Header Image - As-Salam Training Consultant

Tag Archives

2 Articles

Wahai Agen Syariah, Follow The Leader!

“IKUTI SISTEMNYA,

IKUTI LEADER ANDA, MAKA ANDA AKAN SUKSES.”

 

Tentu kalimat-kalimat diatas tidak asing di telinga Anda. Ini yang sering digemakan oleh praktisi asuransi jiwa pada para agennya. Saya dulu pun ikut-ikutan menggemakan ini di kelas-kelas training sampai kemudian saya perhatikan bahwa mengapa tidak semua agen mencapai hasil yang sama.

Menarik untuk diperhatikan, saya memisahkan orang-orang yang secara lahirnya memang tidak mau ikut sistem dengan orang yang mengikuti sistem yaitu orang yang tertib mengikuti pelatihan dan melakukan aktivitas penjualan dan perekrutan. Orang-orang ini juga hadir dalam sesi-sesi yang diadakan kantor keagenannya serta mengaku mengikuti leadernya. 

Tetapi juga mengapa kelompok kedua yaitu orang-orang yang mengikuti sistem dan leadernya tidak mencapai hasil yang sama? Ada yang hasilnya biasa, ada pula yang tinggi, juga ada yang rendah. Menghadapi jenis terakhir biasanya para leader mengatakan bahwa mereka belum benar-benar full heart.

Persoalan hati adalah persoalan yang tidak tampak dan akan melampaui batas jika kita sebagai leader menghakimi persoalan hati dari agen kita. Yang bisa kita komentari adalah apakah agen kita mengikuti pelatihan secara lengkap? Apakah agen kita menghadiri sesi yang diadakan kantor agency? Apakah agen kita melaksanakan aktivitas hariannya? karena hal ini observable atau dapat dilihat maka adalah adil untuk dikomentari jika agen Anda tidak mengikuti kesepakatan. 

Dalam training-training bagi para leader, sebetulnya mereka diajarkan tentang prinsip pareto yang mengatakan bahwa 80% hasil disebabkan oleh 20% anggota tim saja. Mereka (para leader) dan kami (para trainer, paling tidak) memercayai prinsip ini. Dari prinsip ini jelas bahwa tidak semua orang memeroleh hasil yang sama. Hasil yang tinggi hanya dicapai oleh sebagian kecil agen saja.

Saya baru memahami bahwa ternyata Allah memberi kelebihan karunia berbeda-beda kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Lihat saja Al Qur’an Surah Al Jumu’ah ayat 4, “Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.”

Lalu, apakah dengan begitu saya berhenti saja dari menjadi Agen Asuransi Syariah? Lalu maksud judul diatas itu apa?

JANGAN! Apakah Anda sudah lupa bahwa takdir Allah itu tidak ada yang tahu, kecuali Dia, dan kita diwajibkan mengusahakan karuniaNya. Masih ingat surah Al Jumu’ah ayat 10? Setelah sholat, kita diperintahkan bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah. Jadi walaupun kita tidak tahu Allah akan karuniakan kekayaan harta dengan apa yang kita lakukan sekarang, maka kita wajib berusaha. Ingat! Kekayaan Harta tidak sama dengan rezeki.

“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

Dari pengertian di atas, rezeki ternyata tidak identik dengan harta dan uang. Jadi, janganlah kita sempitkan pada maksud tersebut saja.

Inilah makna rezeki yang saya kutip dari rumaysho.com (https://rumaysho.com/11517-makna-rezeki-dan-cara-mencarinya.html)

Sudahkah Anda hitung rezeki kesehatan Anda? Misal, ini misal lho ya… ada dua pilihan, Punya uang banyak tetapi kehilangan pengelihatannya atau tidak banyak uang tetapi dapat melihat? Saya yakin, pilihan Anda adalah yang kedua.

Rezeki juga bisa berupa anak sholeh. Pilih mana, tidak punya banyak uang tetapi anak Anda sholeh atau punya uang banyak tetapi anak Anda tergantung pada narkoba? Sekali lagi saya yakin bahwa jawaban Anda pasti yang pertama.

Dan silakan buat contoh pilihan selanjutnya sendiri dan Anda akan tetap mendapati bahwa uang jauh lebih kecil nilainya ketimbang kehilangan hal-hal diatas.

Jadi, rezeki itu bukan cuma uang, dan sejatinya uang hanyalah alat bukan tujuan hidup kita. Uang kita gunakan untuk sarana kebaikan yang mendekatkan diri pada Allah bukan sebaliknya, menjauh dariNya. 

Memiliki keleluasan waktu untuk melaksanakan sholat juga merupakan rezeki serta nikmat yang sangat teramat mahal.

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan asuransi multinasional besar yang saat itu kami adalah nomor satu. Saya bekerja di sana sudah hampir mencapai 10 (sepuluh) tahun dan sedang menunggu waktu untuk menerima penghargaan pengabdian tahun ke-10. Saya menyenangi pekerjaan saya sebagai trainer, dan gaji saya pun sudah puluhan juta (bekerja di perusahaan besar gitu lhoh…).

Suatu hari atasan saya mempersoalkan sholat Jum’at yang saya lakukan. Waktu itu saya meninggalkan ruang meeting lebih awal karena masjid di dekat kantor akan segera penuh jika tidak bersegera. Saya coba menjelaskan namun karena atasan saya bukan muslim wajar jika ia tidak memahami bahkan ia kemudian menambahkan bahwa saya sudah mengambil waktu bekerja saya untuk sholat Ashar berjama’ah di masjid. Ia juga tidak paham bahwa saya setiap hari sampai di kantor sekitar satu jam sebelum jam kerja, sebagian digunakan untuk Dhuha dan sebagian lainnya untuk melakukan pekerjaan lebih awal untuk menggantikan waktu yang saya ambil saat shalat Ashar. Lagi-lagi, karena ia bukan muslim maka lumrah jika ia tidak paham.

Saya mengatakan pada diri saya bahwa saya harus membuat keputusan, tetap di tempat itu namun sulit untuk sholat berjamaah dan kemudian lebih khawatir pada atasan daripada takut pada Allah atau meninggalkan gaji puluhan juta dan segala fasilitasnya kemudian memasrahkan diri pada Allah, yang penting punya waktu sholat jamaah yang luang. Keputusan saya buat dan saya resign.

“BOSS, YOU ARE FIRED!” (Bos, kau dipecat!)

Saya memecat atasan saya dan saya keluar dari kantor itu. Saya terbebas dari rasa takut pada atasan dan saya benar-benar ingin bergantung pada Allah saja. Anda tentu tahu, barang siapa yang bertawakal (pasrah) pada Allah, maka Dia akan mencukupkan keperluan kita (lihat QS At Talaq : 3). Saya memiliki waktu untuk sholat berjamaah, saya bisa menjadi lebih dekat dengan keluarga, saya punya waktu untuk menghapal Al Qur’an (walaupun belum banyak yang dihapal, hehehe) dan saya menjadi sangat bersungguh-sungguh ketika meminta pada Allah karena hanya pada Nya lah kami bergantung. Satu tahun sudah berjalan dan kami sekeluarga masih tetap hidup, bahkan setelah resign, kami sempat pergi umroh sekeluarga, dan bagi saya, itu adalah perjalanan kali ke-2 ke tanah suci. Hal ini semua benar-benar rezeki. Dan terselip dihati kami kerinduan yang amat sangat untuk kembali, maka di saat itu lah kami kembali meminta untuk diberangkatkan lagi ke sana. Dan terakhir, sebuah perusahaan asuransi jiwa syariah full pledged menawari saya untuk mengisi posisi CAO (Chief Agency Officer) yang sedang kosong. Apakah semua ini terjadi hanya dengan berdoa? Ya, berdoa meminta untuk ditunjukkan jalan yang lurus sehingga Allah menunjukkan apa yang harus saya lakukan dan tidak keluar dari aturanNya. Setelah berdoa tentu saya sempurnakan dengan ikhtiar.

“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS Al Jumu’ah:10)

Cerita ini bukan dimaksudkan untuk sombong atau pamer, atau bahkan berharap pujian agar dianggap sholeh, demi Allah tidak. Karena hal itu malah mengkhawatirkan saya akan menghapus pahala-pahala yang seharusnya saya peroleh. Cerita ini untuk mengajak Anda semua meyakini bahwa Allah itu ada, Allah itu Maha Melihat, dan rezeki itu bukan cuma harta berlimpah.

Memang, harta berlimpah bisa sangat bermanfaat DI TANGAN orang-orang sholeh seperti Anda tetapi sebaliknya bahwa harta bisa merusak jika berada DI HATI orang-orang fasik.

Sekali lagi bahwa cerita di atas adalah bagian dari tugas saya dalam ber DAKWAH tentang asuransi syariah.

 

LALU IKUTI SISTEM SEPERTI APA?

Ikutilah sistem Allah karena sistem manusia tidak lah cocok diterapkan. Sepanjang karir saya diperusahaan asuransi multi nasional, walaupun agency nya syariah tetapi tetap saja motivasinya kesenangan dunia, harta, dan kegemerlapan serta kepopuleran. Apakah mendapatkan kenikmatan dunia ini salah? Tentu tidak. Perhatikan lah QS Al Qasas : 77

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”  

Tujuan kita sebenarnya adalah akhirat dan kita menuju kesana bermodalkan apa yang Allah telah anugerahkan pada kita. Harta, Anak-anak, dan Jiwa menjadi modal kita untuk mencapai negeri akhirat. Namun kita juga diperintahkan untuk tidak melupakan bagian kita di dunia. Dengan demikian, Agen Asuransi Syariah yang mengikuti sistem Allah yaitu yang tertera di Al Qur’an dan dicontohkan di As Sunnah akan membuat kita mendapatkan akhirat juga dunia. Berbeda dengan sistem yang manusia buat, Anda hanya dimotivasi untuk mendapatkan harta, harta, dan harta.

Kalau cuma harta doang, orang yang tak beriman pun banyak yang hartanya berlimpah. Hal ini membuktikan bahwa harta tidak ada nilainya bagi Allah. Harta ini hanya akan bernilai bagi orang-orang beriman yang menggunakan hartanya sebagai modal mencapai akhiratnya. Lihatlah apa yang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah sampaikan tentang nilai dunia yang tidak lebih berharga dari satu sayap nyamuk,

Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Karena itu WAHAI AGEN ASURANSI SYARIAH, ikutilah sistemnya maka Anda akan menjadi agen syariah yang mengagumkan.

Sangat mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak didapatkan kecuali pada diri orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia bersyukur. Dan apabila dia mendapatkan kesusahan maka dia akan bersabar” (HR. Muslim)

 

KEMUDIAN, PEMIMPIN SEPERTI APA YANG HARUS KITA IKUTI?

Ikutilah pemimpin yang mengajak Anda mendekat pada Allah bukan untuk sebaliknya yaitu bermaksiat kepadaNya.

Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144) Sumber : https://rumaysho.com/3111-taat-pada-pemimpin-yang-zalim.html

 

Maka dengan demikian insyaa Allah kita semua terhindar dari keburukan dalam kehidupan dan senantiasa dalam bimbingan Allah di jalanNya

Bagi saya, menjadi agen asuransi syariah itu adalah pekerjaan yang banyak keutamaan. Bisa jadi, dengan niat yang benar maka Anda seperti yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dibawah ini,

Dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia bertanya: “Wahai, Rasulullah. Manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?” Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Dia bertanya lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?” Beliau menjawab,”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik.” [HR Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384]. Sumber: https://almanhaj.or.id/2982-mengingat-maut.html

Setiap hari Anda mengingatkan orang lain sekaligus mengingatkan pada diri sendiri tentang kematian dan karena pekerjaan Anda sebagai agen asuransi jiwa berbicara tentang ketika tertanggung meninggal dunia maka Anda sesungguhnya sedang berdakwah untuk banyak-banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya.

Dan menjadi agen asuransi jiwa syariah akan memiliki pahala yang banyak, terutama ketika ada nasabahnya yang meninggal dunia. Ketika itu, agen asuransi datang, menyolatkan mayit, serta ikut menguburkannya. Anda tahu kan pahala menyolatkan mayit dan mengantar ke perkuburannya memiliki keutamaan pahala yang besar?

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945) Sumber : https://rumaysho.com/1867-keutamaan-shalat-jenazah.html

Jelas bahwa pekerjaan Anda sebagai agen asuransi syariah adalah mulia jauh lebih tinggi daripada sekedar harta. Maka Anda yang belum memperoleh harta berlimpah, bersabarlah. Mungkin ini karena niat Anda yang belum lurus dalam keinginan memiliki harta. Yang saya khawatirkan adalah bahwa, Allah pasti sudah tahu, jangan-jangan ketika Anda diberi harta, hal itu malah membuat Anda jauh dari Allah.

KARENANYA, LURUSKAN NIAT-IKUTI SISTEM ALLAH-PERHATIKAN RAMBU-RAMBUNYA.

 

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning

 

DUPLIKASI ATAU REGENERASI?

 

Istilah duplikasi dalam membina tim keagenan dalam bisnis asuransi jiwa sudah menjadi hal lumrah yang sering terdengar. Secara sederhana, yang dipahami oleh para pelaku keagenan, duplikasi berarti meniru apa yang dilakukan oleh para leadernya dengan harapan seorang agen mendapatkan hasil yang sama, kemudian mereka juga mengenal apa yang disebut dengan follow the leader. Namun pengamatan kami menunjukkan ada beberapa kesalahpahaman yang terjadi dengan konsep tersebut. Buktinya adalah ada beberapa tim yang tetap eksis bahkan bertumbuh, ada pula tim yang menghilang secara cepat atau lambat.

Biasanya kami mendengar bahwa itu adalah kesalahan agen yang tidak mengikuti sistem ataupun tidak mengikuti leadernya. Katakan lah kenyataannya demikian, lalu apakah ketika seorang leader menyalahkan agennya lantas dapat mengubah kenyataan yang sedang terjadi?

Inilah kesalahpahaman yang sering terjadi. Perhatikan ini, sebuah hasil fotokopi saja jika Anda perhatikan tidak lebih bagus dari aslinya, setidaknya warna kertas hasil salinan sedikit lebih buram. Bayangkan, jika yang diduplikasi adalah leader yang tidak baik, maka hasil nya dapat dibayangkan.

LALU BAGAIMANA MENGATASI KESALAHPAHAMAN INI?

Jika Anda adalah seorang memiliki anak, tentu Anda setuju dengan ungkapan yang biasa para orangtua gunakan, “ANAK SAYA HARUS LEBIH BAIK DARI SAYA.”

LEBIH BAIK adalah bukan dari hasil duplikasi melainkan hasil proses gabungan dari modelling, edukasi, repetisi, dan komitmen tinggi, yang kami sebut REGENERASI. Seorang anak ketika masih kecil memang cenderung meniru apa yang ayahnya miliki atau yang ayahnya lakukan, itu namanya duplikasi. Dan pada masa itu seorang anak belum bisa menghasilkan seperti ayahnya. Jika ayahnya seorang manajer maka tidak serta merta anaknya dapat menjadi seorang manajer pada saat yang sama. Ada proses, edukasi, durasi, yang dapat menyebabkan kematangan pada diri si anak. Menjelang dewasa, anak mulai memilih karakter mana yang dapat ditiru dari ayahnya dan mana yang dapat ditinggalkan karena tidak efektif dalam pencapaian tujuan cita-citanya, ini yang namanya Modelling, mengambil struktur yang hanya dapat menyebabkan kesuksesan ayahnya.

Apakah itu cukup untuk mengulang kesuksesan ayahnya? BELUM. Fitrah manusia itu berbeda-beda, walaupun anak adalah keturunan ayahnya, hal ini tidak langsung menentukan bahwa seorang anak sama persis dengan ayahnya. Dan ingatlah

Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Jumu’ah : 4)

Setiap anak diberi karunia berbeda-beda satu sama lain yang menyebabkan seseorang memiliki dasar kemampuan yang berbeda-beda. Edukasi dan pelatihan dapat menyebabkan seorang anak memiliki keterampilan yang sama dengan yang sedang di model nya bahkan edukasi dapat menyebabkan kualitas seseorang menjadi lebih baik dari orangtuanya atau yang sedang dimodel. Ini yang disebut REGENERASI.

Seorang leader ibarat seorang ayah yang ingin anaknya lebih sukses dari dirinya dan seorang ayah tahu batas kemampuannya sehingga ia tidak bisa memaksakan diri agar ditiru 100% yang akan menyebabkan anaknya juga meniru-hal-hal buruk yang ada dalam diri ayahnya. Seorang ayah dapat mencarikan guru yang mampu mendidik anaknya dengan baik, dan rela membayar “biaya” yang harus dikeluarkan agar anaknya lebih berhasil daripada dirinya.

Inilah pentingnya memahami konsep REGENERASI agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman DUPLIKASI yang selama ini terjadi.

Wallahu a’lam,

Memerlukan pelatihan dan mengundang  saya:

Tel: 0811 187 5432

WA: 0812 8100 9812

email: andrie.setiawan@assalamconsultant.com

  • Islamic Finance
  • Sharia Insurance Selling
  • Sharia Agency Development Strategies
  • Sharia Insurance Agent Recruitment
  • Group Selling for Sharia Insurance
  • Leadership
  • Motivation
  • Pre-Pension Workshop
  • Islamic Financial Planning
1
×
Assalamu'alaikum,

Klik untuk bertanya tentang As Salam Training Consultant dan Program-Programnya