Header Image - As-Salam Training Consultant

Tag Archives

6 Articles

BAGAIMANA CARA MEMOTIVASI AGEN ASURANSI JIWA SYARIAH

KENALI PRINSIP-PRINSIPNYA

Sudah lebih dari dua dekade, semangat berekonomi syariah di Indonesia semakin meningkat. Semakin banyak masyarakat Muslim yang mencari tahu tentang eksistensi dan esensi ekonomi syariah. Banyak kini yang sudah memutuskan untuk keluar dari riba dan sebagian besar lainnya sedang berjuang serta berusaha keras untuk keluar darinya.

Pun demikian, para praktisi juga bersungguh-sungguh untuk menegakkan tiang-tiang ekonomi syariah karena 20 tahun adalah waktu yang cukup lama namun sepertinya perjuangan belum boleh usai, nyatanya kontribusi keuangan syariah masih 5.3% (republika.co.id) terhadap ekonomi nasional di akhir tahun 2016.

Mari kita tengok terlebih dahulu persoalan yang masih ada saat ini. Kita tidak membahas tentang permasalah sistemik karena hal tersebut harus diperbaiki melalui sistem. Yang kita bahasa adalah persoalan individu yang harapannya ketika setiap individu praktisi keuangan syariah bangkit semangatnya dan benar akidahnya maka tegaknya ekonomi syariah di Indonesia adalah bukan lagi sekedar wacana.

MOTIVASI berasal dari kata MOTIVATION yang berarti, secara bebas saya mendefinisikannya dengan, MOTIVE for ACTION. Yaitu sebab musabab mengapa seseorang melakukan sesuatu.

 

Dalam sebuah kajian, Maslow mengelompokkan motive dalam sebuah hirarki. Yang paling bawah adalah motif paling dasar, semua orang membutuhkan hal ini. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan badaniyah seperti makan, minum, mandi, tempat tinggal, pakaian, istirahat, dan lainnya yang dibutuhkan badan kita. 

Dan kebutuhan tertinggi adalah menurut Maslow yaitu mengaktualisasikan diri. Kebutuhan orang untuk menerapkan ilmu dan pengetahuannya untuk menentukan cara hidupnya. Penjelasan terbaru, dalam kebutuhan ini termasuk kebutuhan spiritual. Dalam konteks seorang Muslim yaitu menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

 

PRINSIP MOTIVASI ISLAM

Prinsip atau pilar atau rukun motivasi Islami tentu bukan hanya sekedar nama dan bukan pula sekedar menambahkan kata Islami atau syariah pada prinsip-prinsip motivasi yang telah ada, walaupun bisa saja beberapa prinsip yang ada saat ini sejalan dengan yang Islam miliki.

Merujuk pada kehidupan salafusshaleh (orang-orang shaleh dalam tiga abad pertama setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah), tentu kita semua mahfum (faham) bahwa mereka selalu bersemangat melakukan semua aktivitas karena berharap surga. Mereka juga bergerak melakukan kebaikan karena takut akan siksa neraka.

Anda juga demikian, bukan? Jika Anda tidak seperti itu, maka tulisan ini bukanlah untuk Anda. Silakan tutup halaman ini namun terlebih dahulu share pada yang bisa memanfaatkannya.

(Lihatlah gambar di atas bahwa tujuan kita adalah Jannah/surga.) 

Apakah tidak boleh kita mengharapkan kebaikan di dunia? Boleh. Itu mengapa setiap hari kita meminta pada Allah 

Karenanya kita selalu berharap mendapatkan kebaikan di dunia sebagai modal untuk kebaikan di akhirat. Bagaimana maksudnya ini? Sabar, saya akan ceritakan dalam paragraf berikutnya.

Pada paragraf sebelumnya muncul pertanyaan tentang bagaimana hubungan kebaikan dunia dengan kebaikan akhirat. Setiap muslim akan masuk surga karena rahmat Allah dan rahmatNya diberikan pada kita salah satunya adalah karena kita mengerjakan keshalehan dan menjauhi laranganNya.

Amalan shaleh tersebut juga merupakan tiang-tiang dari agama Islam. Perhatikanlah gambar di atas pada bagian AKTIVITAS.

Haji adalah amalan shaleh yang dikerjakan dengan membutuhkan dua hal disamping niat yang harus dilakukan. Pertama Harta dan kedua Tenaga (kesehatan). Bagaimana tidak, kita berharap kebaikan dunia yaitu dengan harta dan tenaga supaya kita bisa pergi haji, padahal haji mabrur ganjarannya adalah penghapusan dosa. Mintalah pada Allah kekayaan dan mintalah pada Allah kesehatan. Sudah bisa melihat hubungan antara kebaika dunia dengan kebaikan akhirat?

Berzakat dan bersedekah pun membutuhkan harta, semakin banyak hartanya, semakin banyak pula zakat dan sedekah yang dikeluarkan dan semakin banyak juga kaum lemah yang tertolong maka semakin banyak pula kebaikan Anda yang dihitung di sisi Allah.

Sering kali, orang tidak berpuasa dan sholat juga karena alasan tak punya harta. Karena beralasan tak berharta, maka ia bekerja keras di bulan Ramadhan dan meninggalkan puasanya dengan alasan pekerjaannya terlalu berat membutuhkan tenaga karenanya ia tak sanggup jika tak makan siang. Begitu pula karena alasan kekurangan harta, seseorang tidak melakukan sholat.

Lalu bagaimana dapat menegakkan 5 (lima) tiang Islam ketika yang tersisa hanya syahadatain. Dan ini pun terancam batal jika kemiskinannya menyebabkan tidak bersabar dan tetap bersyukur. Karena tidak bersyukur merupakan kekufuran.

Carilah harta, bukan untuk kesenangan dunia, tetapi ketenangan dalam menjalankan ibadah yang nantinya akan mendapatkan kesenangan di akhirat.

Setiap aktivitas disebabkan oleh satu atau beberapa motif dan aktivitas juga berlandaskan pada faktor-faktor mentalitas. Seseorang yang sudah berlatih beladiri tidak ada jaminan bahwa ia menyukai perkelahian walau dalam keadaan membeladiri, saya pernah mendengar dari seorang praktisi beladiri yang mengatakan bahwa orang yang sudah lama berlatih beladiri belum tentu menang melawan orang yang belum pernah berlatih beladiri namun pemberani alias nekat. Keberanian adalah kondisi mental dan didasarkan oleh keyakinan-keyakinan.

Seorang tentara yang menjaga keamanan negara harus memiliki mentalitas baik yang meyakinai bahwa membela negara adalah bagian dari perjuangan mulia dan tinggi.

Bagaimana mungkin, agen asuransi syariah tidak memiliki keyakinan yang baik padalah ia beriman pada Allah, Malaikat, KitabNya, RasuNya, Hari Pembalasan, serta KetentuanQadha dan Qadhar. Maka setiap aktivitas untuk menegakkan tiang-tiang Islam harus didasari dengan keyakinan terhadap rukun iman.

Jika sudah demikian maka tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Kekhawatiran tidak dapat rejeki, rejeki diambil orang, dan lain sebagainya karena kita sudah memiliki keyakinan yang baik.

Tapi…

Tapi, bagaimana caranya agar keyakinan ini tetap terjaga?

Seorang pekerja yang sedang diawasi majikannya akan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan selalu merasa diawasi adalah kunci untuk menjaga keyakinan ini.

Ihsan adalah kita merasa melihat Allah ketika beribadah dan jika kita tidak bisa melihat Allah, Allah tetap melihat kita. Apa-apa saja yang bersifat mubah yang kita kerjakan jika diniatkan karena Allah akan bernilai ibadah dan setiap ibadah yang dilandasi dengan ihsan akan dilakukan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam

 

YA AKHI (SAUDARAKU), KENAPA ANTUM (ANDA) MASIH MENOLAK ASURANSI SYARIAH?

Tidak sedikit yang bertanya pada kami, “Pak, bagaimana mengatasi keberatan prospek yang mengatakan bahwa asuransi syariah tetap haram, asuransi syariah sama saja dengan konvensional, padahal mereka sudah mengaji?” Kami mengamati bahwa keberatan tersebut karena kebelum-pahaman calon peserta asuransi syariah. Dan Anda tahu, kami juga mengamati, kebelumpahaman diperkuat oleh perilaku agen asuransi syariah itu sendiri…

Ada anggapan dari beberapa agen, yang pernah saya jumpai, yang mengatakan bahwa orang-orang yang mengikuti pengajian tertentu tidak perlu dikunjungi karena susah closing nya. Dan para agen asuransi syariah akan berubah pikiran ketika mengikuti pengajian tersebut, intinya kita sibuk beranggapan dan kita sibuk berasumsi. Kita tahu bahwa pekerjaan kita ini memiliki risiko ditolak banyak orang.

Dari pada sibuk berasumsi, akan lebih baik ketika kita berusaha mengkoreksi diri. Untuk itu sekarang cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan saya ini;

  1. Apa itu asuransi?
  2. Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)
  3. Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?
  4. Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?
  5. Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah?

Apakah Anda sudah bisa menjawab semua pertanyaan?

Mari kita jawab satu persatu,

Apa itu Asuransi? 

“Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.” Kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 246Perhatikanlah kata-kata tercetak tebal, karena dasar itulah maka akad asuransi konvensional disebut jual beli. Dan akad ini adalah batil (haram) dalam  syariah. Ya Akhi (Wahai Saudaraku)! Sepanjang sepengetahuan saya, mereka adalah orang yang takut akan dosa dan merindukan surga. Anda menawarkan asuransi konvensional, pasti mereka tolak. Lalu mengapa mereka masih juga menolak asuransi syariah?

BISA JADI, mereka belum melihat dan belum paham perbedaan asuransi syariah dari asuransi konvensional. Sangat mungkin ini terjadi karena cara Anda menjelaskan sama saja dengan agen-agen asuransi konvensional. Itu mengapa mereka tidak bisa melihat perbedaan dari keduanya. Anda tahu? Dakwah itu bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menunjukkan akhlak yang sesuai dengan ilmu yang Anda sampaikan.

 

Apa hukum asuransi dalam fiqh muamalah? (Wajib? Sunnah? Mubah? Makhruh? Haram?)

 اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ

Hukum asal menetapkan syarat dalam mu’âmalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya), kaidah fiqh ini kami kutip dari situs almanhaj.com yang disebutkan disana bahwa diperbolehkan bermuamalah dengan persyaratan kecuali persyaratan yang dilarang. Insyaa Allah di lain kesempatan kita bisa membahas apakah diantaranya persyaratan yang dilarang dalam muamalah.

Asuransi itu (yang syariah lho ya…) hukum nya boleh dan bukan wajib. Maka ketika kita mengatakan pada para saudara kita yang sudah mengkaji sunnah dengan kata-kata, misalnya “Kamu HARUS berasuransi ketika muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, dan selanjutnya…dan selanjutnya.”  Maka kalimat dengan kata harus itu akan sangat berbenturan dengan keyakinannya. Yang harus itu kan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya sedangkan asuransi adalah hasil kajian dari pemahaman praktik muamalah yang sesuai kaidah-kaidah syar’i sehingga sangat mungkin fungsi asuransi bisa digantikan dengan cara yang lain, misalnya dengan menabung, atau investasi, atau meminta bantuan keluarga atau sanak saudara. Memang setiap cara ada kelebihan dan kekurangan dan di sisi inilah agen bisa menjelaskan semua alternatif kemudian menjelaskan keunggulan asuransi syariah tanpa harus melebih-lebihkan dan atau mengurangi kelebihan alternatif lain.

“Antum tidak harus berasuransi karena masih ada cara-cara lain, dan ana (saya) sudah jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan yang lebih penting dari semua itu adalah ukhuwah kita agar tetap terjaga. Oh iya, antum udah tau ada kajian muamalah oleh ustadz fulan di Islamic Center Bekasi? Kalo belum ada acara yuk kita pergi bareng.”

Skrip diatas mungkin bagi sebagian Anda tidak menguntungkan karena tidak diakhiri penutupan (closing) penjualan. Tetapi tahukah Anda, terburu-buru malah akan membuat kerugian di pihak kita. Dia akan sulit untuk kita jumpai lagi dan kita tidak lagi punya akses ke komunitasnya.

 

Apakah ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini selain menggunakan asuransi?

Bisa! Walaupun tentu ada kelebihan dan ada pula kekurangannya.

Pertama adalah, TABUNGAN. Caranya, Anda menabung dalam jumlah yang cukup lalu kemudian tabungan tersebut dapat dimanfaatkan jika Anda memerlukan biaya rumah sakit atau lainnya. Berapa jumlah yang cukup itu? Tidak ada patokan, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa kelebihannya? Yaitu Anda tahu bahwa tabungan itu sangat mudah untuk dicairkan sedangkan menggunakan asuransi, maka kita butuh beberapa saat menunggu  dan jumlahnya adalah, paling tidak, sebesar apa yang sudah Anda setorkan sehingga Anda tahu berapa dana yang Anda bisa manfaatkan. Asuransi juga memiliki kepastian nominal pertanggungan namun beberapa kali persetujuan klaim, karena beberapa faktor yang tidak dibahas dalam tulisan ini, bisa berupa DITERIMA (disetujui), DITOLAK, atau DISETUJUI namun hanya SEBAGIAN.

Apa kelebihan asuransi dibanding tabungan? Asuransi membayarkan premi yang lebih sedikit dari pertanggungan yang dibayarkan. Sering kali nasabah tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya pertanggungan rumah sakit. Jika Anda memiliki agen yang berintegritas tinggi, semua proses pelayanan dan klaim akan dibantu agen tersebut, sehingga Anda dapat berkonsentrasi untuk kesembuhan Anda.

Cara kedua adalah INVESTASI. Perlindungan menggunakan investasi mirip dengan cara tabungan, perbedaannya biasanya hasil pengembalian (keuntungan) investasi lebih besar dari tabungan. Kekurangannya adalah, investasi tidak semudah tabungan untuk dicairkan, Anda juga harus menunggu beberapa saat dan mungkin beberapa hari untuk mencairkan investasi Anda.

Memang menurut saya, Asuransi lebih efisien untuk perlindungan biaya kesehatan, kecelakaan, dan yang terkait dengannya, tapi toh beberapa orang lebih nyaman menggunakan uang yang sudah dimilikinya sendiri dari pada bergantung pada asuransi entah karena prinsip yang dipegang maupun karena faktor kebiasaan menggunakan instrumen tersebut sehingga cara itu dianggap lebih mudah daripada menggunakan asuransi. Sehingga memaksakan prinsip (asuransi) kepada orang yang sudah memiliki prinsip adalah sebuah kesalahan karena akan menyebabkan konflik antara Anda dan calon nasabah.

Lalu bagaimana caranya? Anda hanya berhak menunjukkan bahwa ada prinsip lain. Menunjukkan dan bukan memaksakan untuk berpindah. Lagi-lagi Anda mungkin melihat bahwa saran ini tidak populer. Cara yang tidak bisa “menaklukan” calon nasabah? Ingat ya Akhi (saudaraku), sasaran dakwah adalah menyampaikan sedangkan hasil adalah milik Allah. Tidak ingatkah Anda ketika teladan kita cintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditegur Allah dalam Al Qur’an surah Abasa karena fokus mendakwahkan para pemimpin kaum musyrikin dan beliau mengabaikan permintaan Abdullah bin Ummi Maktum yang minta diajarkan Al Qur’an karena beliau sedang fokus berharap para tokoh tersebut memeluk Islam? Allah mengatakan, “padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).” (QS Abasa:7). Bahkan Allah pun berfirman, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. …” (QS Al Baqarah : 256). Itu mengapa memaksakan prinsip asuransi pada orang yang memengang prinsip lain bahkan yang terkesan kontra asuransi malah akan memperbesar dinding penghalang (gap) antara Anda dan dirinya. Bersabarlah dalam mendakwahkan asuransi syariah dan tentu Anda tahu bahwa orang di Indonesia masih banyak yang belum Anda kunjungi, Anda meninggalkan sejenak orang yang tidak setuju dengan kita untuk kemudian kita kunjungi kembali. Anda tentu sudah tahu risiko dari profesi ini.

Skrip yang harus diperhatikan yang akan menciptakan anti pati calon nasabah Anda, “Tapi ya Akhi, kalau Antum pakai tabungan atau investasi untuk perlindungan dan ketika dana yang terkumpul belum banyak namun Antum tahu bahwa kita tidak tahu kapan musibah akan terjadi, bagaimana kalau musibah terjadi sebelum dana mencukupi?”

Maka bisa jadi dengan sigap ia akan menjawab, “Ya Akhi, Antum juga gak tahu kan apakah musibah akan terjadi atau tidak. Bagaimana kalau musibah tidak terjadi pada ana (saya)? Ya Akhi, Antum muslim, kan? Antum percaya bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah kan? Dan Antum juga percaya bahwa Allah adalah yang menciptakan seluruh alam semesta dan yang merawatnya, memberikan rejeki pada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia pemilik surga yang dihadiahkan pada orang-orang yang bersabar? Ya Akhi, Allah sendiri yang mengatakan, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al Baqarah : 155). Antum tahu siapa orang-orang yang sabar itu? Ayat 156 nya menjelaskan, “(Yaitu) orang-orang yang apa bila ditimpa musibah, mereka berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Nya lah kami kembali).”

Maka jika sudah demikian, saran saya, jangan lanjutkan atau bahkan Anda mendebatnya karena, sekali lagi, itu malah akan menyebabkan ketidak nyamanan diantara Anda. Bicaralah tentang topik lain dan jalinlah persaudaraan karena menjalin persaudaraan dan saling mencintai karena Allah adalah wajib sedangkan asuransi syariah sifatnya mubah.

 

Apakah calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya?

Dalam konteks profesi pelayanan, seorang agen asuransi seperti seorang dokter. Calon nasabah bisa memilih siapa yang akan menjadi agennya. Hal ini dilandaskan rasa nyaman yang bisa didapatkan dari cara pelayanan agen tersebut pada nasabah. Maka, bisa jadi ia sudah menerima konsep asuransi jiwa syariah namu ia belum bisa menerima Anda sebagai agennya. Hal ini bisa jadi karena faktor alamiah yang ada pada diri Anda atau sesuatu yang dapat Anda perbaiki agar calon nasabah ini nyaman atas pelayanan Anda.

Perhatikanlah penampilan Anda, apakah aurat Anda sudah tertutup sempurna. Kami para lelaki yang sudah mengikuti kajian sunnah tidak nyaman melihat perempuan yang auratnya terbuka, karena ada keharaman dalam setiap pandangan.

Perhatikanlah perilaku dan tutur kata Anda. Anda bisa saja melatih perilaku dan tutur kata, tetapi jika bukan diniatkan karena Allah, maka Allah pula yang akan menunjukkan bahwa hal tersebut tidak asli dan hanya dibuat-buat.

 

Apakah yang Anda lakukan (agen) sudah benar-benar mengikuti syariah? 

Ada ayat yang sangat indah yang menggambarkan umat Islam yang ketika kita sadari maka ini benar-benar akan membuat hidup ini sangat nyaman.

 

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qasas : 77)

Hikmah yang dapat dipelajari, akhirat lah negeri yang kita tuju menggunakan apa yang telah Allah berikan didunia ini. Asuransi bukanlah untuk melindungi apa yang kita miliki di dunia ini karena yang kita miliki hanyalah sarana untuk mencapai negeri akhirat. Asuransi hanyalah sarana untuk mempermudah perbuatan (amalan) kita dijalan Allah dan asuransi ini juga salah satu cara untuk berbuat baik kepada orang lain, saling melindungi dan saling menjamin sesama saudara. Ingatlah, jangan berbuat kerusakan, sesungguhnya asuransi syariah menghindari diri dari riba, Allah akan menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah.

Karenanya, agen asuransi syariah, bijaklah dalam berperilaku dan bijaklah dalam berbicara. Ini yang seringkali membuat calon nasabah Anda tidak mampu membedakan apakah Anda agen asuransi syariah atau agen asuransi konvensional yang berorientasi hanya pada dunia semata, sehingga mereka tidak mampu untuk membedakan asuransi syariah dengan konvensional karena Anda terlihat sama dengan agen asuransi konvensional. Harta yang Anda miliki bukan untuk dibangga-banggakan dan dipamerkan dalam setiap kesempatan, tetapi untuk digunakan sebagai sarana mencapai negeri akhirat. Karena Anda tahu hakikat yang ada di dunia ini, APA YANG KAU MAKAN AKAN HABIS DAN APA YANG KAU PAKAI AKAN USANG TETAPI APA YANG KAU SEDEKAHKAN, DIA AKAN BERTAMBAH. Harta yang kau kumpulkan dengan setengah mati akan dibagi-bagi ketika kau mati namun kau lah yang akan dihisab (dimintai pertanggungjawabannya) nanti. Malu lah kita yang memamerkan harta dan mengejarnya sebagai tujuan hidup ini. Lupakah Anda, sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam?

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. (Shahih: HR. Muslim, no. 2957)

Terlebih jika harta yang kita miliki kita dapatkan dengan cara yang terlarang, misalnya Anda yang Anda kredit dengan cara ribawi. Marilah saudaraku, Agen Asuransi Syariah, tulisan ini mengajak kita semua sama-sama mengejar kehidupan akhirat dengan menggunakan dunia ini sebagai sarananya.

Pekerjaan agen asuransi syariah adalah profesi yang indah, dimana Anda berDAKWAH mengajak calon nasabah pada syariah, dan Anda memenuhi kewajiban mencari NAFKAH, lalu kelebihannya Anda keluarkan sebagai SEDEKAH.

AGEN ASURANSI SYARIAH = DAKWAH + NAFKAH + SEDEKAH

 

www.assalamconsultant.com

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

BEGINILAH SEHARUSNYA, SEORANG AGEN ASURANSI SYARIAH

Mendapatkan gambar di sebelah ini dari sebuah media sosial, mengingatkan kembali bagaimana seorang agen asuransi syariah seharusnya bekerja. Banyak memang yang mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada keluhan berarti dari nasabah yang mereka miliki, namun tidak sedikit yang melaporkan bahwa banyak dari nasabah yang memutus kontrak asuransi mereka baik surrender ataupun lapsed. Kebanyakan keluhan mereka adalah bahwa di kemudian hari mereka “menyadari” bahwa polis yang mereka miliki tidak seperti informasi yang agen mereka beri.

Maka dari itu, seorang agen asuransi syariah haruslah memiliki prinsip-prinsip kebenaran dalam menyampaikan informasi polis asuransi syariah nya, yaitu;

  1. Meyakini dan Membenarkan informasi yang dibawanya (Shiddiq). Agen harus yakin bahwa informasi yang dibawanya adalah benar dan untuk mengetahui kebenaran tersebut maka seorang agen harus benar-benar memelajari polis asuransi dan ketentuan yang berlaku sehubungan dengan manfaat yang dijual. Ketika masih ada hal yang belum dipahami dan dikritisi maka ia harus menyelesaikannya hingga ia benar-benar paham dan meyakini bahwa manfaat dari produk ini benar.
  2. Menyampaikan informasi sesuai ketentuan yang berlaku dan menjalankan tugasnya sebagaimana yang telah diatur dan disepakati dalam kontrak (Amanah). Ketika agen menjanjikan yang tidak tertera dalam ketentuan dan kontrak maka sudah dapat diperkirakan bahwa hal ini berpeluang besar menimbulkan keluhan.
  3. Memahami bahwa tugas seorang agen syariah adalah menyampaikan informasi (Tabligh). Teori yang seringkali terbukti adalah sebuah penjualan dipengaruhi dari seberapa banyak agen menyampaikan informasi penjualan. Semakin banyak orang yang dijumpai maka semakin banyak peluang penjualan terjadi. Dengan demikian seorang agen harus berfokus pada penyampaian informasi yang benar bukan pada seberapa banyak ia harus menutup (closing) penjualan karena penjualan sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak orang yang Anda kunjungi.
  4. Terampil dalam menyampaikan kebenaran (Fathonah). Kebenaran pun harus disampaikan dengan strategi. “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. …” (QS Ibrahim : 4). Karenanya seorang agen juga harus belajar dan berlatih bagaimana menyampaikan kebenaran dengan cara yang sesuai dengan orang (calon nasabah) yang sedang dihadapinya.

Semoga hal ini dapat menjadi pemikiran dan membuat para agen asuransi syariah bukan agen yang pintar membujuk tetapi yang benar dalam meberikan petunjuk.

Untuk terus mengasah ilmu mengembangkan wawasan, Anda bisa bergabung dengan kami dalam Seminar Setengah Hari Syariah & Harta.

 

 

Untuk informasi dan pendaftaran silakan klik gambar di samping.

 

 

 

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

MODERNNYA SYARIAH

quote-andrieMenurut kamus Merriam Webster online Modern berarti

: of or relating to the present time or the recent past : happening, existing, or developing at a time near the present time

: of or relating to the current or most recent period of a language

: based on or using the newest information, methods, or technology

Dari definisi di atas maka asuransi syariah atau umumnya manajemen (keuangan) syariah adalah sesuatu yang modern karena menurut definisi di atas modern memiliki syarat;

  1. Berhubungan dengan kekinian yaitu yang sedang terjadi, ada, atau dikembangkan akhir-akhir ini.

Syar’i akhir-akhir ini menjadi tema hangat dalam keseharian bukan hanya mengenai ekonomi tetapi juga pakaian, makanan, hiburan, bahkan gaya hidup. Banyak orang berbondong-bondong membeli pakaian bergaya syar’i dan setiap hari Anda dapat melihat model-model baru pakaian-pakaian syar’i ini.

Dalam hal makanan, masyarakat semakin teliti untuk mengetahui apakah makanan yang mereka konsumsi sudah disetujui kehalalannya oleh majelis ulama. Orang-orang serasa memiliki kebanggaan ketika membeli makanan yang berlabel halal. Restoran berlabel halal pun ramai diserbu pengunjung.

Dalam hal hiburan, hotel-hotel syariah mulai banyak tumbuh. Objek wisata syariah mulai ramai dijual, dan wisata syariah banyak diminati. Terlepas dari itu semua, sebelum dan sampai hari ini biro umrah tumbuh menjamur di setiap kota bahkan kota-kota besar didalam satu ruas jalan terdapat beberapa biro perjalanan umrah.

Untuk urusan gaya hidup pun, saat ini sudah banyak perumahan modern dengan konsep Islami. Perumahan syariah, orang-orang menyebutnya. Perumahan dengan lingkungan syar’i lengkap dengan sarana penunjang gaya hidup syar’i.

  1. Berhubungan dengan periode penggunaan bahasa terkini.

Bahasa sebagai produk dari pemikiran dan sebaliknya juga alat untuk memahami pemikiran atau gagasan akan berkembang seiring dengan perkembangan cara berpikir manusia. Yang menarik, istilah-istilah (bahasa) syariah mulai digunakan di banyak aktivitas terlebih plus minus dari sebuah bahasa beberapa kali tidak dapat serta merta diterjemahkan langsung kedalam bahasa lain kecuali dengan membuat penjelasan yang panjang. Maka dari itu, istilah bahasa tersebut akan tetap digunakan dalam bentuk aslinya.

Misalnya istilah dalam syariah yang tentu sudah sangat populer yang Anda sudah sering dengar yaitu Riba. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, riba didefinisikan sebagai  riba/ri·ba/ n 1 pelepas uang; lintah darat; 2 bunga uang; rente  padahal menurut MUI dalam fatwanya tentang riba (http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf ), pengertiannya tidak hanya tentang bunga uang tetapi juga manfaat yang didapat dari pengembalian pinjaman. Maka ini lah yang saya maksud riba termasuk dalam istilah modern yang  setiap orang yang membicarakan tentang aktivitas keuangan khususnya syariah akan menyebutkan kata riba yang tidak bisa digantikan dengan padanan kata bahasa Indonesia.

 

  1. Berdasarkan atau menggunakan informasi, metode, dan teknologi terbaru

Keuangan syariah masuk dalam syarat ketiga ini. Ambil contoh, asuransi syariah tidak ada dimasa lalu dan baru dikembangkan sejak tahun 1970-an dibanding dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah menggunakan informasi dan metode terbaru untuk membuat sebuah sistim yang dapat diterima oleh semua orang termasuk orang-orang yang menentang asuransi (konvensional) karena ada prinsip-prinsip yang dilarang dalam Islam. Penggunaan metode ini melahirkan konsep yang setiap orang dapat menggunakan asuransi syariah. Begitu metode tentang asuransi syariah dikembangkan, maka teknologi dalam penghitungan (akuntansi) mengalami perubahan yang membedakan praktik asuransi syariah dari konsep asuransi konvensional.

Lalu masih kah Anda ragu bahwa keuangan syariah dan yang berkaitan dengan syariah ini adalah hal-hal yang modern?

Lihatlah definisi medern dalam bahasa kita di Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://kbbi.web.id/modern )

modern/mo·dern/ /modérn/ 1 a terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dengan senjata-senjata –; 2 n sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman;

 

Jika Anda menganggap bahwa modern itu adalah menggunakan istilah-istilah berbahasa Inggris, maka hal itu tidaklah benar karena jika modern yang Anda maksud belum bisa membawa Anda pada kesuksesan yang Anda ingin kan, maka Anda membutuhkan cara yang lebih modern.

Maka tenanglah ketika kami (As-Salam Training Consultant) memberikan materi tentang keuangan syariah maupun manajemen pengembangan tim kerja untuk mengembangkan produktivitas agency Anda, karena kami sesungguhnya sedang membawakan materi yang sangat modern bagi Anda.  😀  😆  😀

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

AGEN ASURANSI SYARIAH VS DOKTER BEDAH

agen-vs-dokterDi dalam ruang pelatihan, kami masih sering mendengar salah satu keberatan calon nasabah asuransi jiwa yang menolak untuk menandatangani kontrak perlindungan karena ia hanya akan membuat semakin kaya agen asuransinya dengan premi yang ia bayarkan.

Ketika ditanya, “bagaimana cara mengatasinya?”

Dengan sigap seorang agen (yang sudah diajari leadernya) menjawab, “Bagaimana ketika bapak ke dokter, bapak sakit tapi dokter malah meminta uang bapak. Dan dokter spesialis seperti dokter bedah misalnya, mereka kaya dari uang yang bapak bayarkan, bukan?”

Sepintas jawaban ini masuk akal, tapi mengapa keberatan semacam ini masih terjadi pada agen asuransi namun tidak pada dokter bedah?

Karena Anda dan dokter bedah jelas berbeda, dokter bedah membantu pasien ketika sudah terjadi masalah dan Anda menolong nasabah ketika belum terjadi masalah. Teknik menjawab ini saya sebut sebagai teknik scapegoat alias mencari kambing hitam. Hal ini akan menjadi bumerang bagi Anda, paling tidak Anda akan dicap sebagai  orang yang tidak bertanggung jawab menerima konsekuensi dari profesi Anda. Lagi pula, apa masalah Anda dengan dokter bedah?

“Jadi gimana dong jawabnya, Pak?”

Saya belum punya jawabannya, tetapi saya punya cara pencegahannya. Ini sebuah nasehat ya, jika Anda tidak suka silakan abaikan dan nasehat ini saya tujukan hanya untuk agen asuransi syariah karena, insyaa Allah, saya tahu persis kenapa agen asuransi syariah harus mendengarkan nasehat ini.

“BERHENTILAH MEMAMERKAN KEKAYAAN ANDA, khususnya pada nasabah Anda. Mungkin Anda tidak sadar ketika Anda mengunggah foto-foto ketika Anda membeli mobil atau rumah baru, atau aktivitas plesiran Anda yang dari penampakannya berbiaya mahal, nasabah Anda ikut melihatnya dan terjadilah hasad (iri yang disertai dengki) pada diri Anda. Dan Anda tahu, saya belum pernah melihat ada dokter bedah yang membangga-banggakan kekayaannya dari hasil pembedahan-pembedahan yang mereka lakukan”

Syariat tidak pernah melarang uang yang Anda miliki dari menjadi agen asuransi dibelikan mobil mewah ataupun rumah mewah ataupun perjalanan mewah. Tetapi agen asuransi syariah adalah bukan orang-orang yang tenggelam dalam gelimang harta dan untuk dibangga-banggakan. Agen asuransi syariah adalah orang-orang yang mencintai Allah yang dengan hartanya yang banyak melimpah ruah, dia tidak lupa bersyukur pada Yang Memberi dan hartanya digunakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Nya karena dia tahu hakikat harta yang dimiliki adalah fasilitas dari Tuhannya untuk melakukan amal sholeh yang lebih banyak lagi.

“Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya”. [Silsilah Shahihah, no. 1802]

 

Wallahu a’alam,

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya