Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

34 Articles

MENANTI KEMBALINYA KEJAYAAN EKONOMI SYARIAH

Suatu hari saya terjadwal untuk memberikan sebuah materi training untuk para agen asuransi syariah dengan tajuk MENANGANI KEBERATAN. Ini adalah materi yang “sakral” dalam dunia asuransi jiwa. Seolah jika seseorang sudah memiliki keterampilan dalam hal ini, maka bisa dipastikan ia dapat menutup (clisong) kebutuhan nasabahnya. Artinya, ia menghasilkan bisnis yang banyak dan tentu menghasilkan banhak uang. ASUMSI ini TIDAKlah BENAR.

Setiap tahapan dari proses penjualan adalah penting. Tahapan sebelumnya dari setiap tahapan proses penjualan ikut memengaruhi kesuksesan tahapan berikutnya. Keberhasilan CLOSING dipengaruhi oleh keberhasilan HANDLING OBJECTION dan tahapan ini dipengaruhi oleh tahapan PRESENTATION yang dipengaruhi oleh tahapan FACT FINDING yang juga dipengruhi oleh tahapan APPROACHING yang dipengaruhi oleh tahapan PROSPECTING yang didahului oleh tahapan PLANNING.

Maka perencanaan (PLANNING) sangatlah penting.

Hari ini saya menjumpai kantor yang masih tutup padahal acara harus dimulai dalam waktu beberapa menit. Jelas saya sudah merencanakan kehadiran saya untuk memberikan materi di kantor ini. Saya melatih diri saya untuk membawakan materi yang diminta, saya merencanakan penggunaan perlengkapan yang akan saya gunakan, saya merencanakan waktu kapan saya harus berangkat dari rumah, bahkan saya merencanakan rute dan jenis kendaraan yang harus saya gunakan menimbang rute dan kondisi jalan.

TAPI TERNYATA….

Kesuksesan perencanaan membutuhkan kesuksesan perencanaan orang lain juga sehingga ketika kantor masih tutup dan peserta belum hadir, maka perencanaan yang sudah saya buat tidak berjalan sesuai rencana.

MENGAPA UMAT ISLAM SAAT INI TERTINGGAL?

Entah pertanyaan ini sudah disadari atau belum oleh ummat. Jawaban dari mengapa ummat Islam saat ini Tertinggal adalah karena sebagian ummat sering TERLAMBAT.
Tahukah kita bahwa sesama Muslim adalah bersaudara dan sesama Muslim seperti satu tubuh. Satu bagian sakit, maka bagian lain akan ikut sakit. Jika sebagian terlambat, maka yang lainnya akan terkena dampak keterlambatannya.

Fahamkah bahwa ummat ini adalah yang terbaik yang sudah dilatih setiap hari dengan kedisiplinan dalam sholat. Bahwa sholat didirikan untuk mengingat Allah dan sholat hars tepat pada waktunya juga sholat dilakukan dengan cara berjamaah.

Pemahaman dalam sholat sangat memengaruhi etos kerja ummat ini.

Hhmmm… ini menjadi peringatan bagi kita semua, jangan-jangan sholatnya masih sering terlambat dan tidak berjamaah, karenanya ummat hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, egois, dn hatinya terpisah.

Hayya ‘alash sholaah (Mari kita sholat)
Hayya ‘alal falaah (Marikita mencapai kemenangan/kesuksesan)

BAGAIMANA CARA MEMOTIVASI AGEN ASURANSI JIWA SYARIAH

KENALI PRINSIP-PRINSIPNYA

Sudah lebih dari dua dekade, semangat berekonomi syariah di Indonesia semakin meningkat. Semakin banyak masyarakat Muslim yang mencari tahu tentang eksistensi dan esensi ekonomi syariah. Banyak kini yang sudah memutuskan untuk keluar dari riba dan sebagian besar lainnya sedang berjuang serta berusaha keras untuk keluar darinya.

Pun demikian, para praktisi juga bersungguh-sungguh untuk menegakkan tiang-tiang ekonomi syariah karena 20 tahun adalah waktu yang cukup lama namun sepertinya perjuangan belum boleh usai, nyatanya kontribusi keuangan syariah masih 5.3% (republika.co.id) terhadap ekonomi nasional di akhir tahun 2016.

Mari kita tengok terlebih dahulu persoalan yang masih ada saat ini. Kita tidak membahas tentang permasalah sistemik karena hal tersebut harus diperbaiki melalui sistem. Yang kita bahasa adalah persoalan individu yang harapannya ketika setiap individu praktisi keuangan syariah bangkit semangatnya dan benar akidahnya maka tegaknya ekonomi syariah di Indonesia adalah bukan lagi sekedar wacana.

MOTIVASI berasal dari kata MOTIVATION yang berarti, secara bebas saya mendefinisikannya dengan, MOTIVE for ACTION. Yaitu sebab musabab mengapa seseorang melakukan sesuatu.

 

Dalam sebuah kajian, Maslow mengelompokkan motive dalam sebuah hirarki. Yang paling bawah adalah motif paling dasar, semua orang membutuhkan hal ini. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan badaniyah seperti makan, minum, mandi, tempat tinggal, pakaian, istirahat, dan lainnya yang dibutuhkan badan kita. 

Dan kebutuhan tertinggi adalah menurut Maslow yaitu mengaktualisasikan diri. Kebutuhan orang untuk menerapkan ilmu dan pengetahuannya untuk menentukan cara hidupnya. Penjelasan terbaru, dalam kebutuhan ini termasuk kebutuhan spiritual. Dalam konteks seorang Muslim yaitu menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

 

PRINSIP MOTIVASI ISLAM

Prinsip atau pilar atau rukun motivasi Islami tentu bukan hanya sekedar nama dan bukan pula sekedar menambahkan kata Islami atau syariah pada prinsip-prinsip motivasi yang telah ada, walaupun bisa saja beberapa prinsip yang ada saat ini sejalan dengan yang Islam miliki.

Merujuk pada kehidupan salafusshaleh (orang-orang shaleh dalam tiga abad pertama setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah), tentu kita semua mahfum (faham) bahwa mereka selalu bersemangat melakukan semua aktivitas karena berharap surga. Mereka juga bergerak melakukan kebaikan karena takut akan siksa neraka.

Anda juga demikian, bukan? Jika Anda tidak seperti itu, maka tulisan ini bukanlah untuk Anda. Silakan tutup halaman ini namun terlebih dahulu share pada yang bisa memanfaatkannya.

(Lihatlah gambar di atas bahwa tujuan kita adalah Jannah/surga.) 

Apakah tidak boleh kita mengharapkan kebaikan di dunia? Boleh. Itu mengapa setiap hari kita meminta pada Allah 

Karenanya kita selalu berharap mendapatkan kebaikan di dunia sebagai modal untuk kebaikan di akhirat. Bagaimana maksudnya ini? Sabar, saya akan ceritakan dalam paragraf berikutnya.

Pada paragraf sebelumnya muncul pertanyaan tentang bagaimana hubungan kebaikan dunia dengan kebaikan akhirat. Setiap muslim akan masuk surga karena rahmat Allah dan rahmatNya diberikan pada kita salah satunya adalah karena kita mengerjakan keshalehan dan menjauhi laranganNya.

Amalan shaleh tersebut juga merupakan tiang-tiang dari agama Islam. Perhatikanlah gambar di atas pada bagian AKTIVITAS.

Haji adalah amalan shaleh yang dikerjakan dengan membutuhkan dua hal disamping niat yang harus dilakukan. Pertama Harta dan kedua Tenaga (kesehatan). Bagaimana tidak, kita berharap kebaikan dunia yaitu dengan harta dan tenaga supaya kita bisa pergi haji, padahal haji mabrur ganjarannya adalah penghapusan dosa. Mintalah pada Allah kekayaan dan mintalah pada Allah kesehatan. Sudah bisa melihat hubungan antara kebaika dunia dengan kebaikan akhirat?

Berzakat dan bersedekah pun membutuhkan harta, semakin banyak hartanya, semakin banyak pula zakat dan sedekah yang dikeluarkan dan semakin banyak juga kaum lemah yang tertolong maka semakin banyak pula kebaikan Anda yang dihitung di sisi Allah.

Sering kali, orang tidak berpuasa dan sholat juga karena alasan tak punya harta. Karena beralasan tak berharta, maka ia bekerja keras di bulan Ramadhan dan meninggalkan puasanya dengan alasan pekerjaannya terlalu berat membutuhkan tenaga karenanya ia tak sanggup jika tak makan siang. Begitu pula karena alasan kekurangan harta, seseorang tidak melakukan sholat.

Lalu bagaimana dapat menegakkan 5 (lima) tiang Islam ketika yang tersisa hanya syahadatain. Dan ini pun terancam batal jika kemiskinannya menyebabkan tidak bersabar dan tetap bersyukur. Karena tidak bersyukur merupakan kekufuran.

Carilah harta, bukan untuk kesenangan dunia, tetapi ketenangan dalam menjalankan ibadah yang nantinya akan mendapatkan kesenangan di akhirat.

Setiap aktivitas disebabkan oleh satu atau beberapa motif dan aktivitas juga berlandaskan pada faktor-faktor mentalitas. Seseorang yang sudah berlatih beladiri tidak ada jaminan bahwa ia menyukai perkelahian walau dalam keadaan membeladiri, saya pernah mendengar dari seorang praktisi beladiri yang mengatakan bahwa orang yang sudah lama berlatih beladiri belum tentu menang melawan orang yang belum pernah berlatih beladiri namun pemberani alias nekat. Keberanian adalah kondisi mental dan didasarkan oleh keyakinan-keyakinan.

Seorang tentara yang menjaga keamanan negara harus memiliki mentalitas baik yang meyakinai bahwa membela negara adalah bagian dari perjuangan mulia dan tinggi.

Bagaimana mungkin, agen asuransi syariah tidak memiliki keyakinan yang baik padalah ia beriman pada Allah, Malaikat, KitabNya, RasuNya, Hari Pembalasan, serta KetentuanQadha dan Qadhar. Maka setiap aktivitas untuk menegakkan tiang-tiang Islam harus didasari dengan keyakinan terhadap rukun iman.

Jika sudah demikian maka tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Kekhawatiran tidak dapat rejeki, rejeki diambil orang, dan lain sebagainya karena kita sudah memiliki keyakinan yang baik.

Tapi…

Tapi, bagaimana caranya agar keyakinan ini tetap terjaga?

Seorang pekerja yang sedang diawasi majikannya akan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan selalu merasa diawasi adalah kunci untuk menjaga keyakinan ini.

Ihsan adalah kita merasa melihat Allah ketika beribadah dan jika kita tidak bisa melihat Allah, Allah tetap melihat kita. Apa-apa saja yang bersifat mubah yang kita kerjakan jika diniatkan karena Allah akan bernilai ibadah dan setiap ibadah yang dilandasi dengan ihsan akan dilakukan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam

 

HIDUP ADALAH PERJALANAN, KAU BISA PILIH DENGAN APA DAN SIAPA KAU BERJALAN

Tujuan umat Islam sangat lah jelas, yaitu mencapai surganya Allah. Layaknya mencapai tujuan, dunia ini hanyalah perjalanan.

Bayangkan bahwa Anda akan menuju, misalnya, Yogyakarta. Salah satu kota favorit saya. Anda bisa memilih apakah berjalan sendiri atau bersama teman. Anda juga bisa memilih menggunakan apa Anda menuju kesana, dengan pesawat, mobil, atau lainnya.

Seringkali, berjalan bersama teman akan mempermudah perjalanan kita atau terkadang malah menyulitkan. Mempermudah jika kita dan teman kita memiliki tujuan yang sama dan terlebih jika teman kita paham betul jalan menuju kesana, sehingga ketika kita hampir salah jalan, dia akan mengingatkan kita.

Seperti halnya perjalanan, hampir semua yang kita jumpai di jalan, kita akan biarkan dan tidak kita bawa. Karena kita tahu bahwa membawa barang-barang yang tidak diperlukan akan menyulitkan perjalanan. Risikonya kita tidak akan sampai ke tujuan. Kita hanya akan membawa perbekalan kita dan membawa barang yang kita jumpai dalam perjalanan hanya yang bermanfaat.

Ilustrasi diatas mencoba menjelaskan bahwa dalam perjalanan menuju surganya Allah, membutuhkan teman yang memiliki tujuan yang sama dan yang memiliki ilmu untuk menuju surga Nya. dengan demikian perjalanan kita akan lebih mudah.

Jika datang pada kita orang yang mengaku memiliki tujuan yang sama tetapi perilakunya tidak menunjukkan ilmu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu, dapat diartikan bahwa orang itu sedang berbohong atau orang itu adalah orang yang tidak memiliki ilmu (jahil).

Dan Anda dapat memilih cara yang sah untuk mencapai surga Nya Allah yaitu cara-cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Tulisan ini mengajak Anda, para pembaca untuk memilih teman yang baik dan cara yang sudah dicontohkan. Semoga hal ini dapat mengingatkan saya dan Anda semua agar langkah kita tidak teralihkan oleh urusan-urusan dunia yang tidak bermanfaat bahkan menyulitkan kita menuju surgaNya.

Wallahu a’lam. 

N.I.A.T. – Panduan Pencapaian Visi Anda

“Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya…” (HR. Bukhari)

 

Hadits di atas sudah sangat populer sehingga hampir semua orang mampu melafalkannya bahkan dalam versi bahasa Arab nya dan gambar di bahwanya mempertegas bahwa niat itu penting dibuat sebelum melakukan aktivitas.

Beberapa orang datang pada kami dan menanyakan bagaimana cara mencapai visi yang kita miliki. Visi merupakan gambaran masa depan yang kita harapkan terjadi pada diri kita yang lahir dari kebutuhan akan hal tersebut yang biasanya akan terukur sesuai dengan kemampuan yang kita miliki baik yang kita sadari ataupun tidak.

Ada kutipan menarik yang menyatakan bahwa, “Apa yang dapat dibayangkan dapat menjadi kenyataan.” Dapat menjadi kenyataan berarti Anda harus mengusahaan itu terjadi. Tetapi banyak juga orang yang mengatakan, “Saya dapat membayangkannya tetapi tetap saja tidak dapat mencapainya.”

Maka kami katakan, “Jika usaha Anda sudah maksimal, maka itu kita sebut takdir. Ya sudah, terima saja dan gunakan takdir itu untuk menjemput takdir lain atau dalam bahasa kekinian Accept and Utilize.”

Tapi jika Anda rasakan bahwa usaha Anda belum maksimal maka bisa jadi NIAT Anda perlu diperbaiki. Wallahu a’lam.

N.I.A.T adalah serangkaian alat (goal setting tool) yang insyaa Allah dapat membantu dalam mencapai visi Anda. Idealnya kita membahas dan mempraktikkannya dalam sebuah workshop tapi apa daya kita terbatas ruang dan waktu maka mari kita bahas saja secara singkat.

N = Need

I = Impact

A = Act Enthusiastically

T = Total

Visi Anda adalah sesuatu yang Anda butuhkan terjadi. Bukan hanya keinginan, kebutuhan memiliki konsekuensi berbeda. Ketika Anda lapar, Anda memerlukan makanan dan ketika tidak mendapatkannya maka akan terjadi masalah pada diri Anda, ini adalah KEBUTUHAN (Need). Dan setelah makan hingga rasa lapar Anda hilang, Anda melihat ada makanan yang menggugah selera Anda, Anda ingin mencicipinya. Ketika berfokus pada rasa lapar maka kejadian kedua hanyalah sebuah KEINGINAN (want) bukan kebutuhan karena konsekuensinya berbeda ketika Anda tidak bisa mendapatkannya.

Visi Anda haruslah yang memiliki konsekuensi besar jika Anda tidak bisa mencapainya, misalnya.

N = Dalam satu tahun sejak hari ini, yaitu tanggal 2 bulan 6 tahun 2018, saya dan ibu saya berangkat berziarah ke masjidil Aqsa. Saya sangat menyayangi Ibu saya, dan Ibu saya telah meminta pada saya untuk pergi kesana, saya tidak tahu umur masing-masing jika harus menunggu lama.

Anda melihat ada masalah jika ini tidak terjadi? 

 

Silakan isi dengan N Anda sendiri,

N = _________________________________________________________________________

 

I = Impact, adalah dampak positif yang akan terjadi pada hidup Anda ketika hal yang menjadi visi Anda terjadi. Dalam sebuah kelas pelatihan tenaga pemasar Asuransi Jiwa, ada seorang laki-laki yang memiliki visi untuk memiliki mobil dalam satu tahun. Ia membutuhkan (Need) hal tersebut agar terhindar dari hinaan mertuanya. Anda tahu kan dimana masalahnya jika hal ini tidak tercapai? Dan ketika kami tanya apa dampaknya pada hidup Anda saat hal ini terjadi, ia menjawab, “Saya bisa membawa keluarga saya tanpa khawatir mereka kepanasan atau kehujanan dengan demikian saya dapat fokus pada pekerjaan saya dan harapannya akan lebih berhasil dari sebelumnya. Ini yang kita sebut sebagai IMPACT.

Silakan isi dengan I Anda sendiri,

I = __________________________________________________________________________

 

Act Enthusiastically merupakan aktivitas yang menjadi jalan tercapai visi kita. Kita bukanlah penghayal yang hanya bermimpi (dreamful) tetapi kita orang-orang yang memiliki visi. Bagaikan anak tangga untuk mencapai sebuah ketinggian, Act Enthusiatically adalah rangkaian aktivitas terencana yang dapat kita lakukan dengan senang hati lantaran tidak terlalu sulit dan tidak pula terlalu mudah. Misal;

 

A = Untuk mencapai visi saya, sebagai agen asuransi, saya hanya harus bertemu dengan 10 orang setiap hari untuk menjelaskan manfaat asuransi yang perusahaan kami miliki dan tidak selesai sebelum pertemuan dengan 10 orang ini terpenuhi.

Bagi agen ini, bertemu dengan 10 orang baru setiap hari merupakan tantangan yang tidak terlalu sulit dan tidak pula terlalu mudah. Mungkin bagi Anda, Anda dapat menambahkan jumlahnya untuk mencapai tingkatan menantang.

Silakan isi dengan A Anda sendiri,

A = __________________________________________________________________________

Total, dalam setiap usaha pastilah ada ujian. Hal ini Allah ciptakan agar Anda mengetahui apakah diri Anda adalah orang yang bersungguh akan visi Anda atau hanya orang yang bermain-main menghabiskan waktu dengannya. 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi (QS Al Ankabut:2)

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Al Mulk:2)

Yang Anda perlu lakukan adalah menghadapi ujian-ujian tersebut dan melaluinya. Dibutuhkan ketahanan dan kesabaran agar menjadi sebab pertolongan Allah.

Untuk dapat Total, Anda hanya harus mengetahui hal-hal yang biasanya menjadi ujian kesabaran Anda dalam usaha ini. Anda dapat bertanya pada orang yang lebih dahulu berpengalaman dalam usaha ini tentang apa-apa saja yang biasanya menjadi ujian mulai dari yang ringan hingga yang berat. Misal, berikut adalah daftar ujian bisnis Anda sebagai agen asuransi;

  1. Ban motor/mobil kempes saat menuju kerumah calon nasabah.
  2. Pulsa telpon habis padahal Anda harus membuat janji temu.
  3. Calon nasabah menolak bertemu.
  4. Orang-orang menghina pekerjaan Anda.
  5. Di kejar anjing saat prospek.
  6. dan lain sebagainya

Dari daftar di atas, Anda dapat menyiapkan solusi untuk mengantisipasi ketika hal-hal tersebut benar-benar terjadi sehingga Anda menjadi Total dalam menjalani pekerjaan Anda.

Orang-orang yang bekerja Total akan mengeluarkan keluhan yang minimal dan sebaliknya, orang-orang yang bekerja minimal maka mereka akan Total dalam mengeluarkan keluhan.

Silakan isi dengan T Anda sendiri, rincikan apa yang akan menjadi persoalan di kemudian hari dan persiapkan cara mengatasinya sebagai antisipasi.

T = __________________________________________________________________________

 

Inilah penjelasan singkat yang dapat kami bagikan dan semoga hal ini dapat segera Anda gunakan untuk mengetahui kekuatan N.I.A.T. yang Anda miliki.

Semoga Allah memudahkan urusan Anda, amiiin.

Menjadi Agen Syariah, Tapi Belum Kaya Juga?

 

Setiap orang memerlukan harta untuk menopang kehidupannya. Tidak dipungkiri, makanan harus dibeli, pakaian pun demikian, juga tempat tinggal membutuhkan dana untuk dibeli atau paling tidak sewa. Karenanya kita perlu bekerja untuk mendapatkan bagian dari rezeki ini, yaitu harta.

Pertanyaannya adalah apakah setiap orang butuh kaya?

Jika jawabannya YA, lanjut jawab pertanyaan berikutnya, untuk apa kekayaan itu?

Bagaimana cara mendapatkannya? Dengan cara halal saja atau halal dan haram semua disikat?

Untuk dibelanjakan kemana kekayaan Anda ini?

Lalu ketika Anda meninggal dan banyak harta yg diwariskan, apakah Anda tahu bahwa Anda juga harus mempertanggungjawabkan harta itu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah hanya untuk yang telah meyakini betul hukum Allah. Bagi mereka yang masih sering melanggar ketentuan Allah walau penampilannya menyerupai agen syariah maka mereka membutuhkan pertanyaan tambahan tentang keimanan sebelum pertanyaan-pertanyaan di atas.

Jika Anda menjawab sesuai dengan ketentuan syariat dan Anda meyakininya dalam hati, maka Anda membutuhkan kekayaan.

Orang-orang sholeh jika diberi harta (kekuasaan) maka dia akan bertambah kesholehannya sedangkan orang-orang jahat ketika diberi harta (kekuasaan) dia akan bertambah kejahatannya.

Lalu bagaimana, jika Anda dengan kesholehan Anda dan Allah belum mengamanahkan kekayaan pada Anda?

Sabarlah, karena orang-orang sholeh atan tetap sholeh dengan ada atau tidak adanya harta. Hal ini berbeda dibandingkan orang-orang yang tertipu dunia, mereka akan merasa susah ketika tidak ada harta dan mereka akan tetap susah ketika padahal sudah diberi kekayaan, mereka akan dipusingkan dengan mencari cara bagaimana caranya agar semakin kaya, kalau memungkinkan dialah satu-satunya orang terkaya didunia dan mereka akan dibuat sulit dengan bagaimana melindungi dan mempertahankan kekayaannya seolah mereka akan hidup kekal di dunia.

 

BAGAIMANA ORANG-ORANG SHOLEH MENGELOLA HARTANYA?

Qana’ah —> Adl —> Zuhud 

Qana’ah adalah merasa cukup, dengan demikian kita bisa terhindar dari jebakan dunia. Ketika mendapatkan banyak, orang ini bersabar dan metika mendapatkan sedikit maka orang ini bersabar. Banyak atau sedikit dirasakan cukup baginya. 

Apakah Qana’ah artinya berhenti (stop) bekerja ketika sudah merasa cukup? TIDAK.

Anda baru berhenti bekerja ketika panggilan sholat dikumandangkan;

QS Al Jumu’ah : 9

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Perhatikan ayat di atas, bahkan ayat selanjutnya menerangkan bahwa setelah sholat, umat Islam diperintahkan bekerja lagi.

QS Al Jumuah : 10

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Orang beriman adalah bukan orang yang cengeng yang meminta libur setelah bekerja. Umat Islam hanya berhenti bekerja ketika sholat. Dan setelahnya, kita kembali bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah dan mengisi waktu dengan terus mengingat Allah dan karenanya kita akan mendapat keuntungan.

Kesimpulan Qana’ah, yaitu merasa cukup atas apa yang Allah rizki kan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan terus bekerja untuk mencari karunia Allah lainnya. Tentu Anda tahu bahwa ketika Anda sudah merasa cukup dengan apa yang Allah rizkikan dan kemudian saat itu Anda terus bekerja, maka secara matematis Anda akan memiliki kelebihan rizki? Itu lah rizki yang akan Anda sedekahkan.

Adl (Adil) adalah berarti menempatkan sesuai porsinya. Harta Anda yang berasal dari Allah hanya diperkenankan didapat dari cara yang halal dan dipergunakan pada jalan yang halal sehingga dalam membelanjakan hartanya umat Islam tidak pelit dan tidak juga berlebihan.

QS Al Furqan :67

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

 

Dan ketika kita yakin menafkahkannya di jalan Allah, maka hilanglah kekhawatiran bahwa harta kita akan berkurang karena Allah sendiri yang berjanji akan mengganti harta yang kita keluarkan di jalan Allah.

QS Saba : 39

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Dan terakhir Zuhud. Menurut Ibnu Taimiyah seperti yang dikutip olwh muridnya Ibnu Qayyim, zuhud artinya meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat. Zuhud tidak berarti harus hidup berkekurangan. Zuhud adalah ketika Anda menguasai sejumlah harta namun Anda terikat oleh harta tersebut.

Seperti yang terjadi pada Abdurrahman bin Auf ketika hendak hijrah ke Madihah dan ia dihadang orang-orang Quraisy dan dipaksa memilih harta atau agama barunya (Islam) yaitu jika ia membatalkan diri untuk berhijrah dan kembali ke agama lamanya maka mereka tidak akan mengambil hartanya namun jika ia bersikeras berhijrah maka ia dipaksa untuk meninggalkan hartanya karena mereka berdalih bahwa harta Abdurrahman bin Auf itu dikumpulkan selama ia di Makkah. Abdurrahman bin Auf yang adalah saudagar kaya meninggalkan hartanya dan dia tidak tertarik untuk mempertahankan hartanya daripada dia harus kehilangan jalan menuju Allah.

Juga yang terjadi pada Utsman bin Affan, begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, dan sahabat-sahabat lainnya yang kaya raya namun tidak tertarik untuk mempertahankan hartanya namun harus kehilangan Islam. Bagi Muslim, harta adalah sarana dan bukan tujuan sehingga umat Muslim menempatkan dunia (hartanya) dalam genggaman dan menempatkan iman (agamanya) dalam hati dan bukan sebaliknya. Umat Muslim dapat dengan mudah melepas hartanya tetapi tidak akan mungkin melepas keimanannya.

Karenanya Muslim yang zuhud dan qana’ah adalah orang-orang yang kaya (hatinya) yang tidak tidak menggantungkan hidupnya pada dunia (harta) namun menjadikan harta tersebut hanya sebagai sarana.

Lalu bagaimana jika ada agen asuransi syariah namun belum kaya juga?

Tanyakanlah padanya apa yang menjadi standar dalam kekayaan. Jika dia menjawab bahwa kekayaan haruslah memiliki rumah impian, mobil mewah, tamasya keliling dunia maka sesungguhnya dia agen yang sangat miskin bahkan ketika hartanya berlimpah untuk ukuran dunia.

Tetapi jika ia menjawab bahwa kekayaan itu bukan tetang berapa banyak harta yang dikumpulkan dan dihitung-hitung melainkan berapa banyak harta yang diinfaqkan melalui tangannya maka ia adalah agen suransi syariah yang sesungguhnya kaya walaupun ia belum terlihat memiliki kemewahan dunia dan lebih mementingkan membelanjakan hartanya dijalan Allah. Terlebih jika Allah karuniakan harta berlimpah, maka ia akan semakin kaya.

… Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

(QS Al Baqarah: 200-202)

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya