Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

34 Articles

PETANI YANG MENYUBURKAN LADANG ORANG LAIN

Setiap hari mencari rejeki, kita bagaikan petani yang menggarap sawah dan ladang masing-masing. Dan setiap hari juga kita sering melihat para petani ini sibuk dengan ladangnya sendiri-sendiri. Pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam. Menggarap, menanam, menyiram dan memupuk, dan tak jarang kita menjaga dari hal yang merusak tanaman dan ladang kita.

Bercita-cita mendapatkan hasil panen yang bagus, seringkali kita terlena menganggap ini lah hal yang paling penting kita lakukan setiap hari agar hasilnya nanti sempurna. Kita hanya memikirkan ladang dan diri sendiri. Tak hanya hama yang kita anggap mengganggu, bahkan beberapa kali, Tuhan yang menciptakan musim kemarau pun dianggap telah mengganggu hasil pekerjaan kita.

Ditengah keegoisan kita, ada seorang petani yang hasil ladangnya berlimpah dengan kualitas nomer satu. Berbeda dengan hasil ladang petani lain dengan lokasi yang tidak berdekatan. Penasaran akan hal itu, seorang mahasiswa calon insinyur petanian bertanya pada petani ini. Mengapa ladangnya dan ladang-ladang disekitarnya memiliki panen melimpah dengan kualitas nomer satu.

Petani ini menjawab, “Saya membagi bibit unggul yang saya miliki pada petani-petani yang berdekatan serta memberi mereka pupuk yang terbaik. Saya juga mengairi ladang-ladang mereka. Saya ikut membantu mengusir hama dari ladang mereka.”

Petani ini melanjutkan, “Mas calon Insinyur, dengan cara seperti ini lah ladang saya menghasilkan panen terbaik. Perhatikanlah, jika saya tidak memberi bibit yang unggul pada petani disekitar dan bibit mereka jelek, maka angin akan menerbangkan serbuk sari bibit jelek tadi ke ladang saya. Perkawinan serbuk sari yang kualitasnya jelek itu akan berpengaruh buruk pada tanaman saya.”

“Jika saya tidak mengaliri ladang mereka, tanah mereka menjadi tidak subur, unsur hara dalam tanah pun rusak. Maka hal itu juga akan berpengaruh pada tanah ladang saya yang ada disekitarnya.”

“Jika saya tidak membantu mereka menghalau hama, maka bisa jadi ladang mereka menjadi sarang hama dan menular ke ladang saya. Itulah yang saya lakukan. Sederhana, tidak ada yang istimewa namun Tuhan memberikan hasil yang istimewa pada ladang saya dan petani disekitar.”

Mahasiswa ini menyimpulkan bahwa ketika berbuat baik pada orang lain, faktanya adalah orang tersebut sedang berbuat baik pada diri sendiri.

Membantu orang lain, ternyata itu adalah bantuan untuk diri sendiri. Memberikan modal pada orang lain juga berarti bahwa kita sedang berusaha mensejahterakan diri sendiri.

Ilmu ladang ini sangat berguna dalam kehidupan karena sesungguhnya kitapun sedang berladang untuk kehidupan kita. Ilmu TABUR dan TUAI saja belum cukup. Kita juga masih harus MENYUBURKAN ladang orang lain untuk kesuburan ladang kita sendiri.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

Seri Psikologi Organisasi: BELAJAR BERORGANISASI DARI KEHIDUPAN KELUARGA

Hampir setiap orang paham bahwa definisi organisasi adalah kumpulan beberapa orang yang memiliki kesamaan-kesamaan dan karena kesamaan tersebut mereka sengaja menghimpun dirinya dalam satu wadah. Sudah sewajarnya, yang namanya kumpulan mesti memiliki struktur, paling tidak sedikitnya ada dua tingkatan dalam struktur tersebut, yaitu ada pemimpin dan ada pengikut.
 
Saya secara awam memandang organisasi ini dalam dua bentuk yaitu informal dan formal. Anda tentu sudah tahu bahwa organisasi pecinta hobi tertentu merupakan salah satunya. Sama-sama naik Suzuki Ertiga, kemudia mereka membentuk kumpulan Ertiga Club, misalnya. Sama-sama pecinta pesawat mainan, kemudian mereka juga membentuk perkumpulannya. Dalam organisasi macam ini, seseorang dapat dengan mudah dating dan pergi, berbeda halnya dengan organisasi yang formal. Pernikahan merupakan salah satu organisasi formal. Organisasi ini dalam pengukuhannya bukan hanya disaksikan oleh orang yang berkepentingan tapi juga banyak pihak. Ada nya pencatatan pengukuhan dan saksi-saksi menambah formalitas lembaga perkawinan. Dalam organisasi ini tidak mudah bagi seseorang untuk datang dan pergi, banyak aturan yang membatasi. Organisasi formal lainnya adalah yang terdapat di dalam kehidupan kantor. Struktur dalam kantor merupakan organisasi yang formal juga.
 
Tantangan dalam organisasi formal adalah Interpersonal Conflict atau konflik antar pribadi. Ketika terjadi konflik ini seseorang tidak akan dengan mudah meninggalkan organisasi ini. Seorang istri yang berkonflik dengan suaminya tidak dapat dengan mudah meninggalkan lembaga ini. Untuk bercerai, mereka harus melalui prosedur yang tidak sederhana. Dan terkadang ada pertimbangan manfaat jika harus berpisah, sebagai contoh kerena keberadaan anak ditengah-tengah keluarga yang berkonflik dan sering kali pada akhirnya si istri memaksakan diri untuk tetap bersama. Jika ini terjadi, organisasi atau lembaga rasanya adalah tempat terburuk didunia.
 
Konflik sering kali disebabkan karena hal sederhana, walaupun tentu ada kalanya hal-hal besar menyebabkan konflik. Seperti contoh;
 
Seorang istri baru saja selesai menghadiri seminar manajemen keluarga yang didalamnya diajarkan manajemen konflik. Dalam manajemen konflik itu diajarkan untuk menginventarisir hal-hal positif dan negative dari masing-masing pasangan. Si istri berkata, “Pah, ini ada formulir, ayuk kita isi. Tolong tulisin hal-hal positif dari Mamah dan hal-hal negatifnya menurut Papah. Nanti Mamah juga akan menuliskannya tentang Papah.”
 
Si Papah menerima lembaran formulir sambil senyum-senyum.
 
Si Mamah mulai menulis sedangkan si Papah memerhatikan istrinya sambil senyum-senyum.
 
“Ayo Pah tulis, kok malah senyum-senyum.” sergah istrinya yang kemudian melanjutkan menulis dengan semangat. Dari gayanya terlihat, sepertinya daftar dosa dan pahala suaminya sangat panjang.
 
Sudah beberapa menit berlalu, si istri masih menulis dan hampir menyelesaikan daftar tersebut dan si suami mulai menulis sambil tersenyum dan tak sampai satu menit ia telah selesai.
 
“Udah nulisnya, Pah?”
 
“Sudah, Mah.”
 

“Ya udah, siapa dulu yang mau bacain daftarnya, Pah?”

“Silakan Mamah duluan.”

 
Kemudian istrinya mulai membacakan hal-hal positif mengenai suaminya dan tak berapa lama hal itu selesai dan ia lanjut membaca hal-hal negatifnya. Rupanya pembacaan hal-hal negative berdurasi lebih panjang dari hal-hal positifnya. Ini menandakan suami memiliki lebih banyak hal negative ketimbang positif di mata istrinya.
 
“Nih yah, Pah. Papah sering kali gak mengerti perasaan aku, saat aku maunya apa tapi malah jadi bikin marah.”
 
“Papah juga sering kurang percaya diri kalo disekitar teman-teman kantor ku dan itu bikin aku malu, Pah.”
 
“Trus, Pah. Maaf yah Pah. Penghasilan kita hamper sama dan bahkan beberapa kali penghasilan Mamah lebih besar dari penghasilan Papah. Teman-Teman ku di kantor, penghasilan suaminya lebih tinggi dari istrinya, Pah.”
 
Dan masih banyak lagi daftar keluhan si istri sampai agak beberapa lama kemudian ia berhasil menyelesaikan daftar keluhannya dan tersadar suaminya dari tadi hanya senyum-senyum mendengarkan daftar “dosa-dosa suami” dibacakan
 
“Kok Papah senyum, senyum, sekarang giliran Papah yang baca tentang Mamah supaya kita bias mengetahui apa yang harus kita perbaiki..”
 
“Baik, Mah. Ini kertasnya.”
 
Si istri menerima kertas tersebut dalam kondisi terlipat seraya bingung dalam pikirannya kenapa kertas tersebut tidak dibacakan tapi malah diberikan, dan ia juga penasaran apa yang ditulis suaminya dalam waktu yang sangat singkat padahal dia sendiri menghabiskan waktu yang lama untuk menuliskan daftar tentang suaminya. Lalu ia mulai membuka kertas tersebut terbacalah apa yang dituliskan suaminya.
 
“BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
 
ALLAH TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA BENTUK DAN ALLAH TELAH MENCIPTAKAN KAMU SEBAGAI ISTRI TERBAIK UNTUKKU.
 
BUKANLAH AKU YANG HARUS MENUNTUTMU MENJADI ISTRI YANG TERBAIK TETAPI AKULAH YANG HARUS BERUSAHA UNTUK MENJADI SUAMI TERBAIK UNTUK KAMU.
 
SEMOGA ALLAH MERIDHOI.” Demikian isi kertas tersebut
 
Tangan istrinya gemetar setelah membaca, matanya mulai mengucurkan air mata, dalam pikirannya kacau. Ia yang selama ini merasa lebih tahu dengan mengikuti seminar ini dan itu, yang mengajarkan cara-cara menjadi baik tetapi yang ada hal-hal tersebuthanya mengajarkannya untuk membuat tuntutan untuk kepentingannya sendiri. Ia malu-se malu malunya karenanya.
 
“Maafkan Mamah, Pah. Mamah lupa diri karena Mamah merasa tahu semuanya dan ternyata Mamah lupa bahwa Mamah belum pernah berusaha untuk menjadi istri Papah yang baik.”
 
Ini lah yang sering terjadi dalam rumah tangga, ke alpaan pikiran kita untuk berpikir dan merasa mengapa kita menikahinya. Membanding-bandingkan dengan orang lain malah bukan membuat dirinya bijaksana namun membuatnya lebih banyak menuntut.
 
Sebagian besar perselingkuhan di kantor karena suami atau istri membandingkan pasangannya dengan teman sekantornya kemudian menuntut pasangannya untuk menjadi seperti perbandingan itu padahal dengan berfokus memikirkan bagaimana menjadi pasangan yang terbaik dari pada menuntut pasangannya menjadi yang terbaik. Bukankah menuntut diri sendiri lebih mudah dari pada menuntut orang lain?
 
Ini juga yang terjadi dalam konflik antar pribadi dikantor. Orang-orang tidak menyadari posisi dan perannya, setiap orang ingin mengatur dan yang muncul hanyalah tuntutan karena harapannya tidak terpenuhi. Pemimpin menuntut bawahannya tanpa memerhatikan apa yang seharusnya ia lakukan dan sebaliknya begitu juga bawahannya menuntut atasannya tanpa pernah berpikir bagaimana mereka menjadi pengikut terbaik.
 
 
 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(Ar Ruum : 21)
 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

APAKAH SEMINAR MOTIVASI KUNCI MENINGKATNYA PERFORMA KERJA?

Sudah menjadi pengetahuan kita bersama bahwa dalam sebuah tim penjualan, yang terdiri dari beberapa orang, masing memiliki hasil yang berbeda namun sering kali kita sebagai leader memberikan treatment (perlakuan=tindakan) yang sama pada semua orang, dan kebanyakan orang percaya bahwa persoalan hasil digantungkan pada seminar motivasi.

Kami mengamati sebuah perusahaan asuransi jiwa yang beberapa waktu terakhir sering mengadakan seminar-seminar motivasi untuk memompa performa hasil penjualan, apakah bermanfaat? Jawabannya tentu saja bermanfaat, tetapi apakah efektif? Dan efisien? Maka jawabannya adalah belum tentu.

Memang mengadakan seminar motivasi membutuhkan persiapan yang sederhana dibandingkan harus menyusun sebuah rangkaian program pengembangan diri, tetapi hasilnya tidak dapat menyentuh setiap kebutuhan peserta. Dan jika itu yang terjadi maka efisiensi tidak terjadi karena harus dilakukan berkali-kali dan bisa jadi hasilnya sangat mungkin tetap tidak menyentuh esensi pengembangan diri dari setiap orang.

Bukan berarti seminar motivasi itu tidak penting, justru motivasi ini menjadi pengingat dan penyemangat sehingga hal ini bisa menjadi bahan bakar performanya.

Namun bayangkan bahwa bahan bakar sudah penuh tetapi Anda tidak terampil menjalankan bahkan tidak tahu cara menjalankan kendaraan Anda. Ketika Anda belum terampil, peluang kecelakaan lebih besar terjadi dan jika Anda tidak tahu cara menjalankannya, peluang kecelakaan lebih kecil namun Anda tidak akan mencapai tujuan dengan kendaraan itu.

Lalu apakah harus menunggu terampil terlebih dahulu kemudian baru menjalankan kendaraan? Tentu juga bukan demikian. Selama Anda sudah memiliki lisensi dan lisensi itu didapat dengan cara yang sah, maka agen-agen Anda sudah berhak untuk menjalankan bisnis Anda sebagai agen asuransi syariah, lalu proses pengembangan diri dilakukan sambil berjalan.

Silakan perhatikan diagram di atas bahwa yang harus dibentuk atas agen asuransi syariah Anda adalah mindset (pola pikir yang berisi nilai-nilai dan keyakinan) nya. Setelah ia sudah yakin mengapa ia harus memulai bisnis ini barulah Anda sebagai leader memberikan bimbingan yang apakanh itu; training, coaching, dan atau mentoring. Dan juga lihat lah bagaimana motivasi dibutuhkan setiap saat ketika dibutuhkan. Kapan kah itu? Ketika agen Anda membutuhkan sebab-sebab dan alasan untuk terus bergerak. Kami menyebut MOTIVATION adalah MOTIVE for the ACTION (alasan/sebab-sebab untuk beraksi).

Kemudian, dalam menetapkan strategi dan melaksanakan aktivitas tentu akan didasari dari target yang Anda ingin capai dan hal itu juga tergantung dari kemampuan dari agen-agen Anda. Anda dapat meningkatkan kemampuannya agar performa yang sudah dimiliki dapat ditingkatkan dan dipertanggungjawabkan.

Saya (penulis) pernah mengetahui bahwa ada seorang agen yang performa penjualannya sangat baik, dalam waktu singkat ia menghasilkan premi yang sangat tinggi, namun setelah diteliti, ia melakukan penjualan dengan cara-cara yang rawan terjadi konflik dikemudian hari. Maka hal ini bukan hanya akan menjadi risiko baginya tetapi juga bagi timnya bahkan perusahaannya.

Kapan seseorang harus mendapatkan training? Ketika kompetensinya rendah, walau performanya tinggi.

Kapan seseorang harus mendapatkan coaching? Ketika ia berada di persimpangan kompetensi dan performa. Hal ini akan meingkatkan performa dan kompetensinya insyaa Allah.

Kapan seseorang harus menjalain sesi mentoring? Ketika kompetensinya sudah baik namun hasil kerja belum nampak.

Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu memberikan wawasan pengembangan tim penjualan Anda.

Wallahu a’lam.

 

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

STRATEGI MEMBANGUN TIM PENJUALAN BERDASARKAN SURAH YUSUF : 108*

Banyak orang tentu sudah mengetahui bahwa Al Quran adalah kitab suci ummat Islam namun tidak banyak orang menyadari bahwa Al Quran berisi petunjuk-petunjuk dalam menjalani kehidupan secara komprehensif. Tidak hanya sebagai individu, tetapi juga dalam kelompok. Bukan hanya kehidupan beragama, tetapi juga kehidupan bermasyarakat bahkan kehidupan profesional. Dan dalam tulisan ini kami berniat membagi tips membangun tim penjualan berdasarkan surah Yusuf ayat 108.

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٠٨

  1. Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”

Dari ayat diatas, terdapat unsur-unsur tersirat bagaimana kita bisa membangun tim penjualan kita secara syariah. Berikut adalah unsur-unsurnya.

  1. قُلۡ (=Katakanlah)

Mengisyaratkan bahwa menyampaikan (berdakwah) merupakan hal yang diperintahkan Allah. Kita semua paham bahwa pekerjaan seorang penjual adalah menyampaikan. Apa yang disampaikan? Tentu tentang manfaat dari barang yang dijualnya.

Seorang leader dalam sebuah tim adalah seorang yang mendakwahkan syariat pada orang-orang yang dipimpimnya, demikian pula seorang penjual syariah selalu menyisipkan materi dakwah pada para calon pembelinya, seperti bagaimana pentingnya iman dan mengajak untuk beriman dan bertakwa pada Allah.

  1. هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ (= Inilah jalan ku)

Seorang leader menunjukkan visi dan misi yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam tim. Tentu visi dan misi ini adalah yang sesuai denga target dan kebutuhan yang tidak bertentangan dengan syariat.

  1. أَدۡعُوٓاْ (= Aku mengajak)

Hal ini menyiratkan bawa setiap orang harus mengajak dalam kebaikan yang terus menerus. Seorang leader harus menyiapkan kader-kader untuk melanjutkan misi guna mencapai visi sehingga aktivitas tim dapat terus berlanjut walaupun sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada leadernya.

  1. إِلَى ٱللَّهِ (= Kepada Allah)

Ini adalah tujuan akhir yang harus dipahami setiap anggota. Kesuksesan dunia merupakan efek dari pencapaian tujuan ini.

  1. عَلَىٰ بَصِيرَةٍ (= dengan hujjah yang nyata)

Menunjukkan bahwa visi dan misi yang harus dicapai setiap individu dalam tim harus didasarkan pada pedoman dan konsep yang jelas bukan berdasarkan dogma sehingga setiap anggota memilih untuk menerima dan mengemban misi tim kerja dengan kesadarannya.

  1. أَنَا۠ (= aku)

Aku disini adalah sosok pemimpin ideal yang sesuai bagi pengikutnya dan sesuai bagi tugas yang diembannya. Sebaik-baiknya contoh pemimpin ideal adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dengan memelajari dan mengkaji sirah nabawi, diaharapkan seorang pemimpin dapat meniru bagaimana perilaku Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dalam memimpin/

  1. وَمَنِ ٱتَّبَعَنِي (= dan orang-orang yang mengikutiku)

Seorang pemimpin yang baik didukung oleh pengikut-pengikut yang baik, dan pemimpin yang buruk akan memimpin orang-orang yang buruk. Untuk mendapatkan pengikut yang buruk tentu perekrutan melakukan seleksi saat merekrut. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membantu membuat keputusan perekrutan dapat di download di sini Tipe Karakter Pribadi.

  1. وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ (= dan maha suci Allah)

Hal ini mengisyaratkan totalitas tim kerja dalam menyebarkan kebaikan dan menunjukkan kebersihan hati dalam melakukan aktivitas-aktivitas misi yang dilakukan setiap anggota tim.

  1. وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ (= dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik)

Kalimat diatas menjadi alat kontrol apakah visi dan misi tetap konsisten di jalan Nya atau ada jalan lain yang diambil untuk mencari keselamatan di dunia. Orang yang beriman hanya menuju dan yakin pada satu Yang Maha Kuasa, dan ketika tim kerja atau anggotanya sudah bergantung selain pada Allah, bisa jadi mereka atau ia sudah masuk pada mempersekutukan Allah.

SELAMAT MEMBINA TIM SYARIAH

*diadaptasi dari Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah | عَنَاصِرُالدَّعْوَهِ

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

DUPLIKASI ATAU REGENERASI?

 

Istilah duplikasi dalam membina tim keagenan dalam bisnis asuransi jiwa sudah menjadi hal lumrah yang sering terdengar. Secara sederhana, yang dipahami oleh para pelaku keagenan, duplikasi berarti meniru apa yang dilakukan oleh para leadernya dengan harapan seorang agen mendapatkan hasil yang sama, kemudian mereka juga mengenal apa yang disebut dengan follow the leader. Namun pengamatan kami menunjukkan ada beberapa kesalahpahaman yang terjadi dengan konsep tersebut. Buktinya adalah ada beberapa tim yang tetap eksis bahkan bertumbuh, ada pula tim yang menghilang secara cepat atau lambat.

Biasanya kami mendengar bahwa itu adalah kesalahan agen yang tidak mengikuti sistem ataupun tidak mengikuti leadernya. Katakan lah kenyataannya demikian, lalu apakah ketika seorang leader menyalahkan agennya lantas dapat mengubah kenyataan yang sedang terjadi?

Inilah kesalahpahaman yang sering terjadi. Perhatikan ini, sebuah hasil fotokopi saja jika Anda perhatikan tidak lebih bagus dari aslinya, setidaknya warna kertas hasil salinan sedikit lebih buram. Bayangkan, jika yang diduplikasi adalah leader yang tidak baik, maka hasil nya dapat dibayangkan.

LALU BAGAIMANA MENGATASI KESALAHPAHAMAN INI?

Jika Anda adalah seorang memiliki anak, tentu Anda setuju dengan ungkapan yang biasa para orangtua gunakan, “ANAK SAYA HARUS LEBIH BAIK DARI SAYA.”

LEBIH BAIK adalah bukan dari hasil duplikasi melainkan hasil proses gabungan dari modelling, edukasi, repetisi, dan komitmen tinggi, yang kami sebut REGENERASI. Seorang anak ketika masih kecil memang cenderung meniru apa yang ayahnya miliki atau yang ayahnya lakukan, itu namanya duplikasi. Dan pada masa itu seorang anak belum bisa menghasilkan seperti ayahnya. Jika ayahnya seorang manajer maka tidak serta merta anaknya dapat menjadi seorang manajer pada saat yang sama. Ada proses, edukasi, durasi, yang dapat menyebabkan kematangan pada diri si anak. Menjelang dewasa, anak mulai memilih karakter mana yang dapat ditiru dari ayahnya dan mana yang dapat ditinggalkan karena tidak efektif dalam pencapaian tujuan cita-citanya, ini yang namanya Modelling, mengambil struktur yang hanya dapat menyebabkan kesuksesan ayahnya.

Apakah itu cukup untuk mengulang kesuksesan ayahnya? BELUM. Fitrah manusia itu berbeda-beda, walaupun anak adalah keturunan ayahnya, hal ini tidak langsung menentukan bahwa seorang anak sama persis dengan ayahnya. Dan ingatlah

Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Jumu’ah : 4)

Setiap anak diberi karunia berbeda-beda satu sama lain yang menyebabkan seseorang memiliki dasar kemampuan yang berbeda-beda. Edukasi dan pelatihan dapat menyebabkan seorang anak memiliki keterampilan yang sama dengan yang sedang di model nya bahkan edukasi dapat menyebabkan kualitas seseorang menjadi lebih baik dari orangtuanya atau yang sedang dimodel. Ini yang disebut REGENERASI.

Seorang leader ibarat seorang ayah yang ingin anaknya lebih sukses dari dirinya dan seorang ayah tahu batas kemampuannya sehingga ia tidak bisa memaksakan diri agar ditiru 100% yang akan menyebabkan anaknya juga meniru-hal-hal buruk yang ada dalam diri ayahnya. Seorang ayah dapat mencarikan guru yang mampu mendidik anaknya dengan baik, dan rela membayar “biaya” yang harus dikeluarkan agar anaknya lebih berhasil daripada dirinya.

Inilah pentingnya memahami konsep REGENERASI agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman DUPLIKASI yang selama ini terjadi.

Wallahu a’lam,

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya