Header Image - As-Salam Training Consultant

Tag Archives

14 Articles

MENANTI KEMBALINYA KEJAYAAN EKONOMI SYARIAH

Suatu hari saya terjadwal untuk memberikan sebuah materi training untuk para agen asuransi syariah dengan tajuk MENANGANI KEBERATAN. Ini adalah materi yang “sakral” dalam dunia asuransi jiwa. Seolah jika seseorang sudah memiliki keterampilan dalam hal ini, maka bisa dipastikan ia dapat menutup (clisong) kebutuhan nasabahnya. Artinya, ia menghasilkan bisnis yang banyak dan tentu menghasilkan banhak uang. ASUMSI ini TIDAKlah BENAR.

Setiap tahapan dari proses penjualan adalah penting. Tahapan sebelumnya dari setiap tahapan proses penjualan ikut memengaruhi kesuksesan tahapan berikutnya. Keberhasilan CLOSING dipengaruhi oleh keberhasilan HANDLING OBJECTION dan tahapan ini dipengaruhi oleh tahapan PRESENTATION yang dipengaruhi oleh tahapan FACT FINDING yang juga dipengruhi oleh tahapan APPROACHING yang dipengaruhi oleh tahapan PROSPECTING yang didahului oleh tahapan PLANNING.

Maka perencanaan (PLANNING) sangatlah penting.

Hari ini saya menjumpai kantor yang masih tutup padahal acara harus dimulai dalam waktu beberapa menit. Jelas saya sudah merencanakan kehadiran saya untuk memberikan materi di kantor ini. Saya melatih diri saya untuk membawakan materi yang diminta, saya merencanakan penggunaan perlengkapan yang akan saya gunakan, saya merencanakan waktu kapan saya harus berangkat dari rumah, bahkan saya merencanakan rute dan jenis kendaraan yang harus saya gunakan menimbang rute dan kondisi jalan.

TAPI TERNYATA….

Kesuksesan perencanaan membutuhkan kesuksesan perencanaan orang lain juga sehingga ketika kantor masih tutup dan peserta belum hadir, maka perencanaan yang sudah saya buat tidak berjalan sesuai rencana.

MENGAPA UMAT ISLAM SAAT INI TERTINGGAL?

Entah pertanyaan ini sudah disadari atau belum oleh ummat. Jawaban dari mengapa ummat Islam saat ini Tertinggal adalah karena sebagian ummat sering TERLAMBAT.
Tahukah kita bahwa sesama Muslim adalah bersaudara dan sesama Muslim seperti satu tubuh. Satu bagian sakit, maka bagian lain akan ikut sakit. Jika sebagian terlambat, maka yang lainnya akan terkena dampak keterlambatannya.

Fahamkah bahwa ummat ini adalah yang terbaik yang sudah dilatih setiap hari dengan kedisiplinan dalam sholat. Bahwa sholat didirikan untuk mengingat Allah dan sholat hars tepat pada waktunya juga sholat dilakukan dengan cara berjamaah.

Pemahaman dalam sholat sangat memengaruhi etos kerja ummat ini.

Hhmmm… ini menjadi peringatan bagi kita semua, jangan-jangan sholatnya masih sering terlambat dan tidak berjamaah, karenanya ummat hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, egois, dn hatinya terpisah.

Hayya ‘alash sholaah (Mari kita sholat)
Hayya ‘alal falaah (Marikita mencapai kemenangan/kesuksesan)

Menangani Keberatan dengan FEEL, FELT, FOUND

Bismillah,

Menjual, berdakwah, mengajar, dan lainnya merupakan aktivitas yang memerlukan proses komunikasi. Dalam komunikasi ada kalanya kawan bicara kita tidak sepaham atau tidak bisa menerima pemikiran kita dan dan menanganinya ada beberapa teknik yang dapat kita lakukan dan salah satunya akan kita bahas sekarang, insyaa Allah.

Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini dan beberapa klien saya juga merasakan hal serupa sampai dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan).”

Misal:

  • produk ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.”
  • kumpul-kumpul dalam kajian di masjid benar-benar membawa perubahan positif dalam hidup kita.”
  • “kesulitan-kesulitan dalam belajar akan selalu dijumpai dan manfaatnya pikiran kita terlatih untuk menghadapi persoalan-persoalan sekaligus bersabar dalam pemecahannya.”
  • dan lain-lain.

FEEL (Merasakan, present-saat ini) : Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan mengenai hal ini

FELT (Merasakan, past tense-saat yang sudah lewat) : beberapa klien saya juga merasakan hal serupa

FOUND (Menemukan, past tense-saat yang sudah lewat) : dengan mereka menemukan bahwa … (lanjutkan dengan kalimat topik yang sedang dibicarakan)

 

Bagaimana pola kalimat tersebut bekerja? Ini bagian yang paling menarik bagi Anda yang kritis terhadap fungsi pola kalimat dalam komunikasi. Ingatlah, pola kalimat teratur dan sistimatis akan disenangi pendengarnya dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling teratur bicaranya.

 

FEEL : Anda sedang membangun kedekatan emosional dengan berempati pada kawan bicara Anda sehingga saat-saat ia bersama Anda merupakan saat yang selaras dan tak ada perselisihan.

FELT : Anda sedang mengubah fokus dari perasaan Subjektif kawan bicara Anda menjadi pikiran Objektif dengan memasukkan banyak orang kedalam pembicaraan Anda. Hal ini berarti bahwa perasaan yang sedang ia rasakan adalah hal umum yang orang lain juga rasakan dan ini akan membuat ikatan pemikiran nya terhadap pemikiran banyak orang.

FOUND : Ini adalah pikiran yang kita sedang masukkan kedalam pikiran kawan bicara kita setelah ia terikat secara emosional kepada kelompok orang yang sedang kita bicarakan. Dan salah satu prinsip persuasi adalah, ketika seseorang sulit untuk memilih (belum memiliki pilihan) maka ia akan menyerahkan pada keputusan orang banyak. Contoh, ketika kita datang ke sebuah restoran dan kita belum memiliki pilihan menu dalam pikiran kita maka biasanya kita akan bertanya, “Menu apa yang paling banyak dipesan, Mbak?” 

SEMOGA BERMANFAAT DAN GUNAKAN HANYA UNTUK KEBAIKAN. 

SAYA BERLEPAS DIRI DARI KEBURUKAN YANG ANDA LAKUKAN MENGGUNAKAN APA YANG SAYA AJARKAN.

 

Contoh-contoh penanganan keberatan agen asuransi jiwa syariah: 

Keberatan #1 | Masih banyak cicilan
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara yang sangat baik untuk situasi Bapak yang sedang banyak cicilan seperti saat ini. Asuransi adalah satu cara untuk melindungi keluarga dari cicilan yang Bapak miliki yang akan ditagihkan kepada mereka saat kita tidak bisa lagi membayar karena risiko hidup yang terjadi.”
Keberatan #2 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”
Keberatan #3 | Belum membutuhkan, masih sehat
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menyadari bahwa “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Kesehatan sangatlah penting dan kami hadir karena kesehatan Bapak… sangatlah penting. Dan sesekali seseorang harus dirawat di rumah sakit, saat itulah Bapak … Harus kembali menjadi sehat. Asuransi Syariah sangat dibutuhkan untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal. Biarkan asuransi yang membayarnya, Bapak… Tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit tersebut.”

Keberatan #4 | Saya tanya orang rumah dulu
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, dan nasabah saya juga merasakan hal yang sama kemudian memahami bahwa asuransi ini penting. Apa yang Bapak… Katakan barusan adalah cerminan bahwa Bapak… Sangat menyayangi keluarga. Untuk membuat keputusan penting, Bapak… Perlu melibatkan keluarga untuk memberikan pertimbangan.

Asuransi jiwa syariah adalah juga sarana untuk melindungi orang-orang yang Bapak sayangi di rumah, saya akan sangat senang untuk berjumpa dengan istri dan anak-anak untuk juga menjelaskan bahwa manfaat ini adalah juga untuk mereka ”

(buat janji temu di rumahnya dengan bertemu keduanya –suami dan istri)

Keberatan #5 | Saya bertawakal pada Allah
“Saya dapat merasakan apa yang Bapak rasakan, nasabah saya juga merasakan hal yang sama dan menemukan bahwa asuransi jiwa syariah merupakan cara bertawakal pada Allah. Tentu Bapak sudah sering mendengar perjuangan para nabi Allah.

Mereka adalah orang-orang yang terjaga dari perbuatan dosa, yang dijamin surga, yang dicintai Allah yang doanya pasti dikabulkan. Diantara kaumnya para Nabi adalah orang-orang yang paling beriman, bertakwa, dan bertawakal pada Allah. Dan tentu Bapak… Tahu bahwa para Nabi tetap berperang dan berjuang membela Allah bersama-sama dengan umat nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap terjun ke medan perang, Nabi Musa ‘Alaihis Salam dikejar pasukan Firaun kemudian memukulkan tongkatnya di tepi laut merah walau ia tidak tahu apa yang terjadi maka ia tetap bertawakal, Nabi Nuh ‘Alaihis Salam membuat bahtera walau ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa bertawakal adalah setelah berikhtiar.”

“Dalam sebuah hadist (sabda Nabi Muhammad SAW) disebutkan bahwa seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ikat dahulu unta tungganganku lalu aku berserah diri (tawakal) kepada Tuhan, ataukah aku lepaskan begitu saja lalu aku berserah diri? Maka Nabi menjawab, Ikatlah untamu lalu berserah diri kepada Tuhan.”

(Ref. Hadist riwayat Imam Al Qudhai dalam Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakkal, no. 633, 1/368).

Asuransi serupa dengan helm yang Bapak pakai walau tidak pernah berharap kecelakaan, seperti ban serep walau tak pernah menginginkan ban mobil Bapak kempes, seperti kunci pintu walau tidak pernah berharap rumah kita kemalingan.

Keberatan #6 | Berasuransi bertentangan dengan takdir
“Sama dengan jawaban atas Keberatan #5.”

(Tambahan)

Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah menyikapi takdir ada di tengah-tengah. Bukan seperti Qodariyyah yang menganggap bahwa apa yang terjadi adalah karena kehendak manusia bukan karena kehendak Allah dan Jabariyyah yang menganggap bahwa seluruh yang terjadi didunia ini adalah kehendak Allah sehingga manusia seolah-olah tidak memiliki kemampuan dan ikhtiyar.

Maka Islam memerintahkan kita untuk berusaha dan tentu usaha yang dilakukan haruslah yang halal dan baik. Asuransi syariah adalah sebuah usaha sebagai bagian dari takdir Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiruu maa bi annfusihim (Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.)

Baik, Bapak memilih berasuransi ataupun menolaknya, itu adalah takdir Allah yang Bapak pilih. Karenanya saya datang ke sini untuk menunjukkan pilihan seperti penjual payung yang menawarkan agar Bapak aman saat hujan, atau menyarankan Bapak untuk membawa ban serep dan juga mengunci pintu untuk berjaga-jaga dari hal buruk yang mungkin terjadi.

 

KEMATIAN ADALAH NASIHAT TERBAIK

Saya tidak butuh asuransi“. Begitu kata seseorang ketika ditawari asuransi. Kita sepakat bahwa yang dimaksud dengan asuransi di sini tentu adalah asuransi syariah dan kita sama-sama setuju bahwa asuransi syariah diperbolehkan berdasarkan fatwa para ulama.

Agen asuransi kadang akan melanjutkan dengan mengingatkan, “Pak, asuransi adalah bukan tentang kita yang akan mati, tetapi ini tentang orang-orang yang kita cintai untuk dapat melanjutkan hidupnya.” Memang prinsip dari asuransi adalah salah satunya memastikan keuangan keluarga tetap tersedia walaupun pencari nafkah meninggal dunia. Namun…

Namun… beberapa orang akan menjawab, “Allah yang akan memenuhi kebutuhan hamba-hambaNya.”

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Huud: 6).

Benar memang ayat tersebut adalah ayat Al Quran yang Mulia dan Allah Maha Benar dengan segala firmanNya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Allah ingin setiap hambaNya kembali padaNya dengan bekal pahala yang banyak.

Begini, pembaca yang baik. Katakan lah Anda sudah beramal kebaikan ketika Anda hidup, tidak mau kah Anda memiliki pahala kebaikan Anda yang terus mengalir saat Anda telah meninggal? Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkannya, akan kah Anda tinggalkan kesempatan itu?

Dengarkan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan;

Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apa yang kita tinggalkan bukan sekedar apa yang bisa membuat orang-orang yang kita cintai melanjutkan hidupnya. Bukan sekadar itu. Bukan sekedar apa yang bisa ditawarkan agen-agen asuransi konvensional. Tetapi juga bagaimana uang pertanggungan yang Anda tinggalkan untuk keluarga menjadi bernilai sedekah bagi Anda walau Anda sudah meninggalkan mereka.

Asuransi syariah adalah satu cara yang menjadikan Anda sebab mengalirnya pahala kebaikan dari apa yang Anda tinggalkan. Lalu, bukan kah hal ini baik bagi Anda?

Sungguh, Kematian Adalah Nasihat Terbaik.

 

 

MEMISAHKAN ASURANSI SYARIAH DARI AGAMA?

Memisahkan Asuransi syariah dengan agama (Islam) ibarat seperti memisahkan ikan dari air. Ikan akan tampak hidup tetapi usianya tidak panjang. Dia akan sekarat dan kemudian mati. Dan begitulah ketika sesuatu dipisahkan dari unsur alamiahnya. Sama seperti manusia yang harus hidup di dalam air selama terus menerus padahal tempat hidup alamiahnya manusia adalah di darat. 

Bagaimana mungkin asuransi syariah dipisahkan dari agama padahal esensi dari asuransi syariah adalah menjalankan perintah agama?

Banyak orang kini, entah mereka kurang paham atau kelompok oportunis yang hendak meraih keuntungan sesaat, yang menyuarakan bahwa asuransi syariah untuk semua. Memang tidaklah salah ketika yang dimaksud adalah dari sisi penggunanya, tetapi hal itu tidak demikian ketika ditinjau dari sisi pelakunya.

Asuransi syariah berisi aqidah (prinsip-prinsip kebenaran yang diyakini) yang menjadi dasar sistem keuangan syariah dan di dalamnya berisi larangan-larangan yang menjadi rambu agar tidak dilanggar ketika menjalankan aktivitas keuangan ini. Ini berarti sangat penting bahwa keuangan syariah dijalankan oleh pihak yang meyakini aqidah yang mengatur sistem keuangan syariah.

Secara sederhananya begini, bagi seorang seorang muslim yang berjualan bakso sapi dan pelanggannya bisa beragam yaitu baik muslim maupun non muslim. Begitu pula keuangan syariah, baik muslim ataupun non muslim dapat memanfaatkannya.

Dalam kasus lain, seorang muslim tidak akan menjual bakso babi atau daging yang diharamkan oleh syariah karena itu menjadi prinsip dasar yang diyakini dalam menjual bakso.

Apakah bisa seorang non muslim berdagang bakso sapi? Bisa saja, tetapi calon pelanggan muslim akan memiliki pertanyaan yang lebih banyak untuk memastikan kehalalannya walaupun di depan tokonya sudah dituliskan kata حلال (Halal) karena bagi sebagian besar orang akan bertanya-tanya, walaupun bahan baku dasar berasal dari bahan-bahan yang halal tapi belum tentu dengan bahan tambahannya, atau cara pengolahannya, atau alat-alat yang digunakan untuk memasak yang pernah dipakai untuk memasak daging haram.

Mengapa banyak pertanyaan muncul? Karena menjual makanan halal bukan hanya tentang menjual sesuatu untuk dimakan tetapi juga tentang prinsip-prinsip halal yang diyakini dalam mengolah dan menyajikannya. Dalam masyarakat spiritual seperti saat ini, agen asuransi non muslim secara umum memiliki tantangan yang lebih besar dalam membawa asuransi syariah.

Tentu ini tidak terjadi pada semua agen tetapi secara umum inilah yang terjadi sesuai pengamatan kami. Belakangan, hal ini juga terjadi pada agen-agen muslim yang memperlakukan asuransi syariah hanya sebagai sebuah produk jasa untuk dijual tanpa meyakini aqidah di dalam sistem keuangan ini.

Memang sebagian orang tidak mempermasalahkan hal ini yang penting agennya muslim, tetapi saat ini semakin banyak orang yang mempersoalankan hal ini. Aqidah dalam keuangan syariah membangun sistem keuangan syariah di atas pondasi ketakwaan (kepatuhan) pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Agen-agen muslim yang membawa asuransi syariah tetapi perilakunya tidak menunjukkan kepatuhan pada Allah akan menghadapi tantangan yang hampir sama besar dengan agen non muslim.

Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan ketidak patuhan pada hukum Allah diantaranya;

  1. agen syariah tetapi tidak segera menuju masjid ketika adzan berkumandang.
  2. agen syariah tetapi masih terlibat dalam utang riba tanpa alasan yang memaksa.
  3. agen syariah tetapi masih tidak peduli dengan hal-hal yang merusak diri sendiri dan lingkungan seperti merokok.
  4. agen syariah tetapi masih terlihat auratnya.
  5. agen syariah tetapi hanya mengejar dunia saja, terdengar dari kata-katanya yang hanya berisi urusan dunia.
  6. agen syariah tetapi masih berkata-kata tidak baik menurut syariah.
  7. dan beberapa perilaku lainnya.

Kesimpulannya, memisahkan asuransi syariah dari agama adalah hal yang mustahil karena lahirnya keuangan syariah adalah merupakan usaha untuk mencari sarana sistem keuangan yang tetap dapat mendekatkan diri pada Allah dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Anda yang benar-benar serius ingin menjadi agen asuransi syariah haruslah benar-benar memelajari kaidah-kaidah dalam ketentuan syariat dan meyakininya bahwa sistim ini didukung dengan prinsip-prinsip yang benar.

Dan siapa yang memisahkan sistem ini dari Agama (Islam) maka, percayalah, usaha Anda ini tidak akan berlangsung lama.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

KETIKA SAKIT, PERGI KE MONTIR?

Ketika sedang sakit, kemanakah Anda akan mengikhtiarkan kesembuhan? Ke seorang dokter atau ke seorang montir?

Saya yakin, hampir semua dari Anda akan menjawab “ke seorang dokter.” Dan ketika mobil Anda bermasalah, tentu Anda akan pergi ke montir, bukan ke dokter. Dan sebagian besar Anda lebih menginginkan mendapat penanganan dari spesialis dan ahli walau Anda perlu mengeluarkan biaya lebih mahal.

Inilah yang disebut keadilan, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan menyerahkan urusan pada ahlinya.

Begitu pula dengan asuransi syariah. Memang pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan, mengampanyekan keuangan inklusif dan saya menyetujui hal ini bahwa keuangan syariah dapat dimanfaatkan oleh siapapun.

Namun yang harus masyarakat perhatikan adalah, para praktisinya haruslah orang yang memiliki integritas dan kredibilitas. Kami mengkampanyekan, praktisi keuangan syariah haruslah ekslusif. Tidak semua orang bisa dan layak menjadi agen asuransi syariah.

Padahal dia sudah memiliki sertifikat dari asosiasi asuransi syariah? Sertifikat menunjukkan ia memiliki otoritas dan itu legal secara hukum namun ia belum tentu memiliki hak untuk melayani nasabah.

Banyak nasabah syariah saat ini yang menginginkan agennya memiliki dan menunjukkan nilai-nilai syariah.

Nasabah tidak suka melihat agen syariah yang masih membuka auratnya.

Nasabah mempertimbangkan konsistensi antara ilmu yang dibawa dan produk yang ditawarkan sesuai dengan kesehariannya.

Ketika rokok menjadi haram, ia akan memerhatikan apakah agennya merokok.

Ketika riba haram, ia juga tidak akan percaya pada agen yang masih membayar dan memakan hasil riba. Mobilnya dicicil dengan riba, rumahnya diangsur dengan riba, bahkan untuk menjamu makan saja agen tersebut menggunakan kartu kredit.

Ketika kejelasan dan pemahaman kaidah dan prinsip keuangan syariah dibutuhkan, calon nasabah tidak akan memercayai agen yang tidak mampu menjelaskan konsep dan prinsip syariah.

Ketika konsistensi antara omongan dan perbuatan dibutuhkan, nasabah tidak akan percaya pada agen yang tidak percaya pada syariat Islam. Dia mengatakan bahwa syariah itu bagus tetapi dia tidak meyakini ketentuan syariah yang lainnya selain muamalah asuransi syariah.

Ini mengapa tulisan ini menasihati diri saya sendiri dan Anda sebagai agen asuransi syariah dan juga Anda sebagai calon nasabah asuransi syariah.

JIKA Anda ingin memasarkan asuransi syariah, Anda harus memercayai syariah dan hidup Anda mencerminkan keyakinan Anda ini.

JIKA Anda ingin menjadi nasabah asuransi syariah, maka carilah agen asuransi yang mengakui bahwa dia meyakini syariah ini benar selain menguntungkan dan bermanfaat dan penjelasan serta perilakunya mencerminkan pemahaman dan keyakinannya.

APAKAH Anda akan memercayai suatu urusan pada orang yang tidak meyakini kebenaran atas urusan yang Anda percayakan?

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

 

1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya