendapatkan banyak, orang ini bersabar dan metika mendapatkan sedikit maka orang ini bersabar. Banyak atau sedikit dirasakan cukup baginya. 

Apakah Qana’ah artinya berhenti (stop) bekerja ketika sudah merasa cukup? TIDAK.

Anda baru berhenti bekerja ketika panggilan sholat dikumandangkan;

QS Al Jumu’ah : 9

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Perhatikan ayat di atas, bahkan ayat selanjutnya menerangkan bahwa setelah sholat, umat Islam diperintahkan bekerja lagi.

QS Al Jumuah : 10

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Orang beriman adalah bukan orang yang cengeng yang meminta libur setelah bekerja. Umat Islam hanya berhenti bekerja ketika sholat. Dan setelahnya, kita kembali bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah dan mengisi waktu dengan terus mengingat Allah dan karenanya kita akan mendapat keuntungan.

Kesimpulan Qana’ah, yaitu merasa cukup atas apa yang Allah rizki kan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan terus bekerja untuk mencari karunia Allah lainnya. Tentu Anda tahu bahwa ketika Anda sudah merasa cukup dengan apa yang Allah rizkikan dan kemudian saat itu Anda terus bekerja, maka secara matematis Anda akan memiliki kelebihan rizki? Itu lah rizki yang akan Anda sedekahkan.

Adl (Adil) adalah berarti menempatkan sesuai porsinya. Harta Anda yang berasal dari Allah hanya diperkenankan didapat dari cara yang halal dan dipergunakan pada jalan yang halal sehingga dalam membelanjakan hartanya umat Islam tidak pelit dan tidak juga berlebihan.

QS Al Furqan :67

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

 

Dan ketika kita yakin menafkahkannya di jalan Allah, maka hilanglah kekhawatiran bahwa harta kita akan berkurang karena Allah sendiri yang berjanji akan mengganti harta yang kita keluarkan di jalan Allah.

QS Saba : 39

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Dan terakhir Zuhud. Menurut Ibnu Taimiyah seperti yang dikutip olwh muridnya Ibnu Qayyim, zuhud artinya meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat. Zuhud tidak berarti harus hidup berkekurangan. Zuhud adalah ketika Anda menguasai sejumlah harta namun Anda terikat oleh harta tersebut.

Seperti yang terjadi pada Abdurrahman bin Auf ketika hendak hijrah ke Madihah dan ia dihadang orang-orang Quraisy dan dipaksa memilih harta atau agama barunya (Islam) yaitu jika ia membatalkan diri untuk berhijrah dan kembali ke agama lamanya maka mereka tidak akan mengambil hartanya namun jika ia bersikeras berhijrah maka ia dipaksa untuk meninggalkan hartanya karena mereka berdalih bahwa harta Abdurrahman bin Auf itu dikumpulkan selama ia di Makkah. Abdurrahman bin Auf yang adalah saudagar kaya meninggalkan hartanya dan dia tidak tertarik untuk mempertahankan hartanya daripada dia harus kehilangan jalan menuju Allah.

Juga yang terjadi pada Utsman bin Affan, begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, dan sahabat-sahabat lainnya yang kaya raya namun tidak tertarik untuk mempertahankan hartanya namun harus kehilangan Islam. Bagi Muslim, harta adalah sarana dan bukan tujuan sehingga umat Muslim menempatkan dunia (hartanya) dalam genggaman dan menempatkan iman (agamanya) dalam hati dan bukan sebaliknya. Umat Muslim dapat dengan mudah melepas hartanya tetapi tidak akan mungkin melepas keimanannya.

Karenanya Muslim yang zuhud dan qana’ah adalah orang-orang yang kaya (hatinya) yang tidak tidak menggantungkan hidupnya pada dunia (harta) namun menjadikan harta tersebut hanya sebagai sarana.

Lalu bagaimana jika ada agen asuransi syariah namun belum kaya juga?

Tanyakanlah padanya apa yang menjadi standar dalam kekayaan. Jika dia menjawab bahwa kekayaan haruslah memiliki rumah impian, mobil mewah, tamasya keliling dunia maka sesungguhnya dia agen yang sangat miskin bahkan ketika hartanya berlimpah untuk ukuran dunia.

Tetapi jika ia menjawab bahwa kekayaan itu bukan tetang berapa banyak harta yang dikumpulkan dan dihitung-hitung melainkan berapa banyak harta yang diinfaqkan melalui tangannya maka ia adalah agen suransi syariah yang sesungguhnya kaya walaupun ia belum terlihat memiliki kemewahan dunia dan lebih mementingkan membelanjakan hartanya dijalan Allah. Terlebih jika Allah karuniakan harta berlimpah, maka ia akan semakin kaya.

… Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

(QS Al Baqarah: 200-202)

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

MEMISAHKAN ASURANSI SYARIAH DARI AGAMA?

Memisahkan Asuransi syariah dengan agama (Islam) ibarat seperti memisahkan ikan dari air. Ikan akan tampak hidup tetapi usianya tidak panjang. Dia akan sekarat dan kemudian mati. Dan begitulah ketika sesuatu dipisahkan dari unsur alamiahnya. Sama seperti manusia yang harus hidup di dalam air selama terus menerus padahal tempat hidup alamiahnya manusia adalah di darat. 

Bagaimana mungkin asuransi syariah dipisahkan dari agama padahal esensi dari asuransi syariah adalah menjalankan perintah agama?

Banyak orang kini, entah mereka kurang paham atau kelompok oportunis yang hendak meraih keuntungan sesaat, yang menyuarakan bahwa asuransi syariah untuk semua. Memang tidaklah salah ketika yang dimaksud adalah dari sisi penggunanya, tetapi hal itu tidak demikian ketika ditinjau dari sisi pelakunya.

Asuransi syariah berisi aqidah (prinsip-prinsip kebenaran yang diyakini) yang menjadi dasar sistem keuangan syariah dan di dalamnya berisi larangan-larangan yang menjadi rambu agar tidak dilanggar ketika menjalankan aktivitas keuangan ini. Ini berarti sangat penting bahwa keuangan syariah dijalankan oleh pihak yang meyakini aqidah yang mengatur sistem keuangan syariah.

Secara sederhananya begini, bagi seorang seorang muslim yang berjualan bakso sapi dan pelanggannya bisa beragam yaitu baik muslim maupun non muslim. Begitu pula keuangan syariah, baik muslim ataupun non muslim dapat memanfaatkannya.

Dalam kasus lain, seorang muslim tidak akan menjual bakso babi atau daging yang diharamkan oleh syariah karena itu menjadi prinsip dasar yang diyakini dalam menjual bakso.

Apakah bisa seorang non muslim berdagang bakso sapi? Bisa saja, tetapi calon pelanggan muslim akan memiliki pertanyaan yang lebih banyak untuk memastikan kehalalannya walaupun di depan tokonya sudah dituliskan kata حلال (Halal) karena bagi sebagian besar orang akan bertanya-tanya, walaupun bahan baku dasar berasal dari bahan-bahan yang halal tapi belum tentu dengan bahan tambahannya, atau cara pengolahannya, atau alat-alat yang digunakan untuk memasak yang pernah dipakai untuk memasak daging haram.

Mengapa banyak pertanyaan muncul? Karena menjual makanan halal bukan hanya tentang menjual sesuatu untuk dimakan tetapi juga tentang prinsip-prinsip halal yang diyakini dalam mengolah dan menyajikannya. Dalam masyarakat spiritual seperti saat ini, agen asuransi non muslim secara umum memiliki tantangan yang lebih besar dalam membawa asuransi syariah.

Tentu ini tidak terjadi pada semua agen tetapi secara umum inilah yang terjadi sesuai pengamatan kami. Belakangan, hal ini juga terjadi pada agen-agen muslim yang memperlakukan asuransi syariah hanya sebagai sebuah produk jasa untuk dijual tanpa meyakini aqidah di dalam sistem keuangan ini.

Memang sebagian orang tidak mempermasalahkan hal ini yang penting agennya muslim, tetapi saat ini semakin banyak orang yang mempersoalankan hal ini. Aqidah dalam keuangan syariah membangun sistem keuangan syariah di atas pondasi ketakwaan (kepatuhan) pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Agen-agen muslim yang membawa asuransi syariah tetapi perilakunya tidak menunjukkan kepatuhan pada Allah akan menghadapi tantangan yang hampir sama besar dengan agen non muslim.

Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan ketidak patuhan pada hukum Allah diantaranya;

  1. agen syariah tetapi tidak segera menuju masjid ketika adzan berkumandang.
  2. agen syariah tetapi masih terlibat dalam utang riba tanpa alasan yang memaksa.
  3. agen syariah tetapi masih tidak peduli dengan hal-hal yang merusak diri sendiri dan lingkungan seperti merokok.
  4. agen syariah tetapi masih terlihat auratnya.
  5. agen syariah tetapi hanya mengejar dunia saja, terdengar dari kata-katanya yang hanya berisi urusan dunia.
  6. agen syariah tetapi masih berkata-kata tidak baik menurut syariah.
  7. dan beberapa perilaku lainnya.

Kesimpulannya, memisahkan asuransi syariah dari agama adalah hal yang mustahil karena lahirnya keuangan syariah adalah merupakan usaha untuk mencari sarana sistem keuangan yang tetap dapat mendekatkan diri pada Allah dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Anda yang benar-benar serius ingin menjadi agen asuransi syariah haruslah benar-benar memelajari kaidah-kaidah dalam ketentuan syariat dan meyakininya bahwa sistim ini didukung dengan prinsip-prinsip yang benar.

Dan siapa yang memisahkan sistem ini dari Agama (Islam) maka, percayalah, usaha Anda ini tidak akan berlangsung lama.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

KETIKA SAKIT, PERGI KE MONTIR?

Ketika sedang sakit, kemanakah Anda akan mengikhtiarkan kesembuhan? Ke seorang dokter atau ke seorang montir?

Saya yakin, hampir semua dari Anda akan menjawab “ke seorang dokter.” Dan ketika mobil Anda bermasalah, tentu Anda akan pergi ke montir, bukan ke dokter. Dan sebagian besar Anda lebih menginginkan mendapat penanganan dari spesialis dan ahli walau Anda perlu mengeluarkan biaya lebih mahal.

Inilah yang disebut keadilan, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan menyerahkan urusan pada ahlinya.

Begitu pula dengan asuransi syariah. Memang pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan, mengampanyekan keuangan inklusif dan saya menyetujui hal ini bahwa keuangan syariah dapat dimanfaatkan oleh siapapun.

Namun yang harus masyarakat perhatikan adalah, para praktisinya haruslah orang yang memiliki integritas dan kredibilitas. Kami mengkampanyekan, praktisi keuangan syariah haruslah ekslusif. Tidak semua orang bisa dan layak menjadi agen asuransi syariah.

Padahal dia sudah memiliki sertifikat dari asosiasi asuransi syariah? Sertifikat menunjukkan ia memiliki otoritas dan itu legal secara hukum namun ia belum tentu memiliki hak untuk melayani nasabah.

Banyak nasabah syariah saat ini yang menginginkan agennya memiliki dan menunjukkan nilai-nilai syariah.

Nasabah tidak suka melihat agen syariah yang masih membuka auratnya.

Nasabah mempertimbangkan konsistensi antara ilmu yang dibawa dan produk yang ditawarkan sesuai dengan kesehariannya.

Ketika rokok menjadi haram, ia akan memerhatikan apakah agennya merokok.

Ketika riba haram, ia juga tidak akan percaya pada agen yang masih membayar dan memakan hasil riba. Mobilnya dicicil dengan riba, rumahnya diangsur dengan riba, bahkan untuk menjamu makan saja agen tersebut menggunakan kartu kredit.

Ketika kejelasan dan pemahaman kaidah dan prinsip keuangan syariah dibutuhkan, calon nasabah tidak akan memercayai agen yang tidak mampu menjelaskan konsep dan prinsip syariah.

Ketika konsistensi antara omongan dan perbuatan dibutuhkan, nasabah tidak akan percaya pada agen yang tidak percaya pada syariat Islam. Dia mengatakan bahwa syariah itu bagus tetapi dia tidak meyakini ketentuan syariah yang lainnya selain muamalah asuransi syariah.

Ini mengapa tulisan ini menasihati diri saya sendiri dan Anda sebagai agen asuransi syariah dan juga Anda sebagai calon nasabah asuransi syariah.

JIKA Anda ingin memasarkan asuransi syariah, Anda harus memercayai syariah dan hidup Anda mencerminkan keyakinan Anda ini.

JIKA Anda ingin menjadi nasabah asuransi syariah, maka carilah agen asuransi yang mengakui bahwa dia meyakini syariah ini benar selain menguntungkan dan bermanfaat dan penjelasan serta perilakunya mencerminkan pemahaman dan keyakinannya.

APAKAH Anda akan memercayai suatu urusan pada orang yang tidak meyakini kebenaran atas urusan yang Anda percayakan?

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

Yang Agen Asuransi Syariah Lakukan pada Nasabahnya (DAKWAH-NAFKAH-SEDEKAH)

Anda seorang praktisi keuangan syariah? Jika Ya, Anda adalah pendakwah. Ya benar, Anda adalah seorang pendakwah. Karena menurut ulama, syariah berarti Apa yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dari hukum-hukum yang telah dibawa oleh Nabi dari para nabi, baik yang terkait dengan keyakinan, ibadah muamalah, akhlaq dan aturan dalam kehidupan. 

Dalam keuangan syariah, atau secara spesifik adalah asuransi syariah, maka Anda sedang mengajak orang-orang untuk mengikuti Anda ke jalan syariah. Konsekuensinya, Anda pun harus sudah berada di jalan syariah.

“Tapi saya menjadi agen asuransi syariah karena tujuan bisnis dan untuk mendapatkan komisi, lalu bagaimana?”  

Amalan (aktivitas/perbuatan) seseorang akan bergantung pada niatnya dan Anda akan mendapat apa yang Anda niatkan. Seperti yang sudah Rasulullah sabdakan;

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

(Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.)

Ibnu Al Jauzi memiliki konsep menarik bahwa jika dunia dan akhirat dikumpulkan, maka ikutilah akhirat dan dunia akan mengikuti. Tetapi jika Anda mengejar dunia, Anda akan kelelahan dan tidak mendapatkan akhirat.

Seperti ketika Anda kehausan dan Anda meminum segelas air putih, maka haus pun hilang. Keperluan dunia pun terpenuhi. Namun nilainya akan berbeda ketika sebelum minum Anda mengucapkan Bismillah, maka aktivitas minum tersebut menjadi ibadah untuk mencapai akhirat Anda dan dunia pun mengikuti yaitu dengan hilangnya rasa haus.

Ingat, hanya mengejar dunia, sama dengan Anda akan kembali haus dan mencari minum dan haus lagi dan mencari minum lagi dan selanjutnya demikian seperti itu tidak ada habisnya sampai Anda diwafatkan oleh Allah lalu kemudian Anda sadar bahwa Anda belum berbuat apa-apa untuk akhirat Anda, saat itu kesadaran kita sudah tidak berguna. Tetapi dengan meniatkan aktivitas Anda sebagai ibadah dengan membaca Bismillah ketika memulainya, Anda sedang berusaha mengumpulkan apa yang Anda perlukan di akhirat nanti.

Mari kita sepakati bahwa menjadi agen asuransi syariah ini adalah jalan dakwah dan ketika kita sudah sepakat, maka apakah yang kemudian membuat Anda dan saya bersemangat untuk menjalani pekerjaan ini?

 

1.  Dakwah adalah sunnah para nabi.

“Katakanlah (Muhammad)Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf:108)

Dan kita yang berdakwah, kita sedang meniru jalan para nabi. Anda bisa merasakan, paling tidak, sedikit dari yang dulu para nabi lakukan. Dulu, para nabi mengajak kaumnya dan umat manusia untuk bertauhid, hanya mengesakan Allah dan tiada tuhan selain Dia, kini kita hanya mengambil sedikit perannya saja yaitu mengajak orang-orang yang beriman untuk istiqamah (konsisten) menjalankan kehidupan sesuai syariah. Dalam ini adalah untuk memiliki instrumen keuangan yang sesuai syariah sementara diluar sana kita dikepung sistem keuangan ribawi dan yang bertentangan dengan syariah.

 

2. Dakwah adalah pekerjaan paling bergengsi.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat:33)

Siapakah yang lebih baik perkataannya? Mario Teguh? Tung Desem Waringin? Andrie Wongso? Atau, Andrie Setiawan (hehehe)? Tentu Anda ingat bahwa tiga orang pertama diatas dibayar mahal untuk bicara. Dan siapakah yang perkataannya yang lebih baik? ANDA! Ketika Anda menyeru kepada Allah, mengerjakan perbuatan baik dan mengatakan bahwa Anda adalah termasuk orang-orang yang beriman. Jika Mario Teguh dan lainnya itu memiliki gengsi dari pekerjaannya, maka pekerjaan Anda jauh lebih bergengsi karena Allah langsung yang akan membayar perbuatan Anda.

 

3. Dakwah memberikan multi bonus untuk Anda.

“Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Jika Anda mengajak orang lain kepada kebaikan dan orang tersebut melaksanakan kebaikan yang Anda sarankan, maka selain Anda mendapatkan pahala dakwah, Anda juga mendapatkan pahala kebaikan yang dilakukan orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Ini yang biasa kita sebut overriding, kan? Berapa overriding yang perusahaan Anda bayar? Allah membayar 100% dari pahala orang yang mengikuti ajakan kebaikan Anda tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Belum lagi jika orang tersebut mengajak orang lain, maka Anda akan mendapat pahala multi dan begitu seterusnya. Karenanya, dakwah jangan sampai hanya terjadi pada nasabah kita tetapi juga kita mendorongnya untuk mendakwahkannya pada orang lainnya.

 

4. Dakwah membuat Anda beruntung (lepas dari kerugian)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al Ashr:1-3

Dalam membawa asuransi syariah, Anda juga menasihati calon nasabah Anda tentang syariah dan tentu menasihatinya dengan cara yang sabar. Akkah akan melepaskan kerugian dari diri Anda.

 

5. Dakwah Anda di backing  oleh Allah.

 “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”  QS. Muhammad:10

Siapa yang tidak bahagia jika backing (pelindung) kita adalah Allah, Tuhan alam semesta. Bahkan terkadang, di backing tentara saja sudah membuat kita merasa aman dan bangga, apalagi ini, tidak tanggung-tanggung yang mem backing Anda adalah Allah.

 

6. Bayaran dakwah terus mengalir walaupun kita telah wafat.

“Barangsiapa yang mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan.” (HR Thabrani)

 Ini mirip seperti royalti yang penghasilan akan tetap mengalir walau Anda sudah meninggal dunia, bedanya adalah bayaran ini bukan mengalir ke ahli waris melainkan kepada Anda sendiri.

 

Ini lah mengapa saya memilih untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia dan ingin fokus ke dalam pelayanan keuangan/asuransi syariah karena saya menyadari betapa nilainya sangat besar. Saya bukan hanya mendapatkan penghasilan untuk menafkahi istri dan anak-anak tetapi saya juga dapat mengumpulkan pahala-pahala yang Allah dan RasulNya janjikan dari jalan dakwah. Dan Anda tahu, niat ini akan memberi keberkahan pada diri Anda untuk selalu merasa bersyukur dan cukup.

Beberapa dari mereka yang masih terikat dalam urusan dunia saja meragukan bahwa kita akan tetap terus produktif ketika sudah merasa cukup. Mari saya beritahu Anda. Merasa cukup itu bagi diri Anda sendiri, sedangkan mengejar pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal di hari nanti tentu akan terus kita cari. Kita tidak tahu perbuatan (amalan) yang mana yang Allah akan terima, yang kita tahu kita hanya harus berusaha.

Yang kedua, ketika Anda sudah cukup dengan biaya hidup Rp. 50 juta, misalnya. Dan saat ini Anda berpenghasilan Rp. 60 juta, maka kemanakah kelebihan penghasilan Anda sebesar Rp. 10 juta akan Anda belanjakan? Tentu akan Anda salurkan untuk kebaikan, ya, Anda sedekahkan. Apakah itu cukup? Tidak. Anda akan cari lebih banyak untuk memberikan lebih banyak sedekah. Jika kini penghasilan Anda Rp. 70 juta, tentu Anda akan sedekahkan Rp. 20 juta. Apakah sudah cukup? Belum. Penghasilan Anda meningkat lagi menjadi Rp. 80 juta, kemana kelebihan sebesar Rp. 30 juta akan Anda salurkan? Tentu sedekah lagi. Dan seterusnya dan seterusnya, inilah yang dinamakan merasa cukup atau Qana’ah. 

Anda merasa cukup atas nafkah yang Anda gunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan, dan kelebihannya Anda salurkan untuk kebaikan orang-orang.

Bahkan jika saat ini Anda berpenghasilan Rp. 200 juta dan merasa cukup dengan pemenuhan kebutuhan menggunakan dana sebesar Rp. 50 juta, tentu saat ini sebagian besar penghasilan Anda akan Anda sedekahkan. Apakah ini mustahil? Tidak, bagi Anda yang meyakini bahwa Anda saat ini ada di jalan dakwah. Berbeda halnya jika syariah hanya kita jadikan sarana untuk mencari dunia. Walaupun kita menebarkan syariah tetapi kita tetap terjangkiti penyakit cinta dunia dan takut mati, dunia bukan berada dalam genggaman tetapi sudah dimasukkan kedalam hati sehingga sulit sekali ketika kita harus berpisah dengan dunia ini, padahal sebagai praktisi asuransi syariah, pekerjaan kita berdekatan dengan kematian

Terakhir menutup tulisan ini, saya mengingatkan diri sendiri khususnya dan juga Anda semua para pembaca bahkan Anda para nasabah atau calon nasabah asuransi syariah, 

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Makna hayatan thoyyibah menurut para ulama pakar tafsir adalah dianugerahi rezeki yang halal, diberi sifat qana’ah (merasa cukup), beriman kepada Allah dengan melakukan ketaatan pada-Nya, kebahagiaan, kehidupan di surga. (rumaysho.com)

 

bacaan tambahan:

– https://rumaysho.com/10831-doa-malaikat-untuk-yang-mencari-nafkah-dan-rajin-sedekah.html

– https://rumaysho.com/2262-6-keutamaan-mencari-nafkah-bagi-suami.html

– https://muslim.or.id/6057-keutamaan-dakwah-ilallah.html

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya