Header Image - As-Salam Training Consultant

Tag Archives

13 Articles

Menangani Keberatan dengan FEEL, FELT, FOUND

Bismillah,

Menjual, berdakwah, mengajar, dan lainnya merupakan aktivitas yang memerlukan proses komunikasi. Dalam komunikasi ada kalanya kawan bicara kita tidak sepaham atau tidak bisa menerima pemikiran kita dan dan menanganinya ada beberapa teknik yang dapat kita lakukan dan salah satunya akan kita bahas sekarang, insyaa Allah.

Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini dan beberapa klien saya juga merasakan hal serupa sampai dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan).”

Misal:

  • produk ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.”
  • kumpul-kumpul dalam kajian di masjid benar-benar membawa perubahan positif dalam hidup kita.”
  • “kesulitan-kesulitan dalam belajar akan selalu dijumpai dan manfaatnya pikiran kita terlatih untuk menghadapi persoalan-persoalan sekaligus bersabar dalam pemecahannya.”
  • dan lain-lain.

FEEL (Merasakan, present-saat ini) : Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini

FELT (Merasakan, past tense-saat yang sudah lewat) : beberapa klien saya juga merasakan hal serupa

FOUND (Menemukan, past tense-saat yang sudah lewat) : dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan)

 

Bagaimana pola kalimat tersebut bekerja? Ini bagian yang paling menarik bagi Anda yang kritis terhadap fungsi pola kalimat dalam komunikasi. Ingatlah, pola kalimat teratur dan sistimatis akan disenangi pendengarnya dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling teratur bicaranya.

 

FEEL : Anda sedang membangun kedekatan emosional dengan berempati pada kawan bicara Anda sehingga saat-saat ia bersama Anda merupakan saat yang selaras dan tak ada perselisihan.

FELT : Anda sedang mengubah fokus dari perasaan Subjektif kawan bicara Anda menjadi pikiran Objektif dengan memasukkan banyak orang kedalam pembicaraan Anda. Hal ini berarti bahwa perasaan yang sedang ia rasakan adalah hal umum yang orang lain juga rasakan dan ini akan membuat ikatan pemikiran nya terhadap pemikiran banyak orang.

FOUND : Ini adalah pikiran yang kita sedang masukkan kedalam pikiran kawan bicara kita setelah ia terikat secara emosional kepada kelompok orang yang sedang kita bicarakan. Dan salah satu prinsip persuasi adalah, ketika seseorang sulit untuk memilih (belum memiliki pilihan) maka ia akan menyerahkan pada keputusan orang banyak. Contoh, ketika kita datang ke sebuah restoran dan kita belum memiliki pilihan menu dalam pikiran kita maka biasanya kita akan bertanya, “Menu apa yang paling banyak dipesan, Mbak?” 

SEMOGA BERMANFAAT DAN GUNAKAN HANYA UNTUK KEBAIKAN. 

SAYA BERLEPAS DIRI DARI KEBURUKAN YANG ANDA LAKUKAN MENGGUNAKAN APA YANG SAYA AJARKAN.

 

Contoh-contoh penanganan keberatan agen asuransi jiwa syariah: 

Keberatan #1 | Masih banyak cicilan
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara yang sangat baik untuk situasi Bapak yang sedang banyak cicilan seperti saat ini. Asuransi adalah satu cara untuk melindungi keluarga dari cicilan yang Bapak miliki yang akan ditagihkan kepada mereka saat kita tidak bisa lagi membayar karena risiko hidup yang terjadi.”
Keberatan #2 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”
Keberatan #3 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”

Keberatan #4 | Saya tanya orang rumah dulu
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, dan nasabah saya juga merasakan hal yang sama kemudian memahami bahwa asuransi ini penting. Apa yang Bapak… Katakan barusan adalah cerminan bahwa Bapak… Sangat menyayangi keluarga. Untuk membuat keputusan penting, Bapak… Perlu melibatkan keluarga untuk memberikan pertimbangan.

Asuransi jiwa syariah adalah juga sarana untuk melindungi orang-orang yang Bapak sayangi di rumah, saya akan sangat senang untuk berjumpa dengan istri dan anak-anak untuk juga menjelaskan bahwa manfaat ini adalah juga untuk mereka ”

(buat janji temu di rumahnya dengan bertemu keduanya –suami dan istri)

Keberatan #5 | Saya bertawakal pada Allah
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara bertawakal pada Allah. Tentu Bapak sudah sering mendengar perjuangan para nabi Allah.

Mereka adalah orang-orang yang terjaga dari perbuatan dosa, yang dijamin surga, yang dicintai Allah yang doanya pasti dikabulkan. Diantara kaumnya para Nabi adalah orang-orang yang paling beriman, bertakwa, dan bertawakal pada Allah. Dan tentu Bapak… Tahu bahwa para Nabi tetap berperang dan berjuang membela Allah bersama-sama dengan umat nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap terjun ke medan perang, Nabi Musa ‘Alaihis Salam dikejar pasukan Firaun kemudian memukulkan tongkatnya di tepi laut merah walau ia tidak tahu apa yang terjadi maka ia tetap bertawakal, Nabi Nuh ‘Alaihis Salam membuat bahtera walau ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa bertawakal adalah setelah berikhtiar.”

“Dalam sebuah hadist (sabda Nabi Muhammad SAW) disebutkan bahwa seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ikat dahulu unta tungganganku lalu aku berserah diri (tawakal) kepada Tuhan, ataukah aku lepaskan begitu saja lalu aku berserah diri? Maka Nabi menjawab, Ikatlah untamu lalu berserah diri kepada Tuhan.”

(Ref. Hadist riwayat Imam Al Qudhai dalam Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakkal, no. 633, 1/368).

Asuransi serupa dengan helm yang Bapak pakai walau tidak pernah berharap kecelakaan, seperti ban serep walau tak pernah menginginkan ban mobil Bapak kempes, seperti kunci pintu walau tidak pernah berharap rumah kita kemalingan.

Keberatan #6 | Berasuransi bertentangan dengan takdir
“Sama dengan jawaban atas Keberatan #5.”

(Tambahan)

Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah menyikapi takdir ada di tengah-tengah. Bukan seperti Qodariyyah yang menganggap bahwa apa yang terjadi adalah karena kehendak manusia bukan karena kehendak Allah dan Jabariyyah yang menganggap bahwa seluruh yang terjadi didunia ini adalah kehendak Allah sehingga manusia seolah-olah tidak memiliki kemampuan dan ikhtiyar.

Maka Islam memerintahkan kita untuk berusaha dan tentu usaha yang dilakukan haruslah yang halal dan baik. Asuransi syariah adalah sebuah usaha sebagai bagian dari takdir Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiruu maa bi annfusihim (Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.)

Baik, Bapak memilih berasuransi ataupun menolaknya, itu adalah takdir Allah yang Bapak pilih. Karenanya saya datang ke sini untuk menunjukkan pilihan seperti penjual payung yang menawarkan agar Bapak aman saat hujan, atau menyarankan Bapak untuk membawa ban serep dan juga mengunci pintu untuk berjaga-jaga dari hal buruk yang mungkin terjadi.

 

MENJADI PEBISNIS HEBAT; Jangan Alergi dengan Teori

Dari kamus Merriam Webster online mengatakan bahwa salah satu definisi teori adalah, “The analysis of  a set of facts in their relation to one another.” Yang terjemahan bebasnya dapat bermakna analisa dari serangkaian fakta-fakta dalam hubungannya antara satu dengan lainnya. Maka bisa dipahami bahwa teori muncul dari hal-hal yang sifatnya empirik yang bukti-bukti tersebut merupakan hasil pengamatan atau pengalaman yang menjadi pelajaran bagi orang lain untuk dibuktikan dalam setting waktu, tempat, dan pelaku yang berbeda.

Ketika bukti-bukti teori berlaku secara mutlak dan jika dipraktikkan hasilnya sama maka hal tersebut dinamakan hukum, contoh HUKUM GRAVITASI. Ketika benda dijatuhkan akan meluncur ke bawah dan itu akan berlaku secara mutlak.

Dalam dunia bisnis juga banyak berkembang teori-teori yang penting untuk dijalankan dan diuji coba kesesuaiannya dengan pelaku bisnis yang memelajarinya. Bisa jadi hasilnya serupa, atau karena faktor lain bahkan haslinya menjadi lebih sukses, dan dengan begitu akan muncul teori baru. Karenanya, teori akan dikatakan sesuai setelah dipraktikkan.

Apakah ada orang yang hidup di dunia ini tanpa teori? Jika ada yang menjawab Ya, saya yakin orang tersebut sedang berbohong atau orang tersebut tidak paham dengan hidupnya. Bahkan orang yang mengatakan, “saya sih hidup mengalir saja seperti air.” Sebenarnya dia juga sedang berteori. Apakah benar-benar ada orang yang hidup ingin mengalir seperti air? Jika pun ada, ia harus ridho jika dirinya mengalir ke selokan atau pun ke septic tank.

Perhatikan gambar teori dari Action Coach nya Brad Sugar dibawah ini

 

Ini adalah teori yang diyakini banyak orang yang dapat membawa pada kesuksesan bisnis dan ini merupakan teori yang dijalankan banyak orang. Bahkan ketika orang yang mempraktikkannya belum berhasil ia tidak langsung menghukumi bahwa itu hanya teori, “Ah Teori!” Ia tetap akan mencoba dan mencoba sampai berhasil. Lalu apakah kemudian bisnis tidak membutuhkan teori?

Terlalu berlebihan ketika orang alergi terhadap teori padahal ia mendapatkan ijazah sekolahnya dari teori-teori yang ia hapalkan di sekolah. Bahkan orang yang tidak sekolah pun membutuhkan teori ketika ia membutuhkan tips dan trik untuk bisa sukses dalam bisnisnya dari kawannya yang telah lebih dulu sukses.

Yang tepat adalah Teori diharapkan akan dibuktikan dengan praktik dan jika teori tidak berhasil maka evaluasi dan carilah teori lain yang sesuai dengan konteks Anda.

 

Bahkan dengan sangat indah Allah memberikan kita dua hal yang sangat berharga, yaitu Al Quran dan As Sunnah. Al Quran berisi konsep-konsep yang secara praktis Anda dapatkan di dalam As Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Al Quran mengajarkan untuk sholat tetapi Anda tidak akan menjumpai cara-cara sholat yang terperinci melainkan Anda akan mendapatinya di As Sunnah.

Anda, para praktisi asuransi syariah, tentu juga memerlukan teori. Syariah itu berasal dari Al Quran dan Sunnah. Sudah semestinya Anda paham aturan Al Quran dan As Sunnah yang berhubungan dengan asuransi syariah. Syariat berarti aturan dan bisnis Anda berpotensi menyimpang jika tidak memahami aturannya.

KEMATIAN ADALAH NASIHAT TERBAIK

Saya tidak butuh asuransi“. Begitu kata seseorang ketika ditawari asuransi. Kita sepakat bahwa yang dimaksud dengan asuransi di sini tentu adalah asuransi syariah dan kita sama-sama setuju bahwa asuransi syariah diperbolehkan berdasarkan fatwa para ulama.

Agen asuransi kadang akan melanjutkan dengan mengingatkan, “Pak, asuransi adalah bukan tentang kita yang akan mati, tetapi ini tentang orang-orang yang kita cintai untuk dapat melanjutkan hidupnya.” Memang prinsip dari asuransi adalah salah satunya memastikan keuangan keluarga tetap tersedia walaupun pencari nafkah meninggal dunia. Namun…

Namun… beberapa orang akan menjawab, “Allah yang akan memenuhi kebutuhan hamba-hambaNya.”

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Huud: 6).

Benar memang ayat tersebut adalah ayat Al Quran yang Mulia dan Allah Maha Benar dengan segala firmanNya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Allah ingin setiap hambaNya kembali padaNya dengan bekal pahala yang banyak.

Begini, pembaca yang baik. Katakan lah Anda sudah beramal kebaikan ketika Anda hidup, tidak mau kah Anda memiliki pahala kebaikan Anda yang terus mengalir saat Anda telah meninggal? Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkannya, akan kah Anda tinggalkan kesempatan itu?

Dengarkan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan;

Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apa yang kita tinggalkan bukan sekedar apa yang bisa membuat orang-orang yang kita cintai melanjutkan hidupnya. Bukan sekadar itu. Bukan sekedar apa yang bisa ditawarkan agen-agen asuransi konvensional. Tetapi juga bagaimana uang pertanggungan yang Anda tinggalkan untuk keluarga menjadi bernilai sedekah bagi Anda walau Anda sudah meninggalkan mereka.

Asuransi syariah adalah satu cara yang menjadikan Anda sebab mengalirnya pahala kebaikan dari apa yang Anda tinggalkan. Lalu, bukan kah hal ini baik bagi Anda?

Sungguh, Kematian Adalah Nasihat Terbaik.

 

 

RIBA (Bagian 3) – Apa yang kau Banggakan?

Kita telah membahas dalil larangan riba yang sebelumnya didahului dengan bentuk-bentuk riba, tentu Anda, pembaca, sudah semakin paham apa itu riba beserta dalil larangannnya. Berikutnya tulisan ini berusaha untuk menjadi pengingat diri bahwa bisa jadi kita masih terlibat riba dan bahkan kita masih berencana bertransaksi dengan riba. 

Ini adalah untuk Anda, seorang praktisi keuangan muslim, yang Anda tentu yakin bahwa Allah adalah yang Anda sembah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah utusan Allah dan orang yang Anda tiru dalam kehidupan sehari-hari, dan juga Anda yakin bahwa Al Quran yang berisi perintah dan larangan serta pedoman hidup umat muslim adalah ayat-ayat Allah, maka sudah sepatutnya kita masuk kedalam Islam secara kaaffah. Yaitu masuk secara sempurna, tidak sebagian maupun tidak setengah-setengah.

Bagi Anda, praktisi keuangan syariah, Islam adalah bagai satu-satunya kendaraan yang berada dijalan yang benar dan menuju ke tujuan yang benar dan ketika Anda hendak naik kedalamnya naiklah dengan seluruh tubuh Anda, seluruhnya, tidak sebagian, tidak pula setengah-setengah. Maka sudah saatnya pula Anda meninggalkan riba yang dilarang dalam Islam.

Dalam aktivitas Anda sehari-hari sebagai praktisi keuangan syariah, tidak dipungkiri Anda berada dalam lingkungan yang sangat bersemangat dalam mencari penghidupan dunia. Itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita tenggelam didalam urusan dunia ini.

Tidak jarang kita dimotivasi dengan harta yang berkilauan, mobil mewah, rumah mewah, dan liburan mewah. Hati-hati lah saudaraku, kita yang kemudian jauh dari Allah akan terperosok memaksakan diri untuk memerolehnya dengan cepat menggunakan cara-cara yang terlarang yaitu membuat transaksi ribawi.

Membeli mobil dengan cara riba,

Membeli rumah dengan cara riba,

Liburan dengan berutang riba,

Tidakkah kita tahu bahwa Allah dan RasulNya sudah pernah mengingatkan tentang larangan riba?

Allah telah menyiapkan siksa yang pedih untuk kita yang masih bertransaksi ribawi?

Allah akan menghancurkan harta kita?

Allah dan RasulNya akan memerangi kita?

Dosa riba yang paling ringan sama dengan menikahi ibu kandungnya sendiri?

Dan riba sebesar 1 dirham saja buruknya lebih dahsyat dari 36 wanita pezina? (1 Dirham = Rp 65.339,- | sumber: http://www.salmadinar.com/update-harga/)

Ketika Anda menaiki mobil dengan cicilan ribawi, tidakkah Anda terbayang wajah ibu Anda, tidak kah Anda meyakini Al Qur’an dan Hadits bahwa Anda sedang MENIKAHI IBU ANDA SENDIRI?

Berapakah riba yang Anda bayarkan untuk rumah Anda? Hitunglah itu senilai berapa dirham? Kalikan dengan 36 wanita pezina. Seberapa burukkah rumah Anda itu?

Saudaraku, maka dari itu, tenangkan lah hatimu, bersabarlah agar Anda bisa memperolehnya tanpa riba. Dan Anda sebagai praktisi keuangan Islami, bukankah Anda terus mempromosikan bahwa sistim keuangan ini adalah bebas gharar, maisir, dan riba? Lalu mengapa Anda masih melakukan riba?

Sekali lagi mari tinggalkan ini dan bersabarlah agar terhindar dari kebencian Allah. Tidakkah Anda merasa susah ketika Anda dibenci atasan Anda, kawan dekat Anda, atau orang yang Anda cintai? Maka tidak ada perasaan yang lebih susah dari pada dibenci Allah, Tuhan semesta alam yang menciptakan kita semua.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(QS. As Saff ; 2-3)

LALU APA YANG DAPAT KAU BANGGAKAN DENGAN INI SEMUA?

Maka bersabarlah dan belilah barang-barang kebutuhan Anda secara tunai atau paling tidak bukan dengan cara transaksi ribawi.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

APAKAH SEMINAR MOTIVASI KUNCI MENINGKATNYA PERFORMA KERJA?

Sudah menjadi pengetahuan kita bersama bahwa dalam sebuah tim penjualan, yang terdiri dari beberapa orang, masing memiliki hasil yang berbeda namun sering kali kita sebagai leader memberikan treatment (perlakuan=tindakan) yang sama pada semua orang, dan kebanyakan orang percaya bahwa persoalan hasil digantungkan pada seminar motivasi.

Kami mengamati sebuah perusahaan asuransi jiwa yang beberapa waktu terakhir sering mengadakan seminar-seminar motivasi untuk memompa performa hasil penjualan, apakah bermanfaat? Jawabannya tentu saja bermanfaat, tetapi apakah efektif? Dan efisien? Maka jawabannya adalah belum tentu.

Memang mengadakan seminar motivasi membutuhkan persiapan yang sederhana dibandingkan harus menyusun sebuah rangkaian program pengembangan diri, tetapi hasilnya tidak dapat menyentuh setiap kebutuhan peserta. Dan jika itu yang terjadi maka efisiensi tidak terjadi karena harus dilakukan berkali-kali dan bisa jadi hasilnya sangat mungkin tetap tidak menyentuh esensi pengembangan diri dari setiap orang.

Bukan berarti seminar motivasi itu tidak penting, justru motivasi ini menjadi pengingat dan penyemangat sehingga hal ini bisa menjadi bahan bakar performanya.

Namun bayangkan bahwa bahan bakar sudah penuh tetapi Anda tidak terampil menjalankan bahkan tidak tahu cara menjalankan kendaraan Anda. Ketika Anda belum terampil, peluang kecelakaan lebih besar terjadi dan jika Anda tidak tahu cara menjalankannya, peluang kecelakaan lebih kecil namun Anda tidak akan mencapai tujuan dengan kendaraan itu.

Lalu apakah harus menunggu terampil terlebih dahulu kemudian baru menjalankan kendaraan? Tentu juga bukan demikian. Selama Anda sudah memiliki lisensi dan lisensi itu didapat dengan cara yang sah, maka agen-agen Anda sudah berhak untuk menjalankan bisnis Anda sebagai agen asuransi syariah, lalu proses pengembangan diri dilakukan sambil berjalan.

Silakan perhatikan diagram di atas bahwa yang harus dibentuk atas agen asuransi syariah Anda adalah mindset (pola pikir yang berisi nilai-nilai dan keyakinan) nya. Setelah ia sudah yakin mengapa ia harus memulai bisnis ini barulah Anda sebagai leader memberikan bimbingan yang apakanh itu; training, coaching, dan atau mentoring. Dan juga lihat lah bagaimana motivasi dibutuhkan setiap saat ketika dibutuhkan. Kapan kah itu? Ketika agen Anda membutuhkan sebab-sebab dan alasan untuk terus bergerak. Kami menyebut MOTIVATION adalah MOTIVE for the ACTION (alasan/sebab-sebab untuk beraksi).

Kemudian, dalam menetapkan strategi dan melaksanakan aktivitas tentu akan didasari dari target yang Anda ingin capai dan hal itu juga tergantung dari kemampuan dari agen-agen Anda. Anda dapat meningkatkan kemampuannya agar performa yang sudah dimiliki dapat ditingkatkan dan dipertanggungjawabkan.

Saya (penulis) pernah mengetahui bahwa ada seorang agen yang performa penjualannya sangat baik, dalam waktu singkat ia menghasilkan premi yang sangat tinggi, namun setelah diteliti, ia melakukan penjualan dengan cara-cara yang rawan terjadi konflik dikemudian hari. Maka hal ini bukan hanya akan menjadi risiko baginya tetapi juga bagi timnya bahkan perusahaannya.

Kapan seseorang harus mendapatkan training? Ketika kompetensinya rendah, walau performanya tinggi.

Kapan seseorang harus mendapatkan coaching? Ketika ia berada di persimpangan kompetensi dan performa. Hal ini akan meingkatkan performa dan kompetensinya insyaa Allah.

Kapan seseorang harus menjalain sesi mentoring? Ketika kompetensinya sudah baik namun hasil kerja belum nampak.

Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu memberikan wawasan pengembangan tim penjualan Anda.

Wallahu a’lam.

 

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya