Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

22 Articles

TADABBUR ANTARA AL QASHASH AYAT 77 DAN ASURANSI SYARIAH

YUK HIJRAH!

Seruan ini menjadi viral saat ini, terlebih berbondong-bondongnya kaum muda milenial yang bersemangat mengunjungi kajian-kajian Islam yang dan termutakhir ditandainya dengan banyak peserta yang hadir dalam Hijrah Fest di Jakarta lalu. Karenanya kami sebagai pegiat ekonomi syariah juga bersemangat mensyiarkan apa yang menjadi bagian dari kehidupan berIslam, yaitu berekonomi secara Islami.

Kami bukan ahli tafsir melainkan orang-orang yang berusaha untuk berIslam dengan baik dengan belajar dalam kajian-kajian dan sekolah-sekolah Islam yang kemudian kami sampaikan kembali dalam tulisan-tulisan dan pelatihan-pelatihan. Karenanya ijinkan kami mentadaburi sebuah ayat Al Quran yang bisa menjadi penyemangat kita melaksanakan hal-hal yang perlu kita kerjakan dalam berIslam. Dan tadabbur berarti merenungkan, memikirkan dan menghayati. Ketika kita melakukannya, kita dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kita berangkat dari tafsir Ibnu Katsir tentan ayat ini, Al Qashash : 77;

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah membangga-banggakan diri. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah bersikap jahat dan sewenang-wenang, sebagaimana sikap orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan kepadanya.
Firman Allah Swt.:
{وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al-Qashash: 77)
Maksudnya, gunakanlah harta yang berlimpah dan nikmat yang bergelimang sebagai karunia Allah kepadamu ini untuk bekal ketaatan kepada Tuhanmu dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan berbagai amal pendekatan diri kepada-Nya, yang dengannya kamu akan memperoleh pahala di dunia dan akhirat.
{وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}
dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al-Qashash: 77)
Yakni yang dihalalkan oleh Allah berupa makanan, minuman, pakaian, rumah dan perkawinan. Karena sesungguhnya engkau mempunyai kewajiban terhadap Tuhanmu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap dirimu sendiri, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap keluargamu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap orang-orang yang bertamu kepadamu, maka tunaikanlah kewajiban itu kepada haknya masing-masing.
{وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ}
dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Al-Qashash: 77)
Artinya, berbuat baiklah kepada sesama makhluk Allah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.
{وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ}
dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. (Al-Qashash: 77)
Yaitu janganlah cita-cita yang sedang kamu jalani itu untuk membuat kerusakan di muka bumi dan berbuat jahat terhadap makhluk Allah.
{إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ}
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al-Qashash: 77)
Kita diperintah untuk mencari negeri akhirat dengan apa yang Allah karuniakan pada kita. Kita memiliki uang, sejatinya itu adalah milik Allah, namun kita diuji untuk memilih. Apakah kita memilih untuk menggunakan di jalan Allah agar kita dapat akhirat yang baik, atau kita memilihnya untuk bermaksiat pada Allah.
 
Kita memiliki keluarga, Istri dan Anak-Anak, dan itu juga karunia dari Allah, apakah kita akan menggunakannya untuk mencari negeri akhirat atau menyiakannya sehingga pertanggunjawaban yang berat menanti kita di akhirat nanti.
 
Kita juga dikarunia akal. Dengannya kita menjadi makhluk modern. Ini pula yang membedakan manusia dengan hewan. Dengan adanya akal, ada teknologi untuk mempermudah kehidupan dunia. Dengan adanya akal, ada metode dan mekanisme pengaturan keuangan. Dengannya pula bertujuan mempermudah kehidupan. Ada jual beli, ada utang piutang, ada simpan menyimpan, ada saling menjamin. Dan itu pula karunia Allah. Dan apakah kita akan menggunakannya untuk mencari negeri akhirat?
 
Asuransi merupakan hasil pemikiran manusia, sama seperti handphone, laptop, atau apapun yang Anda gunakan untuk membaca artikel ini. Hasil pemikiran ini bisa saja ada kekurangannya dan begitulah sunatullah, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun kami yakin bahwa pemikiran manusia dalam hal ini digunakan untuk bertujuan baik walaupun dalam praktiknya bisa saja keluar dari koridor Islam. Dan untuk itulah kita memikirkannya bagaimana karunia-karunia itu bermanfaat dalam berIslam. Karena itu juga lahirlah Asuransi Syariah yang menggunakan kaidah-kaidah Islami. Kita tidak lagi sedang membahas kesyariahan asuransi syariah. Silakan periksa tulisan-tulisan kami yang berbicara tentang ini.
 
Ketika kita sudah sepakat bahwa Asuransi Syariah adalah karunia dari Allah. Mari kita pergunakan ini untuk mencari negeri akhirat. Dalam asuransi syariah, ada tolong-menolong sesama peserta. Dalam asuransi syariah, ada sedekah pada anak-anak kita, yang dalam An Nisaa’ ayat 9 kita diminta takut meninggalkan anak-anak kita dalam keadaan yang lemah.
 
Dalam mekanisme asuransi syariah ini pula ada bagian kecil yang bisa kita nikmati dalam kehidupan dunia ini. Yaitu ketika kita sedang terkena musibah dan dana tolong menolong ini diberikan pada kita sebagai santunan sehingga hal itu dapat meringankan keadaan kita
 
Sungguh tolong-menolong ini yang disukai Allah, karena hal ini juga yang termaktub dalam ayat ini. Maka tolong menolonglah kita dengan nama Allah dan jangan berbuat kerusakan karena Allah tidak mencintai orang yang berbuat kerusakan. Bagaimana Asuransi syariah menjaga diri dari kerusakan? Mekanisme riba, mekanisme judi sangat merusak dan yang mengerikan adalah kerusakannya tidak terlihat jelas saat-saat awal. Pelan-pelan tetapi membuat kita kehilangan segalanya dan di saat itu barulah orang-orang merasakan ketidak-adilan. Asuransi syariah menghindarkan diri dari Maisir, Gharar, dan Riba sehingga ini adalah karunia Allah yang digunakan untuk menjaga keadilan bermuamalah dan menghindarkan diri dari kerusakan.
 
Akhirnya, berasuransi syariah dapat dijalankan dengan mentadabburi ayat-ayat Al Quran yang dengannya tujuan kita adalah untuk menjalankannya karena Allah sehingga kita berharap pahala dari Nya dan mendapatkan negeri akhirat yang kita cari.
 
Allahu a’lam.
 
Andrie Setiawan

MENANTI KEMBALINYA KEJAYAAN EKONOMI SYARIAH

Suatu hari saya terjadwal untuk memberikan sebuah materi training untuk para agen asuransi syariah dengan tajuk MENANGANI KEBERATAN. Ini adalah materi yang “sakral” dalam dunia asuransi jiwa. Seolah jika seseorang sudah memiliki keterampilan dalam hal ini, maka bisa dipastikan ia dapat menutup (clisong) kebutuhan nasabahnya. Artinya, ia menghasilkan bisnis yang banyak dan tentu menghasilkan banhak uang. ASUMSI ini TIDAKlah BENAR.

Setiap tahapan dari proses penjualan adalah penting. Tahapan sebelumnya dari setiap tahapan proses penjualan ikut memengaruhi kesuksesan tahapan berikutnya. Keberhasilan CLOSING dipengaruhi oleh keberhasilan HANDLING OBJECTION dan tahapan ini dipengaruhi oleh tahapan PRESENTATION yang dipengaruhi oleh tahapan FACT FINDING yang juga dipengruhi oleh tahapan APPROACHING yang dipengaruhi oleh tahapan PROSPECTING yang didahului oleh tahapan PLANNING.

Maka perencanaan (PLANNING) sangatlah penting.

Hari ini saya menjumpai kantor yang masih tutup padahal acara harus dimulai dalam waktu beberapa menit. Jelas saya sudah merencanakan kehadiran saya untuk memberikan materi di kantor ini. Saya melatih diri saya untuk membawakan materi yang diminta, saya merencanakan penggunaan perlengkapan yang akan saya gunakan, saya merencanakan waktu kapan saya harus berangkat dari rumah, bahkan saya merencanakan rute dan jenis kendaraan yang harus saya gunakan menimbang rute dan kondisi jalan.

TAPI TERNYATA….

Kesuksesan perencanaan membutuhkan kesuksesan perencanaan orang lain juga sehingga ketika kantor masih tutup dan peserta belum hadir, maka perencanaan yang sudah saya buat tidak berjalan sesuai rencana.

MENGAPA UMAT ISLAM SAAT INI TERTINGGAL?

Entah pertanyaan ini sudah disadari atau belum oleh ummat. Jawaban dari mengapa ummat Islam saat ini Tertinggal adalah karena sebagian ummat sering TERLAMBAT.
Tahukah kita bahwa sesama Muslim adalah bersaudara dan sesama Muslim seperti satu tubuh. Satu bagian sakit, maka bagian lain akan ikut sakit. Jika sebagian terlambat, maka yang lainnya akan terkena dampak keterlambatannya.

Fahamkah bahwa ummat ini adalah yang terbaik yang sudah dilatih setiap hari dengan kedisiplinan dalam sholat. Bahwa sholat didirikan untuk mengingat Allah dan sholat hars tepat pada waktunya juga sholat dilakukan dengan cara berjamaah.

Pemahaman dalam sholat sangat memengaruhi etos kerja ummat ini.

Hhmmm… ini menjadi peringatan bagi kita semua, jangan-jangan sholatnya masih sering terlambat dan tidak berjamaah, karenanya ummat hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, egois, dn hatinya terpisah.

Hayya ‘alash sholaah (Mari kita sholat)
Hayya ‘alal falaah (Marikita mencapai kemenangan/kesuksesan)

Menangani Keberatan dengan FEEL, FELT, FOUND

Bismillah,

Menjual, berdakwah, mengajar, dan lainnya merupakan aktivitas yang memerlukan proses komunikasi. Dalam komunikasi ada kalanya kawan bicara kita tidak sepaham atau tidak bisa menerima pemikiran kita dan dan menanganinya ada beberapa teknik yang dapat kita lakukan dan salah satunya akan kita bahas sekarang, insyaa Allah.

Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini dan beberapa klien saya juga merasakan hal serupa sampai dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan).”

Misal:

  • produk ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.”
  • kumpul-kumpul dalam kajian di masjid benar-benar membawa perubahan positif dalam hidup kita.”
  • “kesulitan-kesulitan dalam belajar akan selalu dijumpai dan manfaatnya pikiran kita terlatih untuk menghadapi persoalan-persoalan sekaligus bersabar dalam pemecahannya.”
  • dan lain-lain.

FEEL (Merasakan, present-saat ini) : Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini

FELT (Merasakan, past tense-saat yang sudah lewat) : beberapa klien saya juga merasakan hal serupa

FOUND (Menemukan, past tense-saat yang sudah lewat) : dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan)

 

Bagaimana pola kalimat tersebut bekerja? Ini bagian yang paling menarik bagi Anda yang kritis terhadap fungsi pola kalimat dalam komunikasi. Ingatlah, pola kalimat teratur dan sistimatis akan disenangi pendengarnya dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling teratur bicaranya.

 

FEEL : Anda sedang membangun kedekatan emosional dengan berempati pada kawan bicara Anda sehingga saat-saat ia bersama Anda merupakan saat yang selaras dan tak ada perselisihan.

FELT : Anda sedang mengubah fokus dari perasaan Subjektif kawan bicara Anda menjadi pikiran Objektif dengan memasukkan banyak orang kedalam pembicaraan Anda. Hal ini berarti bahwa perasaan yang sedang ia rasakan adalah hal umum yang orang lain juga rasakan dan ini akan membuat ikatan pemikiran nya terhadap pemikiran banyak orang.

FOUND : Ini adalah pikiran yang kita sedang masukkan kedalam pikiran kawan bicara kita setelah ia terikat secara emosional kepada kelompok orang yang sedang kita bicarakan. Dan salah satu prinsip persuasi adalah, ketika seseorang sulit untuk memilih (belum memiliki pilihan) maka ia akan menyerahkan pada keputusan orang banyak. Contoh, ketika kita datang ke sebuah restoran dan kita belum memiliki pilihan menu dalam pikiran kita maka biasanya kita akan bertanya, “Menu apa yang paling banyak dipesan, Mbak?” 

SEMOGA BERMANFAAT DAN GUNAKAN HANYA UNTUK KEBAIKAN. 

SAYA BERLEPAS DIRI DARI KEBURUKAN YANG ANDA LAKUKAN MENGGUNAKAN APA YANG SAYA AJARKAN.

 

Contoh-contoh penanganan keberatan agen asuransi jiwa syariah: 

Keberatan #1 | Masih banyak cicilan
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara yang sangat baik untuk situasi Bapak yang sedang banyak cicilan seperti saat ini. Asuransi adalah satu cara untuk melindungi keluarga dari cicilan yang Bapak miliki yang akan ditagihkan kepada mereka saat kita tidak bisa lagi membayar karena risiko hidup yang terjadi.”
Keberatan #2 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”
Keberatan #3 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”

Keberatan #4 | Saya tanya orang rumah dulu
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, dan nasabah saya juga merasakan hal yang sama kemudian memahami bahwa asuransi ini penting. Apa yang Bapak… Katakan barusan adalah cerminan bahwa Bapak… Sangat menyayangi keluarga. Untuk membuat keputusan penting, Bapak… Perlu melibatkan keluarga untuk memberikan pertimbangan.

Asuransi jiwa syariah adalah juga sarana untuk melindungi orang-orang yang Bapak sayangi di rumah, saya akan sangat senang untuk berjumpa dengan istri dan anak-anak untuk juga menjelaskan bahwa manfaat ini adalah juga untuk mereka ”

(buat janji temu di rumahnya dengan bertemu keduanya –suami dan istri)

Keberatan #5 | Saya bertawakal pada Allah
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara bertawakal pada Allah. Tentu Bapak sudah sering mendengar perjuangan para nabi Allah.

Mereka adalah orang-orang yang terjaga dari perbuatan dosa, yang dijamin surga, yang dicintai Allah yang doanya pasti dikabulkan. Diantara kaumnya para Nabi adalah orang-orang yang paling beriman, bertakwa, dan bertawakal pada Allah. Dan tentu Bapak… Tahu bahwa para Nabi tetap berperang dan berjuang membela Allah bersama-sama dengan umat nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap terjun ke medan perang, Nabi Musa ‘Alaihis Salam dikejar pasukan Firaun kemudian memukulkan tongkatnya di tepi laut merah walau ia tidak tahu apa yang terjadi maka ia tetap bertawakal, Nabi Nuh ‘Alaihis Salam membuat bahtera walau ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa bertawakal adalah setelah berikhtiar.”

“Dalam sebuah hadist (sabda Nabi Muhammad SAW) disebutkan bahwa seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ikat dahulu unta tungganganku lalu aku berserah diri (tawakal) kepada Tuhan, ataukah aku lepaskan begitu saja lalu aku berserah diri? Maka Nabi menjawab, Ikatlah untamu lalu berserah diri kepada Tuhan.”

(Ref. Hadist riwayat Imam Al Qudhai dalam Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakkal, no. 633, 1/368).

Asuransi serupa dengan helm yang Bapak pakai walau tidak pernah berharap kecelakaan, seperti ban serep walau tak pernah menginginkan ban mobil Bapak kempes, seperti kunci pintu walau tidak pernah berharap rumah kita kemalingan.

Keberatan #6 | Berasuransi bertentangan dengan takdir
“Sama dengan jawaban atas Keberatan #5.”

(Tambahan)

Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah menyikapi takdir ada di tengah-tengah. Bukan seperti Qodariyyah yang menganggap bahwa apa yang terjadi adalah karena kehendak manusia bukan karena kehendak Allah dan Jabariyyah yang menganggap bahwa seluruh yang terjadi didunia ini adalah kehendak Allah sehingga manusia seolah-olah tidak memiliki kemampuan dan ikhtiyar.

Maka Islam memerintahkan kita untuk berusaha dan tentu usaha yang dilakukan haruslah yang halal dan baik. Asuransi syariah adalah sebuah usaha sebagai bagian dari takdir Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiruu maa bi annfusihim (Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.)

Baik, Bapak memilih berasuransi ataupun menolaknya, itu adalah takdir Allah yang Bapak pilih. Karenanya saya datang ke sini untuk menunjukkan pilihan seperti penjual payung yang menawarkan agar Bapak aman saat hujan, atau menyarankan Bapak untuk membawa ban serep dan juga mengunci pintu untuk berjaga-jaga dari hal buruk yang mungkin terjadi.

 

MENJADI PEBISNIS HEBAT; Jangan Alergi dengan Teori

Dari kamus Merriam Webster online mengatakan bahwa salah satu definisi teori adalah, “The analysis of  a set of facts in their relation to one another.” Yang terjemahan bebasnya dapat bermakna analisa dari serangkaian fakta-fakta dalam hubungannya antara satu dengan lainnya. Maka bisa dipahami bahwa teori muncul dari hal-hal yang sifatnya empirik yang bukti-bukti tersebut merupakan hasil pengamatan atau pengalaman yang menjadi pelajaran bagi orang lain untuk dibuktikan dalam setting waktu, tempat, dan pelaku yang berbeda.

Ketika bukti-bukti teori berlaku secara mutlak dan jika dipraktikkan hasilnya sama maka hal tersebut dinamakan hukum, contoh HUKUM GRAVITASI. Ketika benda dijatuhkan akan meluncur ke bawah dan itu akan berlaku secara mutlak.

Dalam dunia bisnis juga banyak berkembang teori-teori yang penting untuk dijalankan dan diuji coba kesesuaiannya dengan pelaku bisnis yang memelajarinya. Bisa jadi hasilnya serupa, atau karena faktor lain bahkan haslinya menjadi lebih sukses, dan dengan begitu akan muncul teori baru. Karenanya, teori akan dikatakan sesuai setelah dipraktikkan.

Apakah ada orang yang hidup di dunia ini tanpa teori? Jika ada yang menjawab Ya, saya yakin orang tersebut sedang berbohong atau orang tersebut tidak paham dengan hidupnya. Bahkan orang yang mengatakan, “saya sih hidup mengalir saja seperti air.” Sebenarnya dia juga sedang berteori. Apakah benar-benar ada orang yang hidup ingin mengalir seperti air? Jika pun ada, ia harus ridho jika dirinya mengalir ke selokan atau pun ke septic tank.

Perhatikan gambar teori dari Action Coach nya Brad Sugar dibawah ini

 

Ini adalah teori yang diyakini banyak orang yang dapat membawa pada kesuksesan bisnis dan ini merupakan teori yang dijalankan banyak orang. Bahkan ketika orang yang mempraktikkannya belum berhasil ia tidak langsung menghukumi bahwa itu hanya teori, “Ah Teori!” Ia tetap akan mencoba dan mencoba sampai berhasil. Lalu apakah kemudian bisnis tidak membutuhkan teori?

Terlalu berlebihan ketika orang alergi terhadap teori padahal ia mendapatkan ijazah sekolahnya dari teori-teori yang ia hapalkan di sekolah. Bahkan orang yang tidak sekolah pun membutuhkan teori ketika ia membutuhkan tips dan trik untuk bisa sukses dalam bisnisnya dari kawannya yang telah lebih dulu sukses.

Yang tepat adalah Teori diharapkan akan dibuktikan dengan praktik dan jika teori tidak berhasil maka evaluasi dan carilah teori lain yang sesuai dengan konteks Anda.

 

Bahkan dengan sangat indah Allah memberikan kita dua hal yang sangat berharga, yaitu Al Quran dan As Sunnah. Al Quran berisi konsep-konsep yang secara praktis Anda dapatkan di dalam As Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Al Quran mengajarkan untuk sholat tetapi Anda tidak akan menjumpai cara-cara sholat yang terperinci melainkan Anda akan mendapatinya di As Sunnah.

Anda, para praktisi asuransi syariah, tentu juga memerlukan teori. Syariah itu berasal dari Al Quran dan Sunnah. Sudah semestinya Anda paham aturan Al Quran dan As Sunnah yang berhubungan dengan asuransi syariah. Syariat berarti aturan dan bisnis Anda berpotensi menyimpang jika tidak memahami aturannya.

KEMATIAN ADALAH NASIHAT TERBAIK

Saya tidak butuh asuransi“. Begitu kata seseorang ketika ditawari asuransi. Kita sepakat bahwa yang dimaksud dengan asuransi di sini tentu adalah asuransi syariah dan kita sama-sama setuju bahwa asuransi syariah diperbolehkan berdasarkan fatwa para ulama.

Agen asuransi kadang akan melanjutkan dengan mengingatkan, “Pak, asuransi adalah bukan tentang kita yang akan mati, tetapi ini tentang orang-orang yang kita cintai untuk dapat melanjutkan hidupnya.” Memang prinsip dari asuransi adalah salah satunya memastikan keuangan keluarga tetap tersedia walaupun pencari nafkah meninggal dunia. Namun…

Namun… beberapa orang akan menjawab, “Allah yang akan memenuhi kebutuhan hamba-hambaNya.”

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Huud: 6).

Benar memang ayat tersebut adalah ayat Al Quran yang Mulia dan Allah Maha Benar dengan segala firmanNya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Allah ingin setiap hambaNya kembali padaNya dengan bekal pahala yang banyak.

Begini, pembaca yang baik. Katakan lah Anda sudah beramal kebaikan ketika Anda hidup, tidak mau kah Anda memiliki pahala kebaikan Anda yang terus mengalir saat Anda telah meninggal? Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkannya, akan kah Anda tinggalkan kesempatan itu?

Dengarkan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan;

Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apa yang kita tinggalkan bukan sekedar apa yang bisa membuat orang-orang yang kita cintai melanjutkan hidupnya. Bukan sekadar itu. Bukan sekedar apa yang bisa ditawarkan agen-agen asuransi konvensional. Tetapi juga bagaimana uang pertanggungan yang Anda tinggalkan untuk keluarga menjadi bernilai sedekah bagi Anda walau Anda sudah meninggalkan mereka.

Asuransi syariah adalah satu cara yang menjadikan Anda sebab mengalirnya pahala kebaikan dari apa yang Anda tinggalkan. Lalu, bukan kah hal ini baik bagi Anda?

Sungguh, Kematian Adalah Nasihat Terbaik.

 

 

1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya