Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

34 Articles

Yang Agen Asuransi Syariah Lakukan pada Nasabahnya (DAKWAH-NAFKAH-SEDEKAH)

Anda seorang praktisi keuangan syariah? Jika Ya, Anda adalah pendakwah. Ya benar, Anda adalah seorang pendakwah. Karena menurut ulama, syariah berarti Apa yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dari hukum-hukum yang telah dibawa oleh Nabi dari para nabi, baik yang terkait dengan keyakinan, ibadah muamalah, akhlaq dan aturan dalam kehidupan. 

Dalam keuangan syariah, atau secara spesifik adalah asuransi syariah, maka Anda sedang mengajak orang-orang untuk mengikuti Anda ke jalan syariah. Konsekuensinya, Anda pun harus sudah berada di jalan syariah.

“Tapi saya menjadi agen asuransi syariah karena tujuan bisnis dan untuk mendapatkan komisi, lalu bagaimana?”  

Amalan (aktivitas/perbuatan) seseorang akan bergantung pada niatnya dan Anda akan mendapat apa yang Anda niatkan. Seperti yang sudah Rasulullah sabdakan;

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

(Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.)

Ibnu Al Jauzi memiliki konsep menarik bahwa jika dunia dan akhirat dikumpulkan, maka ikutilah akhirat dan dunia akan mengikuti. Tetapi jika Anda mengejar dunia, Anda akan kelelahan dan tidak mendapatkan akhirat.

Seperti ketika Anda kehausan dan Anda meminum segelas air putih, maka haus pun hilang. Keperluan dunia pun terpenuhi. Namun nilainya akan berbeda ketika sebelum minum Anda mengucapkan Bismillah, maka aktivitas minum tersebut menjadi ibadah untuk mencapai akhirat Anda dan dunia pun mengikuti yaitu dengan hilangnya rasa haus.

Ingat, hanya mengejar dunia, sama dengan Anda akan kembali haus dan mencari minum dan haus lagi dan mencari minum lagi dan selanjutnya demikian seperti itu tidak ada habisnya sampai Anda diwafatkan oleh Allah lalu kemudian Anda sadar bahwa Anda belum berbuat apa-apa untuk akhirat Anda, saat itu kesadaran kita sudah tidak berguna. Tetapi dengan meniatkan aktivitas Anda sebagai ibadah dengan membaca Bismillah ketika memulainya, Anda sedang berusaha mengumpulkan apa yang Anda perlukan di akhirat nanti.

Mari kita sepakati bahwa menjadi agen asuransi syariah ini adalah jalan dakwah dan ketika kita sudah sepakat, maka apakah yang kemudian membuat Anda dan saya bersemangat untuk menjalani pekerjaan ini?

 

1.  Dakwah adalah sunnah para nabi.

“Katakanlah (Muhammad)Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf:108)

Dan kita yang berdakwah, kita sedang meniru jalan para nabi. Anda bisa merasakan, paling tidak, sedikit dari yang dulu para nabi lakukan. Dulu, para nabi mengajak kaumnya dan umat manusia untuk bertauhid, hanya mengesakan Allah dan tiada tuhan selain Dia, kini kita hanya mengambil sedikit perannya saja yaitu mengajak orang-orang yang beriman untuk istiqamah (konsisten) menjalankan kehidupan sesuai syariah. Dalam ini adalah untuk memiliki instrumen keuangan yang sesuai syariah sementara diluar sana kita dikepung sistem keuangan ribawi dan yang bertentangan dengan syariah.

 

2. Dakwah adalah pekerjaan paling bergengsi.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat:33)

Siapakah yang lebih baik perkataannya? Mario Teguh? Tung Desem Waringin? Andrie Wongso? Atau, Andrie Setiawan (hehehe)? Tentu Anda ingat bahwa tiga orang pertama diatas dibayar mahal untuk bicara. Dan siapakah yang perkataannya yang lebih baik? ANDA! Ketika Anda menyeru kepada Allah, mengerjakan perbuatan baik dan mengatakan bahwa Anda adalah termasuk orang-orang yang beriman. Jika Mario Teguh dan lainnya itu memiliki gengsi dari pekerjaannya, maka pekerjaan Anda jauh lebih bergengsi karena Allah langsung yang akan membayar perbuatan Anda.

 

3. Dakwah memberikan multi bonus untuk Anda.

“Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Jika Anda mengajak orang lain kepada kebaikan dan orang tersebut melaksanakan kebaikan yang Anda sarankan, maka selain Anda mendapatkan pahala dakwah, Anda juga mendapatkan pahala kebaikan yang dilakukan orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Ini yang biasa kita sebut overriding, kan? Berapa overriding yang perusahaan Anda bayar? Allah membayar 100% dari pahala orang yang mengikuti ajakan kebaikan Anda tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Belum lagi jika orang tersebut mengajak orang lain, maka Anda akan mendapat pahala multi dan begitu seterusnya. Karenanya, dakwah jangan sampai hanya terjadi pada nasabah kita tetapi juga kita mendorongnya untuk mendakwahkannya pada orang lainnya.

 

4. Dakwah membuat Anda beruntung (lepas dari kerugian)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al Ashr:1-3

Dalam membawa asuransi syariah, Anda juga menasihati calon nasabah Anda tentang syariah dan tentu menasihatinya dengan cara yang sabar. Akkah akan melepaskan kerugian dari diri Anda.

 

5. Dakwah Anda di backing  oleh Allah.

 “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”  QS. Muhammad:10

Siapa yang tidak bahagia jika backing (pelindung) kita adalah Allah, Tuhan alam semesta. Bahkan terkadang, di backing tentara saja sudah membuat kita merasa aman dan bangga, apalagi ini, tidak tanggung-tanggung yang mem backing Anda adalah Allah.

 

6. Bayaran dakwah terus mengalir walaupun kita telah wafat.

“Barangsiapa yang mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan.” (HR Thabrani)

 Ini mirip seperti royalti yang penghasilan akan tetap mengalir walau Anda sudah meninggal dunia, bedanya adalah bayaran ini bukan mengalir ke ahli waris melainkan kepada Anda sendiri.

 

Ini lah mengapa saya memilih untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia dan ingin fokus ke dalam pelayanan keuangan/asuransi syariah karena saya menyadari betapa nilainya sangat besar. Saya bukan hanya mendapatkan penghasilan untuk menafkahi istri dan anak-anak tetapi saya juga dapat mengumpulkan pahala-pahala yang Allah dan RasulNya janjikan dari jalan dakwah. Dan Anda tahu, niat ini akan memberi keberkahan pada diri Anda untuk selalu merasa bersyukur dan cukup.

Beberapa dari mereka yang masih terikat dalam urusan dunia saja meragukan bahwa kita akan tetap terus produktif ketika sudah merasa cukup. Mari saya beritahu Anda. Merasa cukup itu bagi diri Anda sendiri, sedangkan mengejar pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal di hari nanti tentu akan terus kita cari. Kita tidak tahu perbuatan (amalan) yang mana yang Allah akan terima, yang kita tahu kita hanya harus berusaha.

Yang kedua, ketika Anda sudah cukup dengan biaya hidup Rp. 50 juta, misalnya. Dan saat ini Anda berpenghasilan Rp. 60 juta, maka kemanakah kelebihan penghasilan Anda sebesar Rp. 10 juta akan Anda belanjakan? Tentu akan Anda salurkan untuk kebaikan, ya, Anda sedekahkan. Apakah itu cukup? Tidak. Anda akan cari lebih banyak untuk memberikan lebih banyak sedekah. Jika kini penghasilan Anda Rp. 70 juta, tentu Anda akan sedekahkan Rp. 20 juta. Apakah sudah cukup? Belum. Penghasilan Anda meningkat lagi menjadi Rp. 80 juta, kemana kelebihan sebesar Rp. 30 juta akan Anda salurkan? Tentu sedekah lagi. Dan seterusnya dan seterusnya, inilah yang dinamakan merasa cukup atau Qana’ah. 

Anda merasa cukup atas nafkah yang Anda gunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan, dan kelebihannya Anda salurkan untuk kebaikan orang-orang.

Bahkan jika saat ini Anda berpenghasilan Rp. 200 juta dan merasa cukup dengan pemenuhan kebutuhan menggunakan dana sebesar Rp. 50 juta, tentu saat ini sebagian besar penghasilan Anda akan Anda sedekahkan. Apakah ini mustahil? Tidak, bagi Anda yang meyakini bahwa Anda saat ini ada di jalan dakwah. Berbeda halnya jika syariah hanya kita jadikan sarana untuk mencari dunia. Walaupun kita menebarkan syariah tetapi kita tetap terjangkiti penyakit cinta dunia dan takut mati, dunia bukan berada dalam genggaman tetapi sudah dimasukkan kedalam hati sehingga sulit sekali ketika kita harus berpisah dengan dunia ini, padahal sebagai praktisi asuransi syariah, pekerjaan kita berdekatan dengan kematian

Terakhir menutup tulisan ini, saya mengingatkan diri sendiri khususnya dan juga Anda semua para pembaca bahkan Anda para nasabah atau calon nasabah asuransi syariah, 

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Makna hayatan thoyyibah menurut para ulama pakar tafsir adalah dianugerahi rezeki yang halal, diberi sifat qana’ah (merasa cukup), beriman kepada Allah dengan melakukan ketaatan pada-Nya, kebahagiaan, kehidupan di surga. (rumaysho.com)

 

bacaan tambahan:

– https://rumaysho.com/10831-doa-malaikat-untuk-yang-mencari-nafkah-dan-rajin-sedekah.html

– https://rumaysho.com/2262-6-keutamaan-mencari-nafkah-bagi-suami.html

– https://muslim.or.id/6057-keutamaan-dakwah-ilallah.html

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

Wahai Agen Syariah, Follow The Leader!

“IKUTI SISTEMNYA,

IKUTI LEADER ANDA, MAKA ANDA AKAN SUKSES.”

 

Tentu kalimat-kalimat diatas tidak asing di telinga Anda. Ini yang sering digemakan oleh praktisi asuransi jiwa pada para agennya. Saya dulu pun ikut-ikutan menggemakan ini di kelas-kelas training sampai kemudian saya perhatikan bahwa mengapa tidak semua agen mencapai hasil yang sama.

Menarik untuk diperhatikan, saya memisahkan orang-orang yang secara lahirnya memang tidak mau ikut sistem dengan orang yang mengikuti sistem yaitu orang yang tertib mengikuti pelatihan dan melakukan aktivitas penjualan dan perekrutan. Orang-orang ini juga hadir dalam sesi-sesi yang diadakan kantor keagenannya serta mengaku mengikuti leadernya. 

Tetapi juga mengapa kelompok kedua yaitu orang-orang yang mengikuti sistem dan leadernya tidak mencapai hasil yang sama? Ada yang hasilnya biasa, ada pula yang tinggi, juga ada yang rendah. Menghadapi jenis terakhir biasanya para leader mengatakan bahwa mereka belum benar-benar full heart.

Persoalan hati adalah persoalan yang tidak tampak dan akan melampaui batas jika kita sebagai leader menghakimi persoalan hati dari agen kita. Yang bisa kita komentari adalah apakah agen kita mengikuti pelatihan secara lengkap? Apakah agen kita menghadiri sesi yang diadakan kantor agency? Apakah agen kita melaksanakan aktivitas hariannya? karena hal ini observable atau dapat dilihat maka adalah adil untuk dikomentari jika agen Anda tidak mengikuti kesepakatan. 

Dalam training-training bagi para leader, sebetulnya mereka diajarkan tentang prinsip pareto yang mengatakan bahwa 80% hasil disebabkan oleh 20% anggota tim saja. Mereka (para leader) dan kami (para trainer, paling tidak) memercayai prinsip ini. Dari prinsip ini jelas bahwa tidak semua orang memeroleh hasil yang sama. Hasil yang tinggi hanya dicapai oleh sebagian kecil agen saja.

Saya baru memahami bahwa ternyata Allah memberi kelebihan karunia berbeda-beda kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Lihat saja Al Qur’an Surah Al Jumu’ah ayat 4, “Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.”

Lalu, apakah dengan begitu saya berhenti saja dari menjadi Agen Asuransi Syariah? Lalu maksud judul diatas itu apa?

JANGAN! Apakah Anda sudah lupa bahwa takdir Allah itu tidak ada yang tahu, kecuali Dia, dan kita diwajibkan mengusahakan karuniaNya. Masih ingat surah Al Jumu’ah ayat 10? Setelah sholat, kita diperintahkan bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah. Jadi walaupun kita tidak tahu Allah akan karuniakan kekayaan harta dengan apa yang kita lakukan sekarang, maka kita wajib berusaha. Ingat! Kekayaan Harta tidak sama dengan rezeki.

“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

Dari pengertian di atas, rezeki ternyata tidak identik dengan harta dan uang. Jadi, janganlah kita sempitkan pada maksud tersebut saja.

Inilah makna rezeki yang saya kutip dari rumaysho.com (https://rumaysho.com/11517-makna-rezeki-dan-cara-mencarinya.html)

Sudahkah Anda hitung rezeki kesehatan Anda? Misal, ini misal lho ya… ada dua pilihan, Punya uang banyak tetapi kehilangan pengelihatannya atau tidak banyak uang tetapi dapat melihat? Saya yakin, pilihan Anda adalah yang kedua.

Rezeki juga bisa berupa anak sholeh. Pilih mana, tidak punya banyak uang tetapi anak Anda sholeh atau punya uang banyak tetapi anak Anda tergantung pada narkoba? Sekali lagi saya yakin bahwa jawaban Anda pasti yang pertama.

Dan silakan buat contoh pilihan selanjutnya sendiri dan Anda akan tetap mendapati bahwa uang jauh lebih kecil nilainya ketimbang kehilangan hal-hal diatas.

Jadi, rezeki itu bukan cuma uang, dan sejatinya uang hanyalah alat bukan tujuan hidup kita. Uang kita gunakan untuk sarana kebaikan yang mendekatkan diri pada Allah bukan sebaliknya, menjauh dariNya. 

Memiliki keleluasan waktu untuk melaksanakan sholat juga merupakan rezeki serta nikmat yang sangat teramat mahal.

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan asuransi multinasional besar yang saat itu kami adalah nomor satu. Saya bekerja di sana sudah hampir mencapai 10 (sepuluh) tahun dan sedang menunggu waktu untuk menerima penghargaan pengabdian tahun ke-10. Saya menyenangi pekerjaan saya sebagai trainer, dan gaji saya pun sudah puluhan juta (bekerja di perusahaan besar gitu lhoh…).

Suatu hari atasan saya mempersoalkan sholat Jum’at yang saya lakukan. Waktu itu saya meninggalkan ruang meeting lebih awal karena masjid di dekat kantor akan segera penuh jika tidak bersegera. Saya coba menjelaskan namun karena atasan saya bukan muslim wajar jika ia tidak memahami bahkan ia kemudian menambahkan bahwa saya sudah mengambil waktu bekerja saya untuk sholat Ashar berjama’ah di masjid. Ia juga tidak paham bahwa saya setiap hari sampai di kantor sekitar satu jam sebelum jam kerja, sebagian digunakan untuk Dhuha dan sebagian lainnya untuk melakukan pekerjaan lebih awal untuk menggantikan waktu yang saya ambil saat shalat Ashar. Lagi-lagi, karena ia bukan muslim maka lumrah jika ia tidak paham.

Saya mengatakan pada diri saya bahwa saya harus membuat keputusan, tetap di tempat itu namun sulit untuk sholat berjamaah dan kemudian lebih khawatir pada atasan daripada takut pada Allah atau meninggalkan gaji puluhan juta dan segala fasilitasnya kemudian memasrahkan diri pada Allah, yang penting punya waktu sholat jamaah yang luang. Keputusan saya buat dan saya resign.

“BOSS, YOU ARE FIRED!” (Bos, kau dipecat!)

Saya memecat atasan saya dan saya keluar dari kantor itu. Saya terbebas dari rasa takut pada atasan dan saya benar-benar ingin bergantung pada Allah saja. Anda tentu tahu, barang siapa yang bertawakal (pasrah) pada Allah, maka Dia akan mencukupkan keperluan kita (lihat QS At Talaq : 3). Saya memiliki waktu untuk sholat berjamaah, saya bisa menjadi lebih dekat dengan keluarga, saya punya waktu untuk menghapal Al Qur’an (walaupun belum banyak yang dihapal, hehehe) dan saya menjadi sangat bersungguh-sungguh ketika meminta pada Allah karena hanya pada Nya lah kami bergantung. Satu tahun sudah berjalan dan kami sekeluarga masih tetap hidup, bahkan setelah resign, kami sempat pergi umroh sekeluarga, dan bagi saya, itu adalah perjalanan kali ke-2 ke tanah suci. Hal ini semua benar-benar rezeki. Dan terselip dihati kami kerinduan yang amat sangat untuk kembali, maka di saat itu lah kami kembali meminta untuk diberangkatkan lagi ke sana. Dan terakhir, sebuah perusahaan asuransi jiwa syariah full pledged menawari saya untuk mengisi posisi CAO (Chief Agency Officer) yang sedang kosong. Apakah semua ini terjadi hanya dengan berdoa? Ya, berdoa meminta untuk ditunjukkan jalan yang lurus sehingga Allah menunjukkan apa yang harus saya lakukan dan tidak keluar dari aturanNya. Setelah berdoa tentu saya sempurnakan dengan ikhtiar.

“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS Al Jumu’ah:10)

Cerita ini bukan dimaksudkan untuk sombong atau pamer, atau bahkan berharap pujian agar dianggap sholeh, demi Allah tidak. Karena hal itu malah mengkhawatirkan saya akan menghapus pahala-pahala yang seharusnya saya peroleh. Cerita ini untuk mengajak Anda semua meyakini bahwa Allah itu ada, Allah itu Maha Melihat, dan rezeki itu bukan cuma harta berlimpah.

Memang, harta berlimpah bisa sangat bermanfaat DI TANGAN orang-orang sholeh seperti Anda tetapi sebaliknya bahwa harta bisa merusak jika berada DI HATI orang-orang fasik.

Sekali lagi bahwa cerita di atas adalah bagian dari tugas saya dalam ber DAKWAH tentang asuransi syariah.

 

LALU IKUTI SISTEM SEPERTI APA?

Ikutilah sistem Allah karena sistem manusia tidak lah cocok diterapkan. Sepanjang karir saya diperusahaan asuransi multi nasional, walaupun agency nya syariah tetapi tetap saja motivasinya kesenangan dunia, harta, dan kegemerlapan serta kepopuleran. Apakah mendapatkan kenikmatan dunia ini salah? Tentu tidak. Perhatikan lah QS Al Qasas : 77

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”  

Tujuan kita sebenarnya adalah akhirat dan kita menuju kesana bermodalkan apa yang Allah telah anugerahkan pada kita. Harta, Anak-anak, dan Jiwa menjadi modal kita untuk mencapai negeri akhirat. Namun kita juga diperintahkan untuk tidak melupakan bagian kita di dunia. Dengan demikian, Agen Asuransi Syariah yang mengikuti sistem Allah yaitu yang tertera di Al Qur’an dan dicontohkan di As Sunnah akan membuat kita mendapatkan akhirat juga dunia. Berbeda dengan sistem yang manusia buat, Anda hanya dimotivasi untuk mendapatkan harta, harta, dan harta.

Kalau cuma harta doang, orang yang tak beriman pun banyak yang hartanya berlimpah. Hal ini membuktikan bahwa harta tidak ada nilainya bagi Allah. Harta ini hanya akan bernilai bagi orang-orang beriman yang menggunakan hartanya sebagai modal mencapai akhiratnya. Lihatlah apa yang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah sampaikan tentang nilai dunia yang tidak lebih berharga dari satu sayap nyamuk,

Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Karena itu WAHAI AGEN ASURANSI SYARIAH, ikutilah sistemnya maka Anda akan menjadi agen syariah yang mengagumkan.

Sangat mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak didapatkan kecuali pada diri orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia bersyukur. Dan apabila dia mendapatkan kesusahan maka dia akan bersabar” (HR. Muslim)

 

KEMUDIAN, PEMIMPIN SEPERTI APA YANG HARUS KITA IKUTI?

Ikutilah pemimpin yang mengajak Anda mendekat pada Allah bukan untuk sebaliknya yaitu bermaksiat kepadaNya.

Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144) Sumber : https://rumaysho.com/3111-taat-pada-pemimpin-yang-zalim.html

 

Maka dengan demikian insyaa Allah kita semua terhindar dari keburukan dalam kehidupan dan senantiasa dalam bimbingan Allah di jalanNya

Bagi saya, menjadi agen asuransi syariah itu adalah pekerjaan yang banyak keutamaan. Bisa jadi, dengan niat yang benar maka Anda seperti yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dibawah ini,

Dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia bertanya: “Wahai, Rasulullah. Manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?” Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Dia bertanya lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?” Beliau menjawab,”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik.” [HR Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384]. Sumber: https://almanhaj.or.id/2982-mengingat-maut.html

Setiap hari Anda mengingatkan orang lain sekaligus mengingatkan pada diri sendiri tentang kematian dan karena pekerjaan Anda sebagai agen asuransi jiwa berbicara tentang ketika tertanggung meninggal dunia maka Anda sesungguhnya sedang berdakwah untuk banyak-banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya.

Dan menjadi agen asuransi jiwa syariah akan memiliki pahala yang banyak, terutama ketika ada nasabahnya yang meninggal dunia. Ketika itu, agen asuransi datang, menyolatkan mayit, serta ikut menguburkannya. Anda tahu kan pahala menyolatkan mayit dan mengantar ke perkuburannya memiliki keutamaan pahala yang besar?

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945) Sumber : https://rumaysho.com/1867-keutamaan-shalat-jenazah.html

Jelas bahwa pekerjaan Anda sebagai agen asuransi syariah adalah mulia jauh lebih tinggi daripada sekedar harta. Maka Anda yang belum memperoleh harta berlimpah, bersabarlah. Mungkin ini karena niat Anda yang belum lurus dalam keinginan memiliki harta. Yang saya khawatirkan adalah bahwa, Allah pasti sudah tahu, jangan-jangan ketika Anda diberi harta, hal itu malah membuat Anda jauh dari Allah.

KARENANYA, LURUSKAN NIAT-IKUTI SISTEM ALLAH-PERHATIKAN RAMBU-RAMBUNYA.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

YA AKHI (SAUDARAKU), KENAPA ANTUM (ANDA) MASIH MENOLAK ASURANSI SYARIAH?

Tidak sedikit yang bertanya pada kami, “Pak, bagaimana mengatasi keberatan prospek yang mengatakan bahwa asuransi syariah tetap haram, asuransi syariah sama saja dengan konvensional, padahal mereka sudah mengaji?” Kami mengamati bahwa keberatan tersebut karena kebelum-pahaman calon peserta asuransi syariah. Dan Anda tahu, kami juga mengamati, kebelumpahaman diperkuat oleh perilaku agen asuransi syariah itu sendiri…

Ada anggapan dari beberapa agen, yang pernah saya jumpai, yang mengatakan bahwa orang-orang yang mengikuti pengajian tertentu tidak perlu dikunjungi karena susah closing nya. Dan para agen asuransi syariah akan berubah pikiran ketika mengikuti pengajian tersebut, intinya kita sibuk beranggapan dan kita sibuk berasumsi. Kita tahu bahwa pekerjaan kita ini memiliki risiko ditolak banyak orang.

Dari pada sibuk berasumsi, akan lebih baik ketika kita berusaha mengkoreksi diri. Untuk itu sekarang cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan saya ini;

  1. Apa itu asuransi?
  2. Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)
  3. Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?
  4. Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?
  5. Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah?

Apakah Anda sudah bisa menjawab semua pertanyaan?

Mari kita jawab satu persatu,

Apa itu Asuransi? 

“Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.” Kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 246Perhatikanlah kata-kata tercetak tebal, karena dasar itulah maka akad asuransi konvensional disebut jual beli. Dan akad ini adalah batil (haram) dalam  syariah. Ya Akhi (Wahai Saudaraku)! Sepanjang sepengetahuan saya, mereka adalah orang yang takut akan dosa dan merindukan surga. Anda menawarkan asuransi konvensional, pasti mereka tolak. Lalu mengapa mereka masih juga menolak asuransi syariah?

BISA JADI, mereka belum melihat dan belum paham perbedaan asuransi syariah dari asuransi konvensional. Sangat mungkin ini terjadi karena cara Anda menjelaskan sama saja dengan agen-agen asuransi konvensional. Itu mengapa mereka tidak bisa melihat perbedaan dari keduanya. Anda tahu? Dakwah itu bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menunjukkan akhlak yang sesuai dengan ilmu yang Anda sampaikan.

 

Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)

 اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ

Hukum asal menetapkan syarat dalam mu’âmalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya), kaidah fiqh ini kami kutip dari situs almanhaj.com yang disebutkan disana bahwa diperbolehkan bermuamalah dengan persyaratan kecuali persyaratan yang dilarang. Insyaa Allah di lain kesempatan kita bisa membahas apakah diantaranya persyaratan yang dilarang dalam muamalah.

Asuransi itu (yang syariah lho ya…) hukum nya boleh dan bukan wajib. Maka ketika kita mengatakan pada para saudara kita yang sudah mengkaji sunnah dengan kata-kata, misalnya “Kamu HARUS berasuransi ketika muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, dan selanjutnya…dan selanjutnya.”  Maka kalimat dengan kata harus itu akan sangat berbenturan dengan keyakinannya. Yang harus itu kan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya sedangkan asuransi adalah hasil kajian dari pemahaman praktik muamalah yang sesuai kaidah-kaidah syar’i sehingga sangat mungkin fungsi asuransi bisa digantikan dengan cara yang lain, misalnya dengan menabung, atau investasi, atau meminta bantuan keluarga atau sanak saudara. Memang setiap cara ada kelebihan dan kekurangan dan di sisi inilah agen bisa menjelaskan semua alternatif kemudian menjelaskan keunggulan asuransi syariah tanpa harus melebih-lebihkan dan atau mengurangi kelebihan alternatif lain.

“Antum tidak harus berasuransi karena masih ada cara-cara lain, dan ana (saya) sudah jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan yang lebih penting dari semua itu adalah ukhuwah kita agar tetap terjaga. Oh iya, antum udah tau ada kajian muamalah oleh ustadz fulan di Islamic Center Bekasi? Kalo belum ada acara yuk kita pergi bareng.”

Skrip diatas mungkin bagi sebagian Anda tidak menguntungkan karena tidak diakhiri penutupan (closing) penjualan. Tetapi tahukah Anda, terburu-buru malah akan membuat kerugian di pihak kita. Dia akan sulit untuk kita jumpai lagi dan kita tidak lagi punya akses ke komunitasnya.

 

Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?

Bisa! Walaupun tentu ada kelebihan dan ada pula kekurangannya.

Pertama adalah, TABUNGAN. Caranya, Anda menabung dalam jumlah yang cukup lalu kemudian tabungan tersebut dapat dimanfaatkan jika Anda memerlukan biaya rumah sakit atau lainnya. Berapa jumlah yang cukup itu? Tidak ada patokan, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa kelebihannya? Yaitu Anda tahu bahwa tabungan itu sangat mudah untuk dicairkan sedangkan menggunakan asuransi, maka kita butuh beberapa saat menunggu  dan jumlahnya adalah, paling tidak, sebesar apa yang sudah Anda setorkan sehingga Anda tahu berapa dana yang Anda bisa manfaatkan. Asuransi juga memiliki kepastian nominal pertanggungan namun beberapa kali persetujuan klaim, karena beberapa faktor yang tidak dibahas dalam tulisan ini, bisa berupa DITERIMA (disetujui), DITOLAK, atau DISETUJUI namun hanya SEBAGIAN.

Apa kelebihan asuransi dibanding tabungan? Asuransi membayarkan premi yang lebih sedikit dari pertanggungan yang dibayarkan. Sering kali nasabah tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya pertanggungan rumah sakit. Jika Anda memiliki agen yang berintegritas tinggi, semua proses pelayanan dan klaim akan dibantu agen tersebut, sehingga Anda dapat berkonsentrasi untuk kesembuhan Anda.

Cara kedua adalah INVESTASI. Perlindungan menggunakan investasi mirip dengan cara tabungan, perbedaannya biasanya hasil pengembalian (keuntungan) investasi lebih besar dari tabungan. Kekurangannya adalah, investasi tidak semudah tabungan untuk dicairkan, Anda juga harus menunggu beberapa saat dan mungkin beberapa hari untuk mencairkan investasi Anda.

Memang menurut saya, Asuransi lebih efisien untuk perlindungan biaya kesehatan, kecelakaan, dan yang terkait dengannya, tapi toh beberapa orang lebih nyaman menggunakan uang yang sudah dimilikinya sendiri dari pada bergantung pada asuransi entah karena prinsip yang dipegang maupun karena faktor kebiasaan menggunakan instrumen tersebut sehingga cara itu dianggap lebih mudah daripada menggunakan asuransi. Sehingga memaksakan prinsip (asuransi) kepada orang yang sudah memiliki prinsip adalah sebuah kesalahan karena akan menyebabkan konflik antara Anda dan calon nasabah.

Lalu bagaimana caranya? Anda hanya berhak menunjukkan bahwa ada prinsip lain. Menunjukkan dan bukan memaksakan untuk berpindah. Lagi-lagi Anda mungkin melihat bahwa saran ini tidak populer. Cara yang tidak bisa “menaklukan” calon nasabah? Ingat ya Akhi (saudaraku), sasaran dakwah adalah menyampaikan sedangkan hasil adalah milik Allah. Tidak ingatkah Anda ketika teladan kita cintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditegur Allah dalam Al Qur’an surah Abasa karena fokus mendakwahkan para pemimpin kaum musyrikin dan beliau mengabaikan permintaan Abdullah bin Ummi Maktum yang minta diajarkan Al Qur’an karena beliau sedang fokus berharap para tokoh tersebut memeluk Islam? Allah mengatakan, “padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).” (QS Abasa:7). Bahkan Allah pun berfirman, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. …” (QS Al Baqarah : 256). Itu mengapa memaksakan prinsip asuransi pada orang yang memengang prinsip lain bahkan yang terkesan kontra asuransi malah akan memperbesar dinding penghalang (gap) antara Anda dan dirinya. Bersabarlah dalam mendakwahkan asuransi syariah dan tentu Anda tahu bahwa orang di Indonesia masih banyak yang belum Anda kunjungi, Anda meninggalkan sejenak orang yang tidak setuju dengan kita untuk kemudian kita kunjungi kembali. Anda tentu sudah tahu risiko dari profesi ini.

Skrip yang harus diperhatikan yang akan menciptakan anti pati calon nasabah Anda, “Tapi ya Akhi, kalau Antum pakai tabungan atau investasi untuk perlindungan dan ketika dana yang terkumpul belum banyak namun Antum tahu bahwa kita tidak tahu kapan musibah akan terjadi, bagaimana kalau musibah terjadi sebelum dana mencukupi?”

Maka bisa jadi dengan sigap ia akan menjawab, “Ya Akhi, Antum juga gak tahu kan apakah musibah akan terjadi atau tidak. Bagaimana kalau musibah tidak terjadi pada ana (saya)? Ya Akhi, Antum muslim, kan? Antum percaya bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah kan? Dan Antum juga percaya bahwa Allah adalah yang menciptakan seluruh alam semesta dan yang merawatnya, memberikan rejeki pada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia pemilik surga yang dihadiahkan pada orang-orang yang bersabar? Ya Akhi, Allah sendiri yang mengatakan, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al Baqarah : 155). Antum tahu siapa orang-orang yang sabar itu? Ayat 156 nya menjelaskan, “(Yaitu) orang-orang yang apa bila ditimpa musibah, mereka berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Nya lah kami kembali).”

Maka jika sudah demikian, saran saya, jangan lanjutkan atau bahkan Anda mendebatnya karena, sekali lagi, itu malah akan menyebabkan ketidak nyamanan diantara Anda. Bicaralah tentang topik lain dan jalinlah persaudaraan karena menjalin persaudaraan dan saling mencintai karena Allah adalah wajib sedangkan asuransi syariah sifatnya mubah.

 

Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?

Dalam konteks profesi pelayanan, seorang agen asuransi seperti seorang dokter. Calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya. Hal ini dilandaskan rasa nyaman yang bisa didapatkan dari cara pelayanan agen tersebut pada nasabah. Maka, bisa jadi ia sudah menerima konsep asuransi jiwa syariah namu ia belum bisa menerima Anda sebagai agennya. Hal ini bisa jadi karena faktor alamiah yang ada pada diri Anda atau sesuatu yang dapat Anda perbaiki agar calon nasabah ini nyaman atas pelayanan Anda.

Perhatikanlah penampilan Anda, apakah aurat Anda sudah tertutup sempurna. Kami para lelaki yang sudah mengikuti kajian sunnah tidak nyaman melihat perempuan yang auratnya terbuka, karena ada keharaman dalam setiap pandangan.

Perhatikanlah perilaku dan tutur kata Anda. Anda bisa saja melatih perilaku dan tutur kata, tetapi jika bukan diniatkan karena Allah, maka Allah pula yang akan menunjukkan bahwa hal tersebut tidak asli dan hanya dibuat-buat.

 

Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah? 

Ada ayat yang sangat indah yang menggambarkan umat Islam yang ketika kita sadari maka ini benar-benar akan membuat hidup ini sangat nyaman.

 

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qasas : 77)

Hikmah yang dapat dipelajari, akhirat lah negeri yang kita tuju menggunakan apa yang telah Allah berikan didunia ini. Asuransi bukanlah untuk melindungi apa yang kita miliki di dunia ini karena yang kita miliki hanyalah sarana untuk mencapai negeri akhirat. Asuransi hanyalah sarana untuk mempermudah perbuatan (amalan) kita dijalan Allah dan asuransi ini juga salah satu cara untuk berbuat baik kepada orang lain, saling melindungi dan saling menjamin sesama saudara. Ingatlah, jangan berbuat kerusakan, sesungguhnya asuransi syariah menghindari diri dari riba, Allah akan menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah.

Karenanya, agen asuransi syariah, bijaklah dalam berperilaku dan bijaklah dalam berbicara. Ini yang seringkali membuat calon nasabah Anda tidak mampu membedakan apakah Anda agen asuransi syariah atau agen asuransi konvensional yang berorientasi hanya pada dunia semata, sehingga mereka tidak mampu untuk membedakan asuransi syariah dengan konvensional karena Anda terlihat sama dengan agen asuransi konvensional. Harta yang Anda miliki bukan untuk dibangga-banggakan dan dipamerkan dalam setiap kesempatan, tetapi untuk digunakan sebagai sarana mencapai negeri akhirat. Karena Anda tahu hakikat yang ada di dunia ini, APA YANG KAU MAKAN AKAN HABIS DAN APA YANG KAU PAKAI AKAN USANG TETAPI APA YANG KAU SEDEKAHKAN, DIA AKAN BERTAMBAH. Harta yang kau kumpulkan dengan setengah mati akan dibagi-bagi ketika kau mati namun kau lah yang akan dihisab (dimintai pertanggungjawabannya) nanti. Malu lah kita yang memamerkan harta dan mengejarnya sebagai tujuan hidup ini. Lupakah Anda, sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam?

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. (Shahih: HR. Muslim, no. 2957)

Terlebih jika harta yang kita miliki kita dapatkan dengan cara yang terlarang, misalnya Anda yang Anda kredit dengan cara ribawi. Marilah saudaraku, Agen Asuransi Syariah, tulisan ini mengajak kita semua sama-sama mengejar kehidupan akhirat dengan menggunakan dunia ini sebagai sarananya.

Pekerjaan agen asuransi syariah adalah profesi yang indah, dimana Anda berDAKWAH mengajak calon nasabah pada syariah, dan Anda memenuhi kewajiban mencari NAFKAH, lalu kelebihannya Anda keluarkan sebagai SEDEKAH.

AGEN ASURANSI SYARIAH = DAKWAH + NAFKAH + SEDEKAH

 

www.assalamconsultant.com

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

CELESTIAL MANAGEMENT (bagian 1)-AGENCY SYARIAH YANG MEMENANGKAN PEPERANGAN

Sukses itu harus bersama-sama karena Anda mencapai kesuksesan juga tidak sendirian. Ada keluarga yang mendukung, ada nasabah yang membeli, ada trainer yang melatih, ada buku-buku untuk dibaca, ada perusahaan sebagai tempat naungan, ada tim kerja yang menambah kekuatan, dan yang terpenting, ADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA yang mengatur segalanya.

Jadi, ketika Anda menjadi pemenang, jangan lantas Anda sombong karena itu tidak karena Anda sendiri. Lalu, sudah selayaknya setiap orang yang saya (penulis) sebutkan diatas merasakan kemenangan Anda sebagai kemenangan bersama. Fair, kan?

 Lalu, apakah Allah perlu juga merasakan kemenangan Anda? TIDAK. Allah tidak membutuhkan itu tetapi Anda lah yang membutuhkan Allah. Maka sudah seharusnya kemenangan tersebut menjadikan Anda seorang hamba yang lebih bersyukur. Kemenang Anda ini membuat Anda semakin dekat dengan Nya, bukan sebaliknya menjadi semakin jauh (maksiat) dari nya yaitu semakin bertaqwa dan semakin tawakkal.

DR. Riawan Amin, mantan President Direktur Bank Muamalat, pada tahun 2004 menyusun konsep managemen yang diterbitkan dalam sebuah buku berjudul CELESTIAL MANAGEMENT yang masih bisa Anda dapatkan di amazon.com (https://www.amazon.com/Celestial-Management-Islamic-Wisdom-Beings/dp/1456450700) dan saya mengadaptasinya dalam konteks agency asuransi syariah.

Tujuan akhir dari managemen ini adalah memenangkan “peperangan” karena hasil akhirnya akan diperlihatkan di medan pertempuran (Warfare). Dan seperti sebuah peperangan, Anda harus mempersiapkan dan melatih serta membentuk TIM KERJA-pasukan (Wealth), dan pasukan ini harus punya pola pikir yang benar yang paham untuk apa pertempuran demi pertempuran harus dilakukan (Worship). 

 

PASUKAN YANG MEMENANGKAN PEPERANGAN DENGAN “MIKR” (Militan, Intelek, Kompetitif, Regeneratif)

MILITAN

Pasukan yang akan memenangkan peperangan adalah orang-orang yang militan (=bersemangat tinggi, penuh gairah, dan siaga untuk bertempur). Orang-orang seperti ini akan menjadi penyemangat pasukannya. Sangat mungkin semangatnya menular pada orang-orang yang berada disebelahnya, mungkin lebih dari itu yaitu pada orang-orang disekelililngnya, bahkan bisa lebih dari itu yaitu menyemangati orang-orang dalam pasukannya. Anda tentu tahu bahwa Khalid bin Walid dan bagaimana kehadirannya dalam setiap peperangan membuat semangat pasukannya. Bahkan saking khawatirnya Umar bin Khaththab, yang menjadi khalifah saat itu, bahwa pasukannnya akan mengkultuskan Khalid bin Walid sebagai orang yang membawa kemenangan dan ketika Khalid tidak ada maka pasukannnya akan menjadi lemah dan dapat dikalahkan, maka Umar membuat kebijakan untuk mengganti Khalid dengan Abu Ubaidah bin Jarrah pada perang Yarmuk. Lihatlah betapa seseorang bisa menyemangati kelompok manusia yang berjumlah besar.

Sebuah Agency Syariah harus memiliki orang-orang yang dapat menebarkan semangat pada sesamanya untuk berjamaah melakukan aktivitas penjualan. Setiap agen selalu bersemangat dan bersiap siaga menerima panggilan aktivitas. Selain mengembangkan daftar prospek, tugas-tugas agen syariah adalah juga melayani hal-hal yang berhubungan dengan polis seperti pelayanan klaim, misalnya. Ketika nasabah membutuhkan bantuan dengan segera agen syariah sigap melayani. Ini yang kami sebut militansi, semangat tinggi dan siap untuk beraksi.

 

INTELEK

Hudzaifah ibnul Yaman adalah sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang memiliki kecerdasan tinggi. Dengan perantaraannya perang Khandak dimenangkan tanpa banyak darah tertumpah. Strateginya untuk mengacaukan barisan musuh terbukti berasal dari tingkat kecerdasan dan keberanian yang tinggi. Begitu juga sahabat Salman Al Farisi yang karena kecerdasannya menyarankan penggalian parit sehingga musuh terhalau tidak mampu memasuk Madinah. Mereka mendapatkan kecerdasan tersebut dari pengalaman yang telah mereka alami dan kecerdasan tersebut digunakan di jalan Allah.

Seorang leader atau pun agen syariah, dapat menggunakan pengalaman masa lalu mereka untuk mengatasi persoalan-persoalan di masa kini dan yang akan datang. Keerdasan ini juga dapat dipelajari dari pengalaman orang lain. Karenanya para ahli mengangkum pengalaman-pengalaman banyak orang ke dalam rumusan teori yang bisa diajarkan pada agen-agen yang belum berpengalaman. Training, Coaching, Mentoring, Monitoring, dibutuhkan dalam hal ini.

 

KOMPETITIF

Pasukan Muslim dikenal dengan pasukan yang mempunyai daya kompetisi yang tinggi. Pada saat perang Badar, pasukan Muslim hanya berjumlah sekitar 300 an orang dan pasukan Quraisy berjumlah 1000-an orang dan peperangan dimenangkan pasukan Muslim. Bahkan dalam perang Mu’tah, pasukan Muslim yang berjumlah 3000 orang berhadapan dengan 200.000 orang pasukan Romawi. Perang ini menyebabkan gugurnya tiga panglima perang yang juga sahabat utama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abu bin Rawahah kemudian Khalid bin Walid mengambil alih pasukan dan ia paham bahwa jumlah pasukannya tidak dapat menandingi pasukan musuh.

Maka ia mengatur strategi dengan menukar posisi pasukan setiap hari. Pasukan depan ditukar dengan pasukan belakang, pasukan kanan ditukar dengan pasukan kiri. Sehingga pasukan musuh mengira bahwa pasukan Muslim mendapatkan bantuan pasukan baru setiap harinya. Khalid bin Walid sengaja mengulur waktu pertempuran hingga petang karena berdasarkan peraturan perang saat itu, pertempuran dihentikan ketika petang. Pada pagi harinya, Khalid memerintahkan pasukannya memacu kuda-kuda nya sambil menarik pelepah kurma dari arah kejauhan sehingga tampak oleh pasukan Romawi kepulan debu beterbangan seolah seperti tambahan pasukan baru yang sedang berdatangan. Pasukan Romawi merasa gentar karena dengan 3000 orang pasukan saja mereka cukup dibuat repot dan kini (mereka mengira) pasukan baru sudah berdatangan. Pasukan Romawi menarik diri dari medan pertempuran begitu juga pasukan Muslim.

Lihat lah betapa kompetitifnya pasukan-pasukan Muslim dan tak gentar dengan peperangan. Yang diharapkan oleh mereka adalah bukan kehidupan, melainkan kematian yang diridhoi Allah karena berperang dijalanNya. Beginilah kehidupan orang mukmin, mereka menggantungkan hidup mereka pada Allah dan mereka selalu menjaga diri untuk tetap berada dijalan Allah, dan mereka bersabar sehingga Allah memenangkan mereka atas orang-orang yang jumlahnya sepuluh kali lebih banyak.

Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti. 

 (QS Al Anfal:65)

Agen Syariah yang bersabar maka Allah akan selalu bersamanya, “…, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah:153). Ketika Allah sudah bersamanya, siapa kah yang sanggup mengalahkan? Ini lah yang membedakan agen syariah dan non syariah. Ketika agen syariah berpikir dan berperilaku seperti agen non syariah maka ia nilainya tidak lebih baik satu dari lainnya. Tetapi ketika ia menerapkan kesyariahannya maka Allah akan mengangkat nilainya sepuluh kali lipat.

 

REGENERATIF

Sebuah Agency Syariah yang Militan, Intelek, dan Kompetitif akan menjadi agency yang senantiasa bertumbuh dan bertambah (berkembang). Setiap orang tahu apa tugasnya, setiap orang mampu memimpin dan dipimpin karena terbiasa dengan prinsip berjamaah, dan setiap orang memiliki kemampuan mengisi kekosongan fungsi sehingga organisasi tetap dapat berjalan dengan baik kearah pertumbuhan dan pertambahan.

Masih dalam sirah mengenai perang Mu’tah dimana  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sudah mengisyaratkan dalam sabda beliau, “Pasukan ini dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, bila ia gugur komando dipegang oleh Ja’far bin Abu Thalib, bila gugur pula panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah –saat itu beliau meneteskan air mata- selanjutnya bendera itu dipegang oleh seorang ‘pedang Allah’ dan akhirnya Allah Subhânahu wata‘âlâ memberikan kemenangan.” (HR. Bukhari) 

Dalam kisah tersebut Khalid bin Walid mengambil inisiatif untuk memimpin pasukannya dan membuat strategi seperti yang telah kita bahas di atas sehingga membuat hati pasukan Romawi gentar.

Inilah 4 (empat) faktor yang memenangkan dalam pertempuran dan kita akan membahas bagaimana 4 (empat) faktor ini dibentuk oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam diri para sahabat.

Semoga menjadi manfaat dan inspirasi kita bersama dalam memenangkan setiap persaingan yang kita niatkan untuk kebaikan dan di jalan Allah.

Wallahu a’lam,

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

RIBA (Bagian 3) – Apa yang kau Banggakan?

Kita telah membahas dalil larangan riba yang sebelumnya didahului dengan bentuk-bentuk riba, tentu Anda, pembaca, sudah semakin paham apa itu riba beserta dalil larangannnya. Berikutnya tulisan ini berusaha untuk menjadi pengingat diri bahwa bisa jadi kita masih terlibat riba dan bahkan kita masih berencana bertransaksi dengan riba. 

Ini adalah untuk Anda, seorang praktisi keuangan muslim, yang Anda tentu yakin bahwa Allah adalah yang Anda sembah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah utusan Allah dan orang yang Anda tiru dalam kehidupan sehari-hari, dan juga Anda yakin bahwa Al Quran yang berisi perintah dan larangan serta pedoman hidup umat muslim adalah ayat-ayat Allah, maka sudah sepatutnya kita masuk kedalam Islam secara kaaffah. Yaitu masuk secara sempurna, tidak sebagian maupun tidak setengah-setengah.

Bagi Anda, praktisi keuangan syariah, Islam adalah bagai satu-satunya kendaraan yang berada dijalan yang benar dan menuju ke tujuan yang benar dan ketika Anda hendak naik kedalamnya naiklah dengan seluruh tubuh Anda, seluruhnya, tidak sebagian, tidak pula setengah-setengah. Maka sudah saatnya pula Anda meninggalkan riba yang dilarang dalam Islam.

Dalam aktivitas Anda sehari-hari sebagai praktisi keuangan syariah, tidak dipungkiri Anda berada dalam lingkungan yang sangat bersemangat dalam mencari penghidupan dunia. Itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita tenggelam didalam urusan dunia ini.

Tidak jarang kita dimotivasi dengan harta yang berkilauan, mobil mewah, rumah mewah, dan liburan mewah. Hati-hati lah saudaraku, kita yang kemudian jauh dari Allah akan terperosok memaksakan diri untuk memerolehnya dengan cepat menggunakan cara-cara yang terlarang yaitu membuat transaksi ribawi.

Membeli mobil dengan cara riba,

Membeli rumah dengan cara riba,

Liburan dengan berutang riba,

Tidakkah kita tahu bahwa Allah dan RasulNya sudah pernah mengingatkan tentang larangan riba?

Allah telah menyiapkan siksa yang pedih untuk kita yang masih bertransaksi ribawi?

Allah akan menghancurkan harta kita?

Allah dan RasulNya akan memerangi kita?

Dosa riba yang paling ringan sama dengan menikahi ibu kandungnya sendiri?

Dan riba sebesar 1 dirham saja buruknya lebih dahsyat dari 36 wanita pezina? (1 Dirham = Rp 65.339,- | sumber: http://www.salmadinar.com/update-harga/)

Ketika Anda menaiki mobil dengan cicilan ribawi, tidakkah Anda terbayang wajah ibu Anda, tidak kah Anda meyakini Al Qur’an dan Hadits bahwa Anda sedang MENIKAHI IBU ANDA SENDIRI?

Berapakah riba yang Anda bayarkan untuk rumah Anda? Hitunglah itu senilai berapa dirham? Kalikan dengan 36 wanita pezina. Seberapa burukkah rumah Anda itu?

Saudaraku, maka dari itu, tenangkan lah hatimu, bersabarlah agar Anda bisa memperolehnya tanpa riba. Dan Anda sebagai praktisi keuangan Islami, bukankah Anda terus mempromosikan bahwa sistim keuangan ini adalah bebas gharar, maisir, dan riba? Lalu mengapa Anda masih melakukan riba?

Sekali lagi mari tinggalkan ini dan bersabarlah agar terhindar dari kebencian Allah. Tidakkah Anda merasa susah ketika Anda dibenci atasan Anda, kawan dekat Anda, atau orang yang Anda cintai? Maka tidak ada perasaan yang lebih susah dari pada dibenci Allah, Tuhan semesta alam yang menciptakan kita semua.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(QS. As Saff ; 2-3)

LALU APA YANG DAPAT KAU BANGGAKAN DENGAN INI SEMUA?

Maka bersabarlah dan belilah barang-barang kebutuhan Anda secara tunai atau paling tidak bukan dengan cara transaksi ribawi.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya