Header Image - As-Salam Training Consultant

Tag Archives

12 Articles

Bijak Sebelum Berhutang

Setiap orang yang hidup memiliki kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing. Kebutuhan hari ini ataupun yang akan datang. Dan kita semua paham bahwa beberapa kebutuhan tersebut memerlukan biaya yang harus dibayar dengan uang. Kebutuhan sandang, pangan, dan papan adalah yang utama harus dipenuhi, sedangkan kebutuhan lainnya seperti, mengganti kendaraan yang masih layak, rekreasi ke luar negeri, mempercantik rumah merupakan kebutuhan sekunder dan tersier.

Ketika ketersediaan dana kas terbatas, yaitu dana yang kita pegang dan yang ada dalam tabungan di bank, beberapa orang mempertimbangkan untuk berhutang. Maka sebelum berhutang, ada baiknya menyelesaikan membaca artikel ini untuk membantu pertimbangan membuat keputusan apakah Anda harus berutang atau tidak, karena utang bisa menjadi baik ataupun sebaliknya.

  1. Urgensi Berhutang.

Ketika bujet terbatas, kita harus membuat daftar prioritas. Mana kebutuhan yang utama dan yang tidak. Kita dapat membuat skala tersebut dengan dua kategori yaitu apakah kebutuhan itu PENTING dan MENDESAK. PENTING artinya kebuthan tersebut memang kita butuhkan, MENDESAK artinya kebutuhan ini kita perlukan saat ini. Buat skala dari 1-10, semakin PENTING dan MENDESAK, angka skala semakin kecil.

No. Kebutuhan PENTING MENDESAK Keterangan Jumlah
1 Motor Baru 1 1 Motor lama sudah rusak dan tidak bisa jalan untuk transportasi ke kantor. 2
2 Baju kerja 3 6 Baju kerja masih dalam kondisi baik namun ingin punya yang lebih baru 9
3 Handphone baru 6 8 Ingin ganti yang baru 14
4 Dan lain-lain        

 

Sehingga dapat dilihat yang menjadi prioritas utama adalah membeli motor baru, baru kemudian membeli baju kerja, lalu Handphone baru. Dari hal ini, Anda dapat membuat keputusan untuk membeli motor. Jika Anda memiliki uang tunai, maka akan lebih baik membelinya dengan uang Anda tanpa berhutang.

  1. Dari Mana Sumber Dana untuk Pelunasan Hutang

Ini merupakan pertimbangan yang sangat mendasar untuk menentukan skema utang yang akan kita pilih. Kebanyakan orang akan menjawab bahwa sumber dana pelunasan hutang dari penghasilan rutinnya, yaitu gaji. Maka, Anda harus mempertimbangkan rasio Kemampuan Pelunasan Hutang. Perencana Keuangan sepakat bahwa jumlah cicilan yang dapat Anda bayar setiap bulannya adalah 30% sampai dengan 35% dari penghasilan bulanan Anda.

Jika penghasilan bulanan Anda adalah Rp. 10 juta, maka maksimum total cicilan yang bisa Anda buat setiap bulannya adalah Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta.

Anda juga bisa mempertimbangkan penghasilan rutin lainnya seperti THR yang Anda dapat tahunan untuk dikonversi menjadi pembayar pelunasan hutang namun tentu Anda harus bijaksana karena Anda menempatkan dana THR untuk pembayaran hutang, bisa jadi akan memengaruhi kebahagiaan Anda dan keluarga di hari raya.

  1. Sumber Hutang

Sumber hutang dapat diartikan, pihak mana yang akan memberikan Anda pinjaman. Apakah perorangan seperti saudara, teman, atau atasan Anda, atau lembaga seperi bank, pegadaian, koperasi, dan lain-lain. Setiap pihak memiliki ketentuan yang berbeda-beda, maka pelajari juga bagaimana Anda dapat melunasi hutang Anda. Jika Anda meminjam dari saudara, tentu tidak ada biaya bunga dan pinalti, namun dari lembaga keuangan tentu ada aturan berbeda.

  1. Aspek Syariah

Ini juga menjadi pertimbangan penting bahwa dalam muamalah, riba adalah terlarang. Ketika meminjam dari anggota keluarga tentu, insyaa Allah, tidak diterapkan mekanisme pengembalian dengan riba. Namun dengan perbankan dan lembaga keuangan lain, Anda harus memerhatikan hal tersebut. Jika harus mengangsur motor dari bank syariah, tentu mekanismenya bukan lagi pinjaman namun pembiayaan.

  1. Risiko

Risiko terbesar dari berhutang adalah, bertumpuknya hutang yang tentu akan menyulitkan hidup Anda. Ini bisa berawal dari tidak disiplinnya Anda dalam mengelola hutang dan ketika Anda meninggal dunia maka ahli waris Anda yang akan direpotkan oleh hutang yang telah Anda buat.

Untuk hal ini, maka silakan diperhatikan bahwa apakah hutang Anda dijaminkan dengan aset Anda dan jika demikian maka jika Anda tidak mampu membayar ketika meninggal dunia nanti maka aset tersebut yang akan menjadi pembayar hutang Anda jika ahli waris Anda tidak dapat membayarnya. Atau cara yang sederhana untuk melindungi diri dari risiko ini, Anda bisa mempertimbangkan asuransi jiwa syariah yang uang pertanggungannya dapat dijadikan pembayar hutang jika Anda tidak sempat melunasinya karena meninggal dunia.

Hutang bisa membantu atau bahkan sebaliknya, bisa merepotkan. Hutang bisa disebut leverage atau pengungkit untuk memperbesar aset kita namun jika salah mengelolanya maka aset malah akan tergerus. Berhutang juga diperbolehkan jika memang dibutuhkan dan Anda dapat menentukan skala prioritas untuk memutuskan bahwa ini benar-benar kebutuhan atau hanya keinginan sesaat. Dan Anda dapat mempertimbangkan untuk menabung terlebih dahulu jika memang kebutuhan tersebut tidak terlalu mendesak sehingga hidup Anda lebih nyaman tanpa hutang.

TADABBUR ANTARA AL QASHASH AYAT 77 DAN ASURANSI SYARIAH

YUK HIJRAH!

Seruan ini menjadi viral saat ini, terlebih berbondong-bondongnya kaum muda milenial yang bersemangat mengunjungi kajian-kajian Islam yang dan termutakhir ditandainya dengan banyak peserta yang hadir dalam Hijrah Fest di Jakarta lalu. Karenanya kami sebagai pegiat ekonomi syariah juga bersemangat mensyiarkan apa yang menjadi bagian dari kehidupan berIslam, yaitu berekonomi secara Islami.

Kami bukan ahli tafsir melainkan orang-orang yang berusaha untuk berIslam dengan baik dengan belajar dalam kajian-kajian dan sekolah-sekolah Islam yang kemudian kami sampaikan kembali dalam tulisan-tulisan dan pelatihan-pelatihan. Karenanya ijinkan kami mentadaburi sebuah ayat Al Quran yang bisa menjadi penyemangat kita melaksanakan hal-hal yang perlu kita kerjakan dalam berIslam. Dan tadabbur berarti merenungkan, memikirkan dan menghayati. Ketika kita melakukannya, kita dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kita berangkat dari tafsir Ibnu Katsir tentan ayat ini, Al Qashash : 77;

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah membangga-banggakan diri. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah bersikap jahat dan sewenang-wenang, sebagaimana sikap orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan kepadanya.
Firman Allah Swt.:
{وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al-Qashash: 77)
Maksudnya, gunakanlah harta yang berlimpah dan nikmat yang bergelimang sebagai karunia Allah kepadamu ini untuk bekal ketaatan kepada Tuhanmu dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan berbagai amal pendekatan diri kepada-Nya, yang dengannya kamu akan memperoleh pahala di dunia dan akhirat.
{وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}
dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al-Qashash: 77)
Yakni yang dihalalkan oleh Allah berupa makanan, minuman, pakaian, rumah dan perkawinan. Karena sesungguhnya engkau mempunyai kewajiban terhadap Tuhanmu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap dirimu sendiri, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap keluargamu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap orang-orang yang bertamu kepadamu, maka tunaikanlah kewajiban itu kepada haknya masing-masing.
{وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ}
dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Al-Qashash: 77)
Artinya, berbuat baiklah kepada sesama makhluk Allah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.
{وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ}
dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. (Al-Qashash: 77)
Yaitu janganlah cita-cita yang sedang kamu jalani itu untuk membuat kerusakan di muka bumi dan berbuat jahat terhadap makhluk Allah.
{إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ}
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al-Qashash: 77)
Kita diperintah untuk mencari negeri akhirat dengan apa yang Allah karuniakan pada kita. Kita memiliki uang, sejatinya itu adalah milik Allah, namun kita diuji untuk memilih. Apakah kita memilih untuk menggunakan di jalan Allah agar kita dapat akhirat yang baik, atau kita memilihnya untuk bermaksiat pada Allah.
 
Kita memiliki keluarga, Istri dan Anak-Anak, dan itu juga karunia dari Allah, apakah kita akan menggunakannya untuk mencari negeri akhirat atau menyiakannya sehingga pertanggunjawaban yang berat menanti kita di akhirat nanti.
 
Kita juga dikarunia akal. Dengannya kita menjadi makhluk modern. Ini pula yang membedakan manusia dengan hewan. Dengan adanya akal, ada teknologi untuk mempermudah kehidupan dunia. Dengan adanya akal, ada metode dan mekanisme pengaturan keuangan. Dengannya pula bertujuan mempermudah kehidupan. Ada jual beli, ada utang piutang, ada simpan menyimpan, ada saling menjamin. Dan itu pula karunia Allah. Dan apakah kita akan menggunakannya untuk mencari negeri akhirat?
 
Asuransi merupakan hasil pemikiran manusia, sama seperti handphone, laptop, atau apapun yang Anda gunakan untuk membaca artikel ini. Hasil pemikiran ini bisa saja ada kekurangannya dan begitulah sunatullah, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Namun kami yakin bahwa pemikiran manusia dalam hal ini digunakan untuk bertujuan baik walaupun dalam praktiknya bisa saja keluar dari koridor Islam. Dan untuk itulah kita memikirkannya bagaimana karunia-karunia itu bermanfaat dalam berIslam. Karena itu juga lahirlah Asuransi Syariah yang menggunakan kaidah-kaidah Islami. Kita tidak lagi sedang membahas kesyariahan asuransi syariah. Silakan periksa tulisan-tulisan kami yang berbicara tentang ini.
 
Ketika kita sudah sepakat bahwa Asuransi Syariah adalah karunia dari Allah. Mari kita pergunakan ini untuk mencari negeri akhirat. Dalam asuransi syariah, ada tolong-menolong sesama peserta. Dalam asuransi syariah, ada sedekah pada anak-anak kita, yang dalam An Nisaa’ ayat 9 kita diminta takut meninggalkan anak-anak kita dalam keadaan yang lemah.
 
Dalam mekanisme asuransi syariah ini pula ada bagian kecil yang bisa kita nikmati dalam kehidupan dunia ini. Yaitu ketika kita sedang terkena musibah dan dana tolong menolong ini diberikan pada kita sebagai santunan sehingga hal itu dapat meringankan keadaan kita
 
Sungguh tolong-menolong ini yang disukai Allah, karena hal ini juga yang termaktub dalam ayat ini. Maka tolong menolonglah kita dengan nama Allah dan jangan berbuat kerusakan karena Allah tidak mencintai orang yang berbuat kerusakan. Bagaimana Asuransi syariah menjaga diri dari kerusakan? Mekanisme riba, mekanisme judi sangat merusak dan yang mengerikan adalah kerusakannya tidak terlihat jelas saat-saat awal. Pelan-pelan tetapi membuat kita kehilangan segalanya dan di saat itu barulah orang-orang merasakan ketidak-adilan. Asuransi syariah menghindarkan diri dari Maisir, Gharar, dan Riba sehingga ini adalah karunia Allah yang digunakan untuk menjaga keadilan bermuamalah dan menghindarkan diri dari kerusakan.
 
Akhirnya, berasuransi syariah dapat dijalankan dengan mentadabburi ayat-ayat Al Quran yang dengannya tujuan kita adalah untuk menjalankannya karena Allah sehingga kita berharap pahala dari Nya dan mendapatkan negeri akhirat yang kita cari.
 
Allahu a’lam.
 
Andrie Setiawan

Menangani Keberatan dengan FEEL, FELT, FOUND

Bismillah,

Menjual, berdakwah, mengajar, dan lainnya merupakan aktivitas yang memerlukan proses komunikasi. Dalam komunikasi ada kalanya kawan bicara kita tidak sepaham atau tidak bisa menerima pemikiran kita dan dan menanganinya ada beberapa teknik yang dapat kita lakukan dan salah satunya akan kita bahas sekarang, insyaa Allah.

Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini dan beberapa klien saya juga merasakan hal serupa sampai dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan).”

Misal:

  • produk ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.”
  • kumpul-kumpul dalam kajian di masjid benar-benar membawa perubahan positif dalam hidup kita.”
  • “kesulitan-kesulitan dalam belajar akan selalu dijumpai dan manfaatnya pikiran kita terlatih untuk menghadapi persoalan-persoalan sekaligus bersabar dalam pemecahannya.”
  • dan lain-lain.

FEEL (Merasakan, present-saat ini) : Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini

FELT (Merasakan, past tense-saat yang sudah lewat) : beberapa klien saya juga merasakan hal serupa

FOUND (Menemukan, past tense-saat yang sudah lewat) : dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan)

 

Bagaimana pola kalimat tersebut bekerja? Ini bagian yang paling menarik bagi Anda yang kritis terhadap fungsi pola kalimat dalam komunikasi. Ingatlah, pola kalimat teratur dan sistimatis akan disenangi pendengarnya dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling teratur bicaranya.

 

FEEL : Anda sedang membangun kedekatan emosional dengan berempati pada kawan bicara Anda sehingga saat-saat ia bersama Anda merupakan saat yang selaras dan tak ada perselisihan.

FELT : Anda sedang mengubah fokus dari perasaan Subjektif kawan bicara Anda menjadi pikiran Objektif dengan memasukkan banyak orang kedalam pembicaraan Anda. Hal ini berarti bahwa perasaan yang sedang ia rasakan adalah hal umum yang orang lain juga rasakan dan ini akan membuat ikatan pemikiran nya terhadap pemikiran banyak orang.

FOUND : Ini adalah pikiran yang kita sedang masukkan kedalam pikiran kawan bicara kita setelah ia terikat secara emosional kepada kelompok orang yang sedang kita bicarakan. Dan salah satu prinsip persuasi adalah, ketika seseorang sulit untuk memilih (belum memiliki pilihan) maka ia akan menyerahkan pada keputusan orang banyak. Contoh, ketika kita datang ke sebuah restoran dan kita belum memiliki pilihan menu dalam pikiran kita maka biasanya kita akan bertanya, “Menu apa yang paling banyak dipesan, Mbak?” 

SEMOGA BERMANFAAT DAN GUNAKAN HANYA UNTUK KEBAIKAN. 

SAYA BERLEPAS DIRI DARI KEBURUKAN YANG ANDA LAKUKAN MENGGUNAKAN APA YANG SAYA AJARKAN.

 

Contoh-contoh penanganan keberatan agen asuransi jiwa syariah: 

Keberatan #1 | Masih banyak cicilan
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara yang sangat baik untuk situasi Bapak yang sedang banyak cicilan seperti saat ini. Asuransi adalah satu cara untuk melindungi keluarga dari cicilan yang Bapak miliki yang akan ditagihkan kepada mereka saat kita tidak bisa lagi membayar karena risiko hidup yang terjadi.”
Keberatan #2 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”
Keberatan #3 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”

Keberatan #4 | Saya tanya orang rumah dulu
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, dan nasabah saya juga merasakan hal yang sama kemudian memahami bahwa asuransi ini penting. Apa yang Bapak… Katakan barusan adalah cerminan bahwa Bapak… Sangat menyayangi keluarga. Untuk membuat keputusan penting, Bapak… Perlu melibatkan keluarga untuk memberikan pertimbangan.

Asuransi jiwa syariah adalah juga sarana untuk melindungi orang-orang yang Bapak sayangi di rumah, saya akan sangat senang untuk berjumpa dengan istri dan anak-anak untuk juga menjelaskan bahwa manfaat ini adalah juga untuk mereka ”

(buat janji temu di rumahnya dengan bertemu keduanya –suami dan istri)

Keberatan #5 | Saya bertawakal pada Allah
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara bertawakal pada Allah. Tentu Bapak sudah sering mendengar perjuangan para nabi Allah.

Mereka adalah orang-orang yang terjaga dari perbuatan dosa, yang dijamin surga, yang dicintai Allah yang doanya pasti dikabulkan. Diantara kaumnya para Nabi adalah orang-orang yang paling beriman, bertakwa, dan bertawakal pada Allah. Dan tentu Bapak… Tahu bahwa para Nabi tetap berperang dan berjuang membela Allah bersama-sama dengan umat nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap terjun ke medan perang, Nabi Musa ‘Alaihis Salam dikejar pasukan Firaun kemudian memukulkan tongkatnya di tepi laut merah walau ia tidak tahu apa yang terjadi maka ia tetap bertawakal, Nabi Nuh ‘Alaihis Salam membuat bahtera walau ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa bertawakal adalah setelah berikhtiar.”

“Dalam sebuah hadist (sabda Nabi Muhammad SAW) disebutkan bahwa seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ikat dahulu unta tungganganku lalu aku berserah diri (tawakal) kepada Tuhan, ataukah aku lepaskan begitu saja lalu aku berserah diri? Maka Nabi menjawab, Ikatlah untamu lalu berserah diri kepada Tuhan.”

(Ref. Hadist riwayat Imam Al Qudhai dalam Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakkal, no. 633, 1/368).

Asuransi serupa dengan helm yang Bapak pakai walau tidak pernah berharap kecelakaan, seperti ban serep walau tak pernah menginginkan ban mobil Bapak kempes, seperti kunci pintu walau tidak pernah berharap rumah kita kemalingan.

Keberatan #6 | Berasuransi bertentangan dengan takdir
“Sama dengan jawaban atas Keberatan #5.”

(Tambahan)

Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah menyikapi takdir ada di tengah-tengah. Bukan seperti Qodariyyah yang menganggap bahwa apa yang terjadi adalah karena kehendak manusia bukan karena kehendak Allah dan Jabariyyah yang menganggap bahwa seluruh yang terjadi didunia ini adalah kehendak Allah sehingga manusia seolah-olah tidak memiliki kemampuan dan ikhtiyar.

Maka Islam memerintahkan kita untuk berusaha dan tentu usaha yang dilakukan haruslah yang halal dan baik. Asuransi syariah adalah sebuah usaha sebagai bagian dari takdir Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiruu maa bi annfusihim (Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.)

Baik, Bapak memilih berasuransi ataupun menolaknya, itu adalah takdir Allah yang Bapak pilih. Karenanya saya datang ke sini untuk menunjukkan pilihan seperti penjual payung yang menawarkan agar Bapak aman saat hujan, atau menyarankan Bapak untuk membawa ban serep dan juga mengunci pintu untuk berjaga-jaga dari hal buruk yang mungkin terjadi.

 

AGEN ASURANSI SYARIAH ADALAH ORANG YANG MENCINTAI ALLAH

mari-berasuransi-syariah-logoApakah Anda mencintai istri Anda?

Apakah Anda mencintai suami Anda?

Apakah Anda mencintai anak-anak Anda?

Apa buktinya?

Oh jelas, saya melakukan semua ini untuk istri dan anak saya.”

Setuju, itu tanda Anda mencintai keluarga Anda.

 

Apakah Anda mencintai perusahaan tempat Anda bekerja?

Oh jelas dong!

Apa buktinya?

Saya selalu mengatakan yang baik-baik tentang perusahaan tempat saya bekerja.”

Benar, itu juga tanda cinta dengan menjaga hati Anda untuk tetap mencintainya dan mendapatkan cintanya sebagai timbal balik dengan menyebut-nyebut kebaikannya.

 

Sekarang, Apakah Anda mencintai Allah dan Rasul Nya?

“(Diam)”

Dalam bekerja sebagai agen asuransi syariah, Anda melakukan semua ini untuk keluarga Anda, apakah Anda melakukan ini semua untuk Allah?

Apakah dalam bekerja Anda sering menyebut-nyebut kebaikan Allah dan tentang Nya untuk mendapatkan cintanya sebagai balasan dari cinta Anda?

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ ٢٢

  1. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٢٣

  1. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan

 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٤

  1. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

(QS Al Hasyr :22-24)

 

PERHATIAN! | ATTENTION! |注意請!| يرجى الانتباه|

JIka Anda sedang mencari seorang agen asuransi, cari lah yang mencintai Allah.

Ketika dia mencintai Allah, dia pasti juga akan mencintai hambaNya.

 

Jika Anda mencari sedang mencari pasangan hidup, cari lah orang yang mencintai Allah dan juga yang tidak merokok.

Jika jantungnya saja dia jaga, apalagi HATInya.  😀  😀  😀

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

MENJUAL ASURANSI SYARIAH: DALIL VS DALIL

asuransi-syariah

Ada yang bertanya pada kami, “Ada pertanyaan mengenai gharar. Kalo nasabah bayar premi kan jelas, terus kan dapat pertanggungan kesehatan, nah itu kan belum jelas…bgmn jelasinnya ya? Dia pake dalil. Kita pake dalil apa ya?”

Lalu kami jawab, “Memang dia dalilnya apa, Bu? Kenapa juga dalil harus dilawan dalil? Emangnya kalo sama-sama dalil Al Quran dan Hadits yang shohih lalu salah satunya bener dan satunya lagi salah?”

Sering kali dalam penjualan, tenaga penjual (agen asuransi) ingin menang dalam perdebatan sehingga terjebak dalam mental menang-kalah. Seolah-olah ketika agen berhasil “menaklukkan” calon nasabahnya dalam argumentasi maka otomatis calon nasabah akan membeli? Tidak… Sekali-kali tidak. Hampir semua orang tidak suka didebat. Ketika seorang agen terpancing untuk berdebat, mungkin dia menang dalam perdebatan tetapi hampir bisa dipastikan dia akan kalah dalam penjualan.

Lebih parah lagi, ketika calon nasabah mengeluarkan dalil, maka harus ada dalil lain yang menghadang serangannya. Lhah? Apakah artinya ketika Anda “mengalahkan”nya dengan dalil Anda lalu dalil lain yang dia ambil dari Al Quran menjadi salah? Hati-hati saudara-saudara agen, Anda sedang berhadap-hadapan dengan Al Quran dan berarti Anda juga sedang berhadap-hadapan dengan Penulisnya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ingatlah ini wahai agen-agen syariah:

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) ­

APAKAH MENJUAL ASURANSI SYARIAH WAJIB MENGGUNAKAN DALIL?

Jawabnya TIDAK selalu. Ketika calon nasabah atau peserta yang sudah memahami konsep asuransi syariah, maka Anda tidak perlu bersusah payah mengeluarkan dalil-dalil. Untuk apa? Tujuan Anda adalah menjual asuransi, kan?

Memang ada beberapa situasi yang memerlukan penjelasan dalil, namun tetap saja tidak memaksakan satu dalil yang akan mematahkan dalil yang lainnya. Yang menjadi titik tolak awal dalam bermuamalah adalah memahami kaidah-kaidah muamalah. Mungkin kita akan bahas lebih panjang nanti, namun kami ingin sekali menyajikan satu kaidah yang penting untuk diketahui bahwa;

اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ

“Hukum asal menetapkan syarat dalam mu’âmalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya).”

Titik tekan dalam bermuamalah adalah APAKAH ADA LARANGANNYA. Ketika tidak ada larangannya maka muamalah boleh dilakukan.

Yang dilarang dalam asuransi konvensional kan adalah karena transaksi asuransi konvensional mengandung Maysir, Gharar, dan Riba. Lalu ketika transaksi asuransi syariah dibuat dengan menghilangkan Maysir, Gharar, dan Riba maka masih adakah larangan lainnya? Jika tidak, asuransi syariah boleh digunakan.

Banyak dari agen asuransi syariah terpancing dalam perdebatan dan mencari-cari dalil perintah bermuamalah (berasuransi jiwa), kita tidak akan pernah menemukan dalil yang benar-benar spesifik tentang asuransi jiwa dan maka yang akan muncul adalah pemaksaan dalil yang terlebih agen yang membawakan dalil tersebut hanya membeo dari orang yang mengajarkan sebelumnya dan tidak memahami makna dari yang ia katakan. Jangan lah demikian saudaraku, Anda hanya akan merusak agama ini dengan memaksakan kehendak untuk kepentingan Anda sendiri. Karena kaidah muamalah lainnya adalah;

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907

Memaksakan kehendak malah akan mengesankan niat Anda yang tidak tulus membantu sesama dan berdakwah, terlebih dengan menakut-nakuti saudara Anda sendiri.

ASURANSI HARAM, ASURANSI SYARIAH JUGA HARAM (?)*

Akhir tulisan ini, maka kami mengajak agen asuransi syariah untuk terus belajar untuk memahami hakikat dari apa yang Anda bawa dan sumbernya. Dengan demikian Anda tidak akan gagap dalam membawakannya.

Sekiranya kami belum mampu menjelaskan pada Anda, silakan kirim pertanyaan Anda melalui halaman HUBUNGI KAMI

Referensi

www.rumaysho.com

www.almanhaj.or.id

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya