Header Image - As-Salam Training Consultant

Category Archives

22 Articles

HANYA UNTUK PRAKTISI ASURANSI SYARIAH: JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) IBARAT MINYAK GORENG DUA KALI PENYARINGAN

IdxBagi para praktisi asuransi syariah, JII (Jakarta Islamic Index) adalah bukan istilah yang asing walau masih sering disalahpahami. Tapi saat ini kita tidak sedang membahas kesalahpahamannya namun berhubungan dengan minyak dua kali penyaringan tentu banyak ibu-ibu yang tahu artinya apa. Minyak goring bening dan bersih yang jika disimpan tahan lama dan tidak mudah berkabut seperti minyak goring curah.

Nah seperti itulah kira-kira JII, Bersih, Tahan Lama, dan Tidak Jenuh, walaupun menurut beberapa pihak minyak jenuh akan membuat gorengan lebih gurih.

 

Saringan Pertama JII:

Pertama adalah ditinjau dari sisi jenis usahanya. Apakah jenis usahanya halal atau tidak menurut Islam, baik cara melakukan usaha atau zat yang diusahakannya. Usaha yang haram berdasarkan caranya adalah usaha-usaha yang melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (Risywah), unsur untung-untungan (Maisir), dan ketidak jelasan (Gharar) serta cara-cara jual beli yang dilarang Islam, seperti jual beli yang tidak disetai dengan serah terima barang, misalnya.

Kemudian yang diharamkan karena zat nya adalah, memproduksi minuman keras (beralkohol), usaha perjudian, dan jual beli daging atau makanan, atau yang berkaitan dengannya yang termasuk diharamkan Islam.

Masih dalam penyaringan pertama, perusahaan tidak menjalankan usahanya dengan modal yang berasal dari hutang pada bank konvensional lebih dari 45% dari total modalnya, serta tidak mendapatkan keuntungan dari sistem ribawi lebih dari 10%. Hal ini memang merupakan toleransi karena masih banyak perusahaan yang memiliki utang pada bank konvensional untuk dijadikan modal. Kami kira, ketika bank Islam (Syariah) sudah mampu membiayai usaha perusahaan-perusahaan besar maka ketentuan ini akan menjadi 0%, artinya sama sekali tidak diperbolehkan berhutang dan mendapat keuntungan ribawi.

 

Ringkasan:

  1. Usaha/bisnis perusahaan harus halal cara dan zat nya
  2. Usaha/bisnis tidak dimodali dari utang yang berbunga yang besarnya melebihi 45% dari total modal.
  3. Usaha/bisnis tidak mendapat keuntungan dari pembungaan, baik dari simpanan pada bank konvensional atau karena jenis usahanya membungakan uang.

 

Saringan Kedua JII:

Ketika penyaringan pertama telah mendapatkan hasil, terbentuklah yang dinamakan Daftar Efek Syariah (DES). Dari daftar itu dilakukan penyaringan lagi yaitu dipilihnya 60 (enam puluh) saham dengan kapitalisasi pasar terbesar selama satu tahun. Kapitalisasi pasar adalah nilai dari saham perusahaan tersebut yang didapat dari perkalian jumlah saham dengan harga yang berlaku pada hari itu. Nah, yang terakhir ini insyaa Allah akan kita bahas lebih dalam suatu hari nanti.

Setelah mendapat 60 saham terbesar, maka disaring kembali dengan memilih 30 saham yang paling mudah dicairkan selama 1 (satu) tahun terakhir.

Lalu didapatilah 30 saham terbaik dari dua kali penyaringan. Jika orang meragukan potensi keuntungan dari 30 saham dalam daftar JII, insyaa Allah ini adalah 30 saham terbaik yang diikhtiarkan oleh otoritas pasar. Dan bukan hanya itu yang dilakukan otoritas pasar modal, JII dipantau dan dievaluasi setiap 6 bulan. Artinya jika ada perusahaan dalam daftar tersebut yang menyimpang dari ketentuan maka akan dikeluarkan dari daftar.

Ringkasan:

  1. Dipilih 60 saham dengan nilai permodalan terbesar di pasar.
  2. Dipilih 30 saham dengan likuiditas tertinggi dipasar.

 

Bahan bacaan:

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/pasarsyariah/tentangsyariah.aspx

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

LARI DARI TAKDIR ALLAH MENUJU TAKDIR ALLAH YANG LAIN

lari
 

Menangani Keberatan Calon Nasabah Asuransi Syariah

Masih ingat apa yang kita bahas dalam tulisan sebelumnya, PELANGGAN SELALU BENAR (?)? Kebanyakan penjual bersusah payah belajar dan berlatih untuk menjawab dan bahkan menyanggah keberatan pelanggan dan berusaha keras membalikkan keberatan tersebut agar pelanggan setuju membeli.

Sebagai penjual kita bisa menggunakan cara lain yang masih jarang dilakukan orang lain dan ingatlah bahwa rejeki kita ada dan berasal dari Allah. Sekeras apapun Anda menyanggah keberatan pelanggan bahkan sampai terjerumus kedalam kata-kata yang berlebihan apalagi sampai berbohong, jika Allah belum berkenan maka mereka tidak akan menjadi pelanggan Anda. Jadi, santai dan terus berusaha ya…

Dari pada menangani keberatan, akan lebih ringan jika Anda menyetujui keberatan. Stres tidak perlu terjadi dan kita akan dengan santai serta bahagia menjalani pekerjaan ini, in syaa Allah, Amiiin.

Ijin kan saya memberikan ilustrasi dari ide ini, yang saya tawarkan pada Anda.

Sebuah perusahaan Asuransi jiwa memiliki produk syariah namun dalam kelas pelatihan, mereka masih menghadapi persoalan keberatan pelanggan.

Sebelum memiliki produk syariah, para tenaga pemasarnya kerap mendapatkan keberatan bahwa berasuransi sama dengan LARI dari Takdir Allah. Tidak pasrah dan menyerahkan diri pada Allah. Namun setelah perusahaan tersebut memiliki produk syariah, para tenaga pemasar pun masih menghadapi keberatan yang sama, Asuransi sama dengan lari dari takdir Allah!

Beginilah cara menyetujui keberatan pelanggan;

Pelanggan: “Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah.”

Tenaga Pemasar: “Bapak benar, Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah. (Ulangi kalimatnya sebagai tanda bahwa Anda mendengarkan, memahami, dan menyetujui kata-kata nya).”

“Ingatkah Bapak ketika Umar ibnul Khaththab pergi ke Syam. Kemudian ketika ia sampai di sebuah desa antara perbatasan Hijaz dan Syam, Umar bertemu dengan panglima pasukan, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan teman-temannya.”

“Mereka menginformasikan bahwa di Syam sedang terjadi wabah lepra Amwas. Kemudian para sahabatnya berbeda pendapat. Ada yang menyarankan untuk terus ke Syam dan ada yang menyarankan untuk kembali ke Madinah. Beberapa kelompok lain dari para sahabat dimintai pendapat dan hasilnya sama, yaitu berbeda pendapat.”

“Mendapati dua suara berbeda yang sama banyak, Umar memutuskan kembali ke Madinah dan kemudian Abu Ubaidah berkata, “Hendak lari dari takdir Allah?””

“Umar menjawab, “… Apa pendapatmu jika untamu jatuh pada lembah yang memiliki dua sisi. Satu sisi dari lembah itu subur, dan sisi lainnya tandus? Bukankah jika kamu menggembalakan untamu di lembah yang subur maka sama saja kamu menggembalakannya dengan takdir Allah, sedangkan jika kamu gembalakan di tanah yang tandus maka kamu juga menggembalakannya dengan takdir Allah?”

“Beberapa waktu kemudian Abdurrahman bin Auf datang dan memberitahukan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika kalian mendengar sebuah wabah tengah melanda satu daerah, maka jangan kalian mendatanginya. Sedangkan jika terjadi wabah pada satu daerah dan kebetulan kalian berada di tempat itu maka janganlah kalian keluar lari darinya!”

Tenaga Pemasar: “Saya yakin Bapak memahami maksud dari perkataan Rasulullah SAW dan berkaitan dengan urusan kita, Bapak tahu bahwa kita cepat atau lambat akan meninggalkan dunia ini menuju kepada-Nya, dan Bapak memiliki pilihan  atas dua Takdir Allah dalam meninggalkan keluarga Bapak, dalam kondisi kecukupan atau meminta-minta dan bergantung pada manusia. Bapak lari dari takdir dan menuju takdir Allah yang lain. Silakan Bapak tandatangani ilustrasi manfaat asuransinya disini (sambil menunjuk tempat tandatangan).”

SEMOGA BERMANFAAT.

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya